Peringatan Detik-detik Proklamasi HUT RI Ke-81 di Wilayah Kodim 0210/TU Berlangsung Sukses, Khidmat dan Meriah

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:35 WIB

5015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dandim : “Bendera Merah Putih Berkibar, Kita Semua Hormat Padanya. Indonesia Merdeka Sepanjang Masa”

 

Tarutung, AgaraNews. Net // Saat Matahari menyinari seluruh Dunia termasuk Negara Indonesia tentunya berbagai kesibukan manusia baik itu laki dan perempuan dan laki – laki dengan berbagai profesi yang melakukan aktifitas sehari- hari baik itu Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, pedagang, petani, Ojek On Line, tugang becak, pedagang asongan, penjual gorengan, mahasiswa, pelajar, Musisi, Pegawai Negeri Sipil ( PNS ), guru, dosen, Persit, TNI/POLRI dan lain sebagainya mereka mencari Karunia atau rezeki dari Allah Subhanahu Wata’ala yang telah ditetapkan Oleh Sang Pencipta langit dan bumi Allah Azza Wajalla,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adalah Bangsa Indonesia Sebuah Negara atas Rahmat, Ridho, dan ijin dari Allah Subhanahu Wata’ala mendapatkan Kemerdekaan yang hakiki. Dimana kemerdekaan yang didapat dengan jerih payah, peluh keringat dan tetesan darah, harta dan benda serta nyawa yang telah dikorbankan para pejuang, veteran kusuma bangsa, masyarakat dan segenap komponen bangsa lainnya untuk melawan kejamnya para penjajah yang ingin menguasai dan menindas bangsa indonesia.

Akhirnya Atas anugerah serta limpahan rahmat dan Kuasa serta ijin Allah Subhanahu Wata’ala Penjajahan di Bumi Indonesia telah berakhir dan kita telah mendapatkan Kemerdekaan yang Diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta. Yang mana tempat pertama sekali teks proklamasi proklamasi 1945 dibacakan dan berkibarnya Sang Dwi Warna Bendera Merah Putih berkibar adalah di rumah di pegangsaan timur no 56 jakarta yang merupakan hadiah atau hibah dari teman baik dari Presiden Soekarno yaitu Faradj bin Said bin Awadh Martak seorang saudagar kaya berkebangsaan Arab / Yaman.Selanjutnya penulisan naskah Teks proklamasi di kediaman Laksamana Maeda Tadashi seorang perwira Tinggi angkatan laut dari negara jepang yang ikut membantu kemerdekaan Indonesia dan Bendera Merah Putih langsung dijahit oleh Ibu Fatmawati dengan ukuran 2 X 3. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 bertepatan kala itu bertepatan dengan bulan suci Ramadan (9 Ramadan 1364 Hijriyah). Menjelang detik-detik pembacaan teks proklamasi, Bung Karno mengalami demam tinggi akibat gejala malaria tertiana karena kelelahan. la kemudian diberi obat dan suntikan oleh dokter pribadinya, dr. Soeharto, serta meminum madu Arab/Yaman pemberian saudagar Faradj Martak sehingga kondisi tubuhnya pulih dan sanggup membacakan proklamasi.

Akhirnya dari Sabang Sampai Merauke Sang Dwi Warna Bendera Merah Putih telah berkibar di seluruh penjuru Nusantara. Waktu Terus berputar Tanpa Terasa pada Hari Senin Tanggal 17 Agustus 2026 Bangsa Indonesia dan segenap komponen bangsa lainnya turut memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaannya yang Ke – 81. Sebagai Warga Negara yang cinta akan tanah air, momentum hari Kemerdekaan selalu diwarnai dengan melaksanakan berkegiatan positif dan bermanfaat untuk Masyarakat di seluruh Nusantara. termasuk melaksanakan Upacara Detik – detik Proklamasi Hari Ulang Tahun Ke – 81 Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Begitu Pula Di Wilayah Provinsi Sumatera Utara tepatnya di Kota Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara seluruh elemen yang ada dengan khidmat untuk mengikuti Upacara Detik – detik Proklamasi Hari Ulang Tahun Ke – 81 Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilaksanakan diLapangan Serbaguna Tarutung, Senin (17/8). Dan bertindak sebagai Inspektur Upacara Adalah Bupati Kabupaten Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.Dalam amanatnya secara garis besar Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. menyampaikan terima kasih Kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Tapanuli Utara, Kodim 0210/TU dan jajarannya Polres Tapanuli Utara dan jajarannya serta segenap komponen di wilayah Tapanuli utara yang telah bersama sama membantu berbagai pencapaian selama 2 tahun ini dalam melaksanakan program pemerintah pusat dan daerah.

Disisi lain Bupati juga menyadari akan adanya kekurangan dalam melaksanakan program yang dilakukan di bidang, pendidikan, kesehatan, masih adanya pengangguran dan lain sebagainya. Dan kedepan semua kegiatan dan program yang dikerjakan mari sama – sama kita laksanakan perbaikan demi kepentingan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. Yang terpenting bagaimana kita bersinergi dan selalu berkordinasi dalam melanjutkan pembangunan di segala bidang. Dimana dalam melaksanan tugas dan pekerjaan yang diamanahkan kita berusaha untuk melayani masyarakat bukan kita yang minta untuk dilayani. ” Kami Segenap Aparatur perintah Kabupaten Tapanuli Utara siap untuk melayani masyarakat di segala bidang , bukan untuk dilayani, Ujar Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.

Adapun Tema resmi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 adalah “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Yang mana Makna dan Filosofinya adalah Kedaulatan yang berarti Mewujudkan kedaulatan rakyat dan memperkuat persatuan bangsa. Sedangkan Keadilan berarti Menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. sementara itu makna Kemakmuran ialah Menghadirkan kesejahteraan dan pertumbuhan yang merata. Sedangkan Logo Hari Ulang Tahun Ke – 81 Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Angka 81 pada desain visual melambangkan semangat gotong royong, sinergi antara lapisan masyarakat, dan komitmen untuk bertumbuh bersama, sembari menyampaikan motto Kabupaten Tapanuli Utara yaitu Membangun Kabupaten Tapanuli Utara yang maju, berbudaya dan berkelanjutan, Kata Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.Sementara Itu Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S Sos sangat mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang setulus – tulusnya serta penghormatan yang tiada terhingga atas pelaksanaan upacara Detik – detik Proklamasi Hari Ulang Tahun Ke 81 Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Di Kabupaten Tapanuli Utara dan Tiga Kabupaten lainnya di Wilayah Kodim 0210/TU yaitu Kabupaten Humbahas, Toba Dan samosir seraya mengucapkan terima kasih kepada semua komponen bangsa lainnya yang telah menyukseskan jalannya kegiatan Upacara Detik – Detik Proklamasi Hari Ulang Tahun Ke 81 Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah Kodim 0210/TU dibawah garis Komando Korem 023/Kawal Samudera dan Kodam I/Bukit Barisan.

Sehingga Sang Dwi Warna Bendera Merah Putih dapat Berkibar dan secara serentak semua peserta memberikan penghormatan Bendera Kebangsaan Indonesia Tersebut.

” Upacara Detik – Detik Proklamasi Hari Ulang Tahun Ke 81 Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Atas Ijin Allah Subhan hu Wata’ala telah terlaksana dengan Baik, Aman, Tertib, Lancar dan Sukses. ” Bendera Marah Putih Telah Berkibar, Aku Dan Kau Serta Kita Semua memberikan penghormatan kepada nya. Semoga Indonesia Merdeka Sepanjang Masa di bawah lindungan dan Rahmat serta Ridho Dari Allah Subhanahu Wata’ala, Pungkas Dandim 0210/TU Letkol Arm Hardian, S. Sos.

Di sisi lain orang nomor satu di jajaran Kodim 0210/TU tersebut menjelaskan bahwa berkaitan dengan sinergitas dalam mendukung, membantu dan mendampingi berbagai kegiatan dan program Pemerintah Daerah serta Pemerintah Pusat yang saat ini sedang berlangsung dan akan terus dilanjutkan yaitu Program swasembada pangan dan energi yang merupakan fondasi utama strategi transformasi bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI ( HOR ) ( Purn ) Prabowo Subianto maupun program – program terbaik lainnya.Oleh Sebab itu Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S Sos meminta kepada seluruh Prajurit di Wilayah Kodim 0210/TU yang terdiri dari Kabupaten Tapanuli Utara, Humbahas , Toba dan Samosir bersama Pemerintah Daerah dan elemen masyarakat agar berkordinasi, berkolaborasi serta bahu membahu untuk membantu, mendukung dan mendampingi semua program yang telah dilaksanakan maupun yang dilaksanakan kudapan baik Pemerintah Pusat maupun pemerintah Daerah.

” Mari kita bersama – sama menjaga nama baik satuan dan selalu berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas dimanapun kita berada dan bertugas. Slogan ini selalu sering disampaikan oleh Bapak Almarhum Jenderal TNI (Purn.) Pramono Edhie Wibowo yang pernah menjabat Kepala Staf Angkatan Darat Yang Ke – 27.

Dan Beliau adalah anak kandung dari Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang merupakan adalah tokoh perwira militer Indonesia dan mantan Komandan RPKAD (kini Kopassus) yang memainkan peran penting dalam penumpasan G30S/PKI Atas Perintah Jenderal Besar ( Purn ) Muhammad Soeharto yang menerima Gelar Pahlawan Nasional di Jakarta, pada 10 November 2025. Penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh putri sulung Soeharto, yaitu Hj. Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (dikenal sebagai Tutut Soeharto).

Selain itu juga Almarhum Jenderal TNI (Purn.) Pramono Edhie Wibowo merupakan ayah dari Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono serta mertua Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan juga dianugerahi gelar pahlawan Nasional yang diwakili oleh Cucu dari ( Alm ) Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan dalam Kabinet Merah Putih yakni Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. pada tanggal 10 November tahun 2025 yang lalu, Kata Letkol Arm Kiky Hardian, S. Sos

Letkol Arm Kiky Hardian, S. Sos mengisahkan ada satu Hal yang menarik yang perlu kita ketahui bersama dan dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang mana ada seorang Jenderal yang sangat tegas dan pemberani yang selalu menekankan kepada prajuritnya untuk mengamalkan salah satu santi aji yaitu 8 Wajib TNI yang butirnya berbunyi 1. bersikap ramah tamah terhadap rakyat, 2. Bersikap Sopan Santun terhadap Rakyat, 3. Menjunjung tinggi kehormatan wanita, 4. Menjaga kehormatan di Muka Umum, 5. Senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaan nya, 6. tidak sekali – kali merugikan Rakyat, 7 Tidak sekali – kali menakuti dan menyakiti hati rakyat, 8. Menjadi contoh dan mempelopori Usaha – usaha untuk mengatasi Kesulitan Rakyat di Sekelilingnya. Dimana dengan singkat selalu beliau mengatakan sebagai Prajurit dalam kehidupan bermasyarakat kalian harus baik – baik Dengan Rakyat ( BA BA DER ).Jenderal Tersebut adalah Almarhum Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu (21 April 1950 – 31 ) adalah tokoh militer dan politikus Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ke – 25 pada Kabinet Kerja (2014–2019) serta Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Ke – 24 dari tahun 2002 hingga 2005. Ujar Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S. Sos

Berkaitan dengan sejarah singkat Perjuangan para pahlawan kusuma bangsa menuju Indonesia Merdeka. Satu Hal yang harus kita pahami bersama bahwa perjuangan dan pengorbanan para pejuang dalam melawan penjajahan di Indonesia tidak terlepas dari peran penting para Ulama . Dimana saat itu Bung Karno meminta nasehat kepada seorang Kyai terkemuka dan merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, Yakni KH Hasyim Asy’ari dan akhirnya Ulama mengatakan bahwa melawan para penjajah itu merupakan Jihad Fisabillah. Akhirnya seluruh pejuang, Veteran dan seluruh lapisan masyarakat mengangkat senjata seadanya termasuk bambu runcing untuk melawan dan mengusir para penjajah untuk segera angkat kaki dari bumi Indonesia.

Selain itu juga ada seorang Jenderal tangguh dan pemberani, sosok itu bernama Jenderal Soedirman yang Taat beribadah dan sangat dekat dengan bawahannya. Dimana dalam perjalanannya memimpin perang gerilya Jenderal Soedirman Selalu mengawalinya dengan pekikan takbir “Allahu Akbar!” di samping perintah militer dan pidato nasionalismenya untuk membakar semangat jihad serta keberanian para prajurit dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya Keteladanan Jenderal Sudirman dalam memimpin perlawanan terhadap para penjajah di Indonesia tentu tidak terlepas dai kepribadian, kejujuran dan ketaatan Beliau Kepada Allah Subhahu Wata’ala ..Sehingga dalam memimpin pasukan dimanapun Jenderal Sudirman berada selalu diawali dengan teriakan Takbir Allahu Akbar.

Seruan takbir yang sering beliau kumandangkan bersama pasukannya guna meneguhkan mental juang melawan tentara musuh. Beliau tetap memimpin perang gerilya dari atas tandu meski dalam kondisi sakit paru-paru yang parah.

Selain takbir, beliau juga membiasakan berdoa, berzikir, dan tahlilan bersama para prajurit di tengah situasi kritis selama masa persembunyiannya.

Secara singkat Riwayat Jenderal sudirman yang harus ketahui adalah beliau lahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin; ia aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk program kepanduan yang dijalankan Muhammadiyah. Ia juga menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi. Soedirman sangat dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam.

Setelah berhenti kuliah keguruan, pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian mengepalai sekolah dasar Muhammadiyah; ia juga aktif dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada 1937. Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Soedirman tetap mengajar. Pada 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas. Selama menjabat, Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan perlawanan terhadap para penjajah, hingga kemudian diasingkan ke Bogor.Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Soedirman melarikan diri dari pusat penahanan, kemudian pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Ia ditugaskan untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas, yang dilakukannya setelah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat. Pasukannya lalu dijadikan bagian dari Divisi V pada 20 Oktober oleh panglima angkatan perang sementara Oerip Soemohardjo, dan Soedirman bertanggung jawab atas divisi tersebut. Pada tanggal 12 November 1945, dalam sebuah pemilihan untuk menentukan panglima besar TKR di Yogyakarta, Soedirman terpilih menjadi panglima besar, sedangkan Oerip Soemohardjo yang telah aktif di militer sebelum Soedirman lahir, menjadi kepala staf umum.

Sembari menunggu pengangkatan, Jenderal Soedirman memerintahkan serangan terhadap pasukan Inggris dan Belanda di Ambarawa. Pertempuran ini dan penarikan diri tentara Inggris menyebabkan makin kuatnya dukungan rakyat terhadap Jenderal Soedirman, dan ia akhirnya diangkat sebagai panglima besar pada tanggal 18 Desember 1945 pada usia 29 Tahun.

Selama tiga tahun berikutnya, Soedirman menjadi saksi kegagalan negosiasi dengan tentara kolonial Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia, yang pertama adalah Perjanjian Linggarjati—yang turut disusun oleh Soedirman—dan kemudian Perjanjian Renville yang menyebabkan Indonesia harus mengembalikan wilayah yang diambilnya dalam Agresi Militer I kepada Belanda dan penarikan 35.000 tentara Indonesia. Ia juga menghadapi pemberontakan dari dalam, termasuk upaya kudeta pada 1948. Ia kemudian menyalahkan peristiwa-peristiwa tersebut. Selanjutnya akibat penyebab penyakit tuberkulosis-nya; karena infeksi tersebut, paru-paru kanannya dikempeskan pada bulan November 1948. Dan akhirnya Jenderal Sudirman meninggal dunia pada tanggal 29 Januari 1950 di Magelang, Jawa Tengah, pada usia 34 tahun.

Dari Kisah perjalanan panjang perjuangan Bangsa Indonesia menuju Kemerdekan Indonesia hingga saat ini adalah bagaimana kita dapat mengambil hikmah dalam menjalankan kehidupan sehari – sehari. Dimana kita Hidup secara berdampingan dengan bermacam – macam adat dan budaya serta beragam suku dan bahasa yang ada di seluruh dunia dan memiliki bangsa masing – masing dan semuanya adalah merupakan ciptaan Sang Haliq Allah Subhanahu Wata’ala. Namun yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu Wata’ala adalah yang paling Bertaqwa. Kata Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S. SosDalam Kitab Suci Alquran Surat Al Hujarat Ayat 13 Allah Subhanahu Wata’ala Berfirman yang artinya : ” “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha teliti.”

Selanjutnya marilah kita selalu bersyukur atas nikmat yang telah Diberikan Oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada kita semua serta mari kita berusaha untuk menjaga prilaku kita sehari hari agar Allah Subhanahu Wata’ala tidak murka kepada kita semua seraya mengutip 2 Surah dalam Alquran, firman Allah Subhanahu Wata’ala tersebut berbunyi.

Yang pertama Surat Ibrahim Ayat 7 yang artinya : ” (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Serta yang Kedua Surah Ar Rum Ayat 41 yang artinya :Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Pungkas Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S. Sos.(Lia Hambali)

Sumber : Pendim 0210/TU

Berita Terkait

Peringati HUT Ke-81 RI, Dandim 0201/Medan Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Secara Live Streaming di Pendopo Rumah Dinas Walikota Medan
Astamaops Polri Cek Langsung Posko Pengungsi Gempa NTT, Siapkan Dukungan SAR hingga Layanan Medis
JJOS Kapolres Tanjung Priok dan Forkopimko Jakarta Utara Bersama Masyarakat Deklarasikan Anti Tawuran, Wujudkan Jakarta Utara yang Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Sambangi Pengadilan Negeri Jakarta Utara
Saat Merah Putih Berkibar di Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Berdiri Bersama Para Pemimpin Daerah
Sagu Hati untuk Pejuang, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadir dalam Ramah Tamah Veteran di Riau
Peringati HUT RI ke-81, King Naga Ketua GMBI Lebak Sekaligus Pembina PSI Lebak Gelar Sunatan Massal Gratis dan Siapkan Layanan Berkelanjutan untuk Warga Lebak
Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang Buka Dialog Interaktif, Kesbangpol Dorong Digelar Setiap Bulan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:39 WIB

Peringati HUT Ke-81 RI, Dandim 0201/Medan Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Secara Live Streaming di Pendopo Rumah Dinas Walikota Medan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:35 WIB

Astamaops Polri Cek Langsung Posko Pengungsi Gempa NTT, Siapkan Dukungan SAR hingga Layanan Medis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:32 WIB

JJOS Kapolres Tanjung Priok dan Forkopimko Jakarta Utara Bersama Masyarakat Deklarasikan Anti Tawuran, Wujudkan Jakarta Utara yang Aman dan Kondusif

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:29 WIB

Perkuat Sinergi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Sambangi Pengadilan Negeri Jakarta Utara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Saat Merah Putih Berkibar di Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Berdiri Bersama Para Pemimpin Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Peringati HUT RI ke-81, King Naga Ketua GMBI Lebak Sekaligus Pembina PSI Lebak Gelar Sunatan Massal Gratis dan Siapkan Layanan Berkelanjutan untuk Warga Lebak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang Buka Dialog Interaktif, Kesbangpol Dorong Digelar Setiap Bulan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:02 WIB

Mahasiswa Kukerta unihas Bengkulu Kelompok 14 Talang Babatan Bangun Tugu Tapal Batas Wilayah Desa

Berita Terbaru