Deli Serdang, AgaraNews. Net — Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan bersama Wakil Bupati Deli Serdang membuka dialog interaktif yang digagas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Deli Serdang di Gedung Cadika, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, tokoh masyarakat, jurnalis, serta konten kreator. Dialog berlangsung terbuka dengan berbagai masukan dan pertanyaan mengenai pembangunan, pelayanan publik, kepemudaan, infrastruktur, hingga keterbukaan informasi.
Dalam dialog tersebut, Bupati Ashari Tambunan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tetap berkomitmen memperjuangkan berbagai program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, termasuk persoalan PPPK paruh waktu dan peningkatan akses pendidikan.
Bupati juga menyampaikan program pemberian sekitar 100 beasiswa setiap tahun bagi putra-putri Deli Serdang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain itu, terdapat gagasan agar 380 desa di Kabupaten Deli Serdang memiliki warga yang berhasil menyandang gelar sarjana.
Persoalan infrastruktur jalan turut menjadi perhatian dalam dialog. Sejumlah peserta mempertanyakan kondisi jalan yang masih membutuhkan penanganan di berbagai wilayah.
Kepala Dinas PUPR Deli Serdang, Janso Sipahutar , menjelaskan bahwa dari rencana penanganan sekitar 450 kilometer jalan pada tahun 2026, sekitar 50,1 kilometer telah direalisasikan, sementara ruas lainnya masih dalam proses pelaksanaan pekerjaan.
Dari kalangan mahasiswa, FReddy Dermawan mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap persoalan kepemudaan. Aspirasi tersebut mendapat respons positif dari Bupati yang menyatakan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari generasi muda.
Sementara itu, tokoh pers Deli Serdang, Dra Jenda Bangun, menyoroti pentingnya keterbukaan informasi publik. Ia berharap Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Deli Serdang dapat lebih terbuka dan responsif dalam memberikan informasi kepada kalangan jurnalis.
Jenda Bangun menilai komunikasi yang baik antara pemerintah dan insan pers penting dilakukan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dikonfirmasi dan disampaikan secara akurat.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Naga selaku konten kreator dan jurnalis Tabloid Besty juga mengingatkan pentingnya melakukan konfirmasi, pemeriksaan data, serta check and cross-check sebelum sebuah informasi dipublikasikan.
Menurut Bang Naga, para konten kreator dan jurnalis harus lebih berhati-hati terhadap sumber informasi, khususnya dalam menyampaikan persoalan infrastruktur kepada masyarakat.
Ia mencontohkan persoalan jalan yang terkadang disampaikan sebagai tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, padahal sebagian ruas jalan berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Harus ada konfirmasi dan cek data terlebih dahulu. Jangan sampai sesuatu yang bukan kewenangan pemerintah kabupaten justru disampaikan kepada masyarakat sebagai tanggung jawab Pemkab Deli Serdang,” ujar Bang Naga.
Bupati Ashari Tambunan juga menjelaskan bahwa tidak semua persoalan pembangunan dapat langsung ditangani pemerintah kabupaten karena adanya pembagian kewenangan.
Salah satu contohnya berada di Kecamatan Pantai Labu yang memiliki kawasan kehutanan. Menurut Bupati, apabila suatu wilayah atau ruas jalan berada di luar kewenangan Pemkab Deli Serdang, maka penanganannya harus mengikuti aturan dan dikoordinasikan dengan instansi yang memiliki kewenangan.
Kesbangpol Dorong Dialog Digelar Setiap Bulan
Usai kegiatan, Plh. Kesbangpol Deli Serdang, Anwar Sadap Siregar, menyampaikan kepada Bang Naga bahwa kegiatan dialog interaktif seperti ini akan terus didorong untuk dilaksanakan secara rutin.
Menurut Anwar Sadap Siregar, ke depannya dialog interaktif tersebut direncanakan dapat dilaksanakan setiap per 3 bulan sekali. Forum ini diharapkan menjadi wadah komunikasi antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, tokoh masyarakat, jurnalis, konten kreator, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Ia menilai dialog secara langsung penting untuk membuka ruang penyampaian aspirasi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membahas berbagai persoalan yang berkembang di Kabupaten Deli Serdang.
Dialog interaktif tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, aspirasi, dan gagasan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Pemkab Deli Serdang pun menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik dan mewujudkan pembangunan Deli Serdang yang lebih baik.(Donal )
SUMBER : IGB


































