Langkat AgaraNews. Net – Debu pembangunan Desa Pasar Rawa mendadak luruh ketika suara muazin mengalun di udara, Jumat 8 Mei 2026. Di bawah langit Kecamatan Gebang, mesin-mesin berat berhenti meraung. Para prajurit Satgas TMMD 128 Kodim 0203/Langkat meletakkan sekop dan pacul, membasuh wajah yang memerah karena matahari, lalu melangkah menuju rumah Tuhan.
Pemandangan ini jadi potret keseharian Satgas selama TMMD ke-128 berlangsung. Di sela target fisik yang dikejar, ibadah menjadi jeda yang menyatukan.
Di dalam masjid, sekat-sekat pangkat dan penugasan lumer seketika. Bahu-bahu kokoh berseragam loreng merapat, beradu sisi dengan kemeja lusuh warga desa dalam saf yang lurus. Tak ada perintah baris-berbaris, yang ada hanyalah ketundukan kolektif dalam sujud yang panjang.
Bagi masyarakat Pasar Rawa, momen ini bukan hal biasa. Melihat prajurit yang siang harinya mengangkat batu dan semen, kini duduk bersimpuh bersama mereka, menumbuhkan rasa dekat yang sulit diukur dengan angka.
Kami merasa dihargai. Mereka kerja keras untuk desa kami, tapi tetap menyempatkan ibadah bersama. Itu yang bikin kami semakin yakin, TNI memang milik rakyat,” ujar salah seorang warga.
Bagi Letda Inf M. Rezky dan pasukannya, menjaga keimanan adalah bahan bakar paling utama sebelum kembali bertarung dengan semen dan aspal di bawah terik Langkat.
“Di sini kami bukan hanya membangun jalan dan jembatan. Kami juga menjaga nilai kebersamaan dan spiritualitas. Kalau hati tenang, kerja fisik pun jadi ringan,” katanya usai sholat.
Selesai ibadah, prajurit kembali ke lokasi kerja dengan semangat baru. Debu kembali mengepul, mesin kembali meraung, tapi kali ini dengan irama yang berbeda. Ada rasa kekeluargaan yang ikut diaduk bersama pasir dan semen.
Sholat Jumat bersama ini menjadi cerminan kemanunggalan TNI dan rakyat yang tak hanya diucapkan dalam laporan. Ia lahir dari hal-hal sederhana: duduk bersama di saf depan, berbagi ruang sujud, dan saling mendoakan.
Di Desa Pasar Rawa, loreng dan baju lusuh berdiri sejajar. Di situlah terlihat jelas, bahwa pembangunan fisik tanpa pembangunan hati akan kehilangan ruhnya.(Lia Hambali)
































