Nias Utara, AgaraNews. Net // Pembangunan jembatan gantung di Desa Mazingo, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, terus menunjukkan perkembangan. Melalui Program Bakti TNI, pengerjaan jembatan yang menjadi akses penghubung tiga desa tersebut kembali dilanjutkan pada Selasa (18/8/2026), sebagai upaya memulihkan konektivitas warga yang sebelumnya terganggu akibat banjir bandang.
Jembatan sepanjang 50 meter yang membentang di atas sungai selebar 22 meter itu nantinya menghubungkan Desa Mazingo dengan Desa Ombolata Alasa serta Desa Orahili di Kecamatan Namohalu Esiwa. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta memudahkan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan. Pembangunan ini merupakan bagian dari Program Bakti TNI yang mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, sejalan dengan kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memperkuat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada tahap pekerjaan saat ini, personel di lapangan melangsir material pasir untuk digunakan sebagai bahan pembuatan adukan semen. Seiring berjalannya pengerjaan, progres pembangunan jembatan telah mencapai 44 persen.
Pekerjaan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan personel Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD, Koramil 07/Alasa, tenaga tukang, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan jembatan agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya melalui pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan warga. Menurutnya, Program Bakti TNI tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan gotong royong antara prajurit TNI dengan masyarakat.
Pembangunan jembatan ini diharapkan segera rampung sehingga warga Desa Mazingo, Desa Ombolata Alasa, dan Desa Orahili dapat kembali menikmati akses penghubung yang aman dan lancar, sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari serta menggerakkan perekonomian masyarakat.(Lia Hambali)
Sumber: Pendam I/BB


































