Dairi, AgaraNews. Net – Pembangunan Jembatan Beton Garuda Tahap VII-B di Desa Pegagan Julu I, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, terus berlanjut dengan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Pada Sabtu (10/10/2026), lima personel Babinsa Koramil 01/Sumbul bersama lima warga melanjutkan pengerjaan jembatan yang memiliki panjang 8 meter dan lebar 3 meter tersebut. Infrastruktur ini diharapkan menjadi akses penghubung yang mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial warga setempat.
Dalam pengerjaan di lapangan, personel TNI bersama masyarakat melaksanakan sejumlah tahapan konstruksi, mulai dari pembersihan lokasi, penggalian fondasi dan lubang pasak bumi, perakitan serta pengikatan besi, pemasangan bouwplank dan cetakan, hingga pengecoran pasak bumi. Adapun pekerjaan pada Sabtu difokuskan pada pengecoran tiang jembatan dan pelesteran dinding. Berdasarkan laporan kegiatan, progres pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII-B telah mencapai 42 persen. Meski cuaca mendung, kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan tertib.
Lima personel Babinsa yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Serma WJ Sihombing, Sertu Edi Istiono, Serda Rejeki Sinaga, Serda Torop Samosir, dan Serda Dalmer Sinaga. Kehadiran para Babinsa bersama warga mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Dukungan material berupa kayu, papan, batu sertu, batu padas, batu kerikil, besi beton, semen, tripleks, dan besi WF turut menunjang proses pengerjaan agar pembangunan dapat berlanjut sesuai tahapan yang direncanakan.
Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Denni Andika Wardana, S.H., M.I.P., melalui Danramil 01/Sumbul Kapten Inf MD Lumbantoruan, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pemerintah pusat atas instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas dan membuka akses masyarakat di wilayah pedesaan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti jembatan sangat penting bagi daerah yang menghadapi kendala geografis berupa sungai, jurang, maupun perbukitan. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menempuh perjalanan dengan lebih mudah serta menjangkau fasilitas pendidikan, pelayanan dasar, dan pusat kegiatan ekonomi.
Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan Jembatan Garuda Tahap VII-B diharapkan memberikan manfaat bagi para petani, terutama dalam menjangkau lahan pertanian dan mengangkut hasil panen. Akses yang semakin baik berpotensi memperlancar distribusi hasil produksi serta membantu mengurangi waktu, tenaga, dan biaya transportasi masyarakat. Melalui pembangunan ini, TNI bersama warga terus memperkuat kemanunggalan dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen “Negara Hadir untuk Rakyat”, yakni menghadirkan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Lia Hambali)
(Pendim 0206)


































