Kabupaten Bandung, AgaraNews — Paket seragam siswa di SMPN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung, menjadi sorotan setelah muncul daftar harga Pakaian Seragam Antar Siswa (PSAS) Tahun 2026 yang mencantumkan sejumlah jenis seragam dan atribut dengan nilai hingga Rp1,228 juta untuk siswa perempuan.
Sorotan tersebut semakin menguat setelah Ketua Koperasi SMPN 1 Baleendah, Wawan Gunawan, menyebut keuntungan dari penjualan seragam dan atribut sekolah berada di kisaran 50 persen.
Pernyataan itu disampaikan Wawan ketika dikonfirmasi mengenai besaran keuntungan yang diperoleh dari barang-barang yang dijual koperasi, termasuk seragam dan atribut sekolah, pada Selasa (8/9/2026) di lingkungan SMPN 1 Baleendah.
Menurut Wawan, kegiatan koperasi memang memiliki tujuan usaha, yakni menjual berbagai kebutuhan sekolah sekaligus memperoleh keuntungan.
“Saya sebagai ketua koperasi menjual dan mencari keuntungan, itu tugas saya,” ujar Wawan.
Wawan mengatakan barang yang dijual koperasi antara lain seragam yang menurutnya tidak tersedia di pasaran umum, seperti pakaian kotak-kotak, pakaian olahraga dan batik yang biasanya dihitung dalam satu paket.
Namun, ia menegaskan orang tua siswa tidak diwajibkan membeli seluruh kebutuhan tersebut melalui koperasi. Menurutnya, orang tua diberikan kebebasan membeli sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
“Yang dijual oleh koperasi adalah seragam sekolah yang tidak ada dijual di luar sekolah seperti baju kotak-kotak, olahraga sama batiknya yang dihitung dalam satu paket,” katanya.
Baru Tersedia Seragam Olahraga
Ketika dikonfirmasi mengenai ketersediaan barang, Wawan menyebut koperasi saat ini baru menyediakan pakaian olahraga.
Ia mengatakan harga satu stel pakaian olahraga sekitar Rp190 ribu. Untuk bahan celana, Wawan menyebut menggunakan bahan lotto, namun ia mengaku tidak mengetahui secara pasti bahan yang digunakan untuk bagian atas karena bergantung kepada produsen.
“Bahan celana kalau tidak salah lotto, untuk bajunya saya tidak tahu itu tergantung produsen, saya tidak tahu bahannya,” jelasnya.
Sementara untuk pakaian batik, Wawan mengatakan seragam batik dan kotak-kotak belum dijual karena barang belum tersedia dan harga dari penjual belum ada.”
Ia juga mengatakan sejumlah produsen sebelumnya telah menawarkan barang dan memberikan sampel kepada mereka, tetapi belum ada kesepakatan harga yang dianggap cocok.
“Saya karena sebagai pengusaha, kalau ada yang mampu ya saya beli. Itu urusan saya sebagai pengusaha,” katanya.
Selain seragam, koperasi juga menjual sejumlah perlengkapan atau atribut sekolah, di antaranya dasi, topi, kaos kaki dan sabuk.
Wawan menyebut harga kaos kaki Rp24 ribu, sabuk Rp28 ribu dan topi Rp28 ribu. Sementara apabila dibeli sebagai paket atribut, nilainya disebut berada di kisaran Rp107 ribu hingga Rp108 ribu.
Ia menegaskan seluruh atribut tersebut dapat dibeli secara satuan.

Daftar Harga PSAS 2026 Jadi Sorotan
Pernyataan Wawan tersebut kemudian menimbulkan sejumlah pertanyaan setelah AgaraNews menemukan daftar yang ditempatkan di depan kantor koperasi dengan tulisan “DAFTAR HARGA PSAS 2026”.
Dalam daftar tersebut tercantum berbagai jenis seragam dan atribut untuk siswa laki-laki maupun perempuan, lengkap dengan harga masing-masing.
Untuk siswa laki-laki, paket atribut tercantum Rp110 ribu, terdiri atas topi BB Rp29 ribu, dasi BB Rp29 ribu, sabuk Rp28 ribu dan kaos kaki Rp24 ribu.
Kaos olahraga tercantum Rp195 ribu, sementara pada bagian lain juga terlihat keterangan harga olahraga Rp200 ribu.
Paket seragam kotak tercantum Rp333 ribu, terdiri dari baju kotak Rp103 ribu, celana kotak Rp194 ribu dan dasi kotak Rp36 ribu.
Paket seragam batik tercantum Rp280 ribu, terdiri dari baju batik Rp130 ribu dan celana BB Rp150 ribu.
Sedangkan paket seragam Pramuka tercantum Rp257 ribu, terdiri dari baju Pramuka Rp116.500 dan celana Pramuka Rp140.500.
Jika dijumlahkan, paket utama siswa laki-laki dalam daftar tersebut mencapai Rp918 ribu. Apabila ditambah paket Pramuka sebesar Rp257 ribu, totalnya menjadi Rp1.175.000.
Untuk siswa perempuan, paket atribut tercantum Rp110 ribu dengan rincian topi Rp29 ribu, dasi Rp29 ribu, sabuk Rp28 ribu dan kaos kaki Rp24 ribu.
Kaos olahraga tercantum Rp200 ribu dan 195 ribu.
Paket seragam kotak tercantum Rp365 ribu, terdiri dari baju kotak Rp108 ribu, rok kotak Rp221 ribu dan dasi Rp36 ribu.
Paket seragam batik tercantum Rp288 ribu, terdiri dari baju batik Rp130 ribu dan rok BB Rp158 ribu.
Sementara paket seragam Pramuka tercantum Rp260 ribu, terdiri dari baju Pramuka Rp119.500 dan rok Pramuka Rp140.500.
Total paket utama siswa perempuan dalam daftar tersebut mencapai Rp968 ribu. Jika ditambah paket Pramuka sebesar Rp260 ribu, maka total keseluruhannya mencapai Rp1.228.000.

374 Siswa Diterima
Berdasarkan pengumuman hasil seleksi SPMB Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2026/2027, SMPN 1 Baleendah tercatat menerima 374 peserta didik baru.
Jumlah tersebut membuat nilai paket seragam menjadi perhatian, khususnya jika sebagian besar siswa baru membeli kebutuhan seragam melalui koperasi.
Untuk bahan pemberitaan selanjutnya, AgaraNews akan berupaya meminta keterangan langsung dari Kepala SMPN 1 Baleendah, H. Sapto Hardono, S.Pd., M.Si., selaku pimpinan sekolah yang perlu dimintai penjelasan terkait mekanisme dan ketertiban sekolah dalam kegiatan koperasi serta pengawasan terhadap kegiatan koperasi di lingkungan sekolah.
Konfirmasi tersebut diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme penjualan PSAS 2026, dasar penetapan harga, status paket seragam, keterlibatan pihak sekolah dalam kegiatan koperasi, serta mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban atas kegiatan usaha koperasi sekolah.
Sementara itu, AgaraNews telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SMPN 1 Baleendah, H. Sapto Hardono, S.Pd., M.Si., melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Namun hingga berita ini disusun, pesan tersebut masih menunjukkan tanda centang satu, sehingga belum diketahui apakah pesan telah diterima atau dibaca oleh yang bersangkutan.
AgaraNews tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada Kepala SMPN 1 Baleendah maupun pihak terkait,
( SAIPULLAH)


































