Papua, AgaraNews. Net // Jemaat Gereja Baptis Bahtera Wesaroma merayakan Ibadah Syukur Ulang Tahun ke-9 pada Rabu, 9 Juli 2026. Perayaan sakral ini menjadi momen mengingat kembali penyertaan Tuhan sejak gereja didirikan pada 9 Juli 2017 silam.
Tahun ini, perayaan HUT gereja dikemas berbeda dan penuh makna. Jemaat memilih merayakannya dengan Tradisi Bakar Batu, salah satu kearifan lokal Papua yang sarat nilai kebersamaan.
Dalam budaya Papua, Bakar Batu bukan sekadar cara memasak daging, umbi-umbian, dan sayuran dengan batu panas. Lebih dari itu, tradisi ini adalah simbol hidup.
Tiga nilai utama Bakar Batu yang diangkat dalam perayaan ini :
1. Kebersamaan & Persaudaraan
Seluruh jemaat, tua-muda, laki-laki dan perempuan bahu-membahu menyiapkan kayu bakar, memanaskan batu, membersihkan bahan makanan, dan memasak bersama. Tidak ada yang bekerja sendiri.
2. Rasa Syukur
Bakar Batu menjadi wujud terima kasih jemaat kepada Tuhan atas penyertaan-Nya selama 9 tahun berdirinya Gereja Baptis Bahtera Wesaroma. Dari awal merintis hingga bisa bertumbuh dan melayani saat ini.
3. Hospitalitas
Makanan hasil Bakar Batu dibagikan kepada seluruh jemaat dan tamu undangan. Ini adalah bentuk penghormatan dan kasih, sesuai dengan semangat kekristenan: saling melayani dan saling mengasihi.
Rangkaian acara dimulai dengan Ibadah Syukur yang dipimpin oleh gembala dan majelis gereja. Dalam khotbahnya disampaikan bahwa 9 tahun adalah perjalanan iman yang tidak mudah.
“Penyertaan Tuhan sempurna. Di tengah tantangan, Tuhan terus pelihara gereja ini. Biarlah melalui Bakar Batu ini kita diingatkan bahwa kita adalah satu tubuh di dalam Kristus,” ujar salah satu pelayan.
Suasana ibadah berlangsung hangat, khidmat, dan penuh pujian penyembahan.
Perayaan ini menjadi bukti indah bagaimana nilai-nilai iman Kristen berpadu dengan kearifan lokal Papua.
Tradisi Bakar Batu yang awalnya merupakan budaya leluhur, kini diisi dengan makna baru: sebagai ungkapan syukur kepada Allah dan sarana mempererat persekutuan jemaat.
“Kami bersyukur bisa merayakan ulang tahun gereja dengan cara yang sangat Papua. Makan bersama, tertawa bersama, bersyukur bersama. Ini menguatkan kami,” ungkap salah satu jemaat.
Perayaan ditutup dengan makan bersama hasil Bakar Batu. Tercium aroma asap, terdengar canda tawa, dan terlihat wajah-wajah penuh sukacita.
Selamat Ulang Tahun ke-9 Gereja Baptis Bahtera Wesaroma,..!!!
Kiranya Tuhan terus memberkati pelayanan, menumbuhkan jemaat, dan menjadikan gereja ini sebagai “bahtera” yang menjangkau banyak jiwa di tanah Papua.(Lia Hambali)
































