Tembok Hijau di Pasar Rawa: Saat Tentara dan Warga Patungan Membeli Rasa Aman

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:56 WIB

5096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Langkat, AgaraNews. Net // Di bawah sengatan terik pesisir Langkat, sebuah bangunan mini bercat hijau muda resmi berdiri. Selama hampir sebulan, para prajurit TNI dan warga lokal melebur dalam peluh, merajut kembali rasa aman dan gotong royong yang sempat pudar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi masyarakat pesisir di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, rasa aman belakangan ini terasa seperti barang mewah yang sulit dijangkau. Kecemasan di malam hari sering kali menghantui sudut-sudut kampung.

Namun, sejak Minggu, 11 Mei 2026, atmosfer di desa itu perlahan berubah. Sebuah bangunan sederhana bercat hijau muda kini berdiri tegak di tepi jalan kecil desa, memicu perhatian setiap warga yang melintas.

Bangunan itu tidak megah, bahkan cenderung mini. Hanya sebuah pos kamling dengan bangku kayu panjang di dalamnya.

Namun, bagi publik Pasar Rawa, pos kecil ini adalah jawaban dari sesuatu yang lama mereka rindukan: sebuah ruang komunal yang menghadirkan rasa tenang dan kebersamaan yang intim.

Lahirnya pos kamling ini bukan perkara instan. Ia adalah hasil dari ritus “patungan” tenaga, waktu, dan pikiran selama hampir sebulan penuh antara warga setempat dan Satgas TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-128 Kodim 0203/Langkat.

Selama hampir empat pekan berturut-turut, di bawah sengatan matahari pesisir Gebang yang membakar kulit, sekat-sekat sosial di desa ini luruh tanpa sisa.

Tidak ada lagi jarak antara komando militer dan rakyat jelata. Di lokasi proyek, seragam loreng khas TNI bercampur peluh dengan pakaian oblong lusuh milik warga.

Mereka bahu-membahu memanggul material, mengaduk semen, menyusun batako, hingga memaku papan bangunan.

Pemandangan gotong royong yang mulai langka di era modern ini dipraktikkan kembali secara organik, hari demi hari, hingga bangunan tersebut rampung total.

Bagi warga Pasar Rawa, bangunan ini segera melompat jauh dari fungsi klasiknya yang sekadar menjadi tempat peronda malam menghalau kantuk.

Tempat ini bertransformasi menjadi “ruang ketiga”—sebuah titik temu di mana warga bisa kembali duduk melingkar, menyesap kopi, bertukar kabar, berdiskusi soal masa depan kampung, hingga mendeteksi potensi konflik horizontal sebelum telanjur membesar.

Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf Medwin Sangkakala, menegaskan bahwa pembangunan pos kamling ini memang dirancang untuk memicu kembali urat nadi solidaritas warga yang sempat kaku.

Menurutnya, keamanan wilayah tidak akan pernah maksimal jika hanya mengandalkan patroli aparat tanpa adanya keterlibatan emosional dari masyarakat itu sendiri.

“Pos kamling yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat jaga, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan berkoordinasi warga,” ujar Medwin dalam keterangannya.

Program ini diharapkan mampu menciptakan kehidupan yang aman, harmonis, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong secara organik.”

Pembangunan pos kamling ini sebenarnya hanyalah satu dari sekian banyak agenda fisik yang digarap Satgas TMMD ke-128 di Desa Pasar Rawa.

Di saat yang sama, para prajurit juga mengejar target infrastruktur lain seperti pengerasan jalan desa, pembangunan jembatan, fasilitas MCK, sumur bor, gorong-gorong, hingga rehabilitasi sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH).

Namun, di tengah masifnya proyek-proyek beton dan fisik tersebut, kehadiran pos kamling hijau muda ini justru membawa pesan yang paling puitis sekaligus menohok.

Bahwa pada akhirnya, pertahanan terbaik sebuah wilayah tidak melulu soal senjata atau infrastruktur yang megah.

Kadang, rasa aman sebuah kampung justru dimulai dari bangunan kecil tempat warga kembali duduk bersama, mengobrol hangat, dan menjaga halaman rumah mereka sendiri.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Proyek Jalan Simpang Lawe Desky–Muara Setulen Disorot, Progres dan K3 Dipertanyakan
Perdana OPEN Turnamen Badminton CUP I Piala Ibu Bupati Aceh Timur Meriah dan Sukses
BABINSA GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN PANTAI BERSAMA WARGA
Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Tentang Bahaya Karhutla Di Desa Binaan
Babinsa komsos dengan warga binaan
Babinsa Bersama Warga Angkat Mesin Molen Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis
Babinsa Bersama Warga Turunkan Gorong Gorong Pondasi Bangun Jembatan Beton
Personil Kodim 0108/Agara dan Warga Masyarakat Bahu-Membahu Lembur Bangun Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:31 WIB

Proyek Jalan Simpang Lawe Desky–Muara Setulen Disorot, Progres dan K3 Dipertanyakan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Perdana OPEN Turnamen Badminton CUP I Piala Ibu Bupati Aceh Timur Meriah dan Sukses

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:07 WIB

BABINSA GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN PANTAI BERSAMA WARGA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Tentang Bahaya Karhutla Di Desa Binaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:24 WIB

Babinsa komsos dengan warga binaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Babinsa Bersama Warga Turunkan Gorong Gorong Pondasi Bangun Jembatan Beton

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Personil Kodim 0108/Agara dan Warga Masyarakat Bahu-Membahu Lembur Bangun Jembatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Babinsa Bersama Warga Turunkan Material Semen dan Papan Mal Cor Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Berita Terbaru

ACEH

Babinsa komsos dengan warga binaan

Minggu, 4 Okt 2026 - 07:24 WIB