Proyek Jalan Simpang Lawe Desky–Muara Setulen Disorot, Progres dan K3 Dipertanyakan

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:31 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Kutacane — agaranews.net// Proyek peningkatan ruas Jalan Simpang Lawe Desky–Muara Setulen, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2026, menjadi perhatian terkait progres pekerjaan dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Proyek senilai Rp7.734.562.161,73 itu dikerjakan CV ASJALSEN berdasarkan Nomor Kontrak 02.-AC/Bang/PUPR/APBA/2026.

Perhatian tersebut muncul setelah awak media bersama tim melakukan pemantauan langsung ke lokasi pekerjaan. Berdasarkan pengamatan visual, aktivitas proyek masih berlangsung. Namun, sejumlah bagian pekerjaan terlihat belum sepenuhnya rampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai capaian progres fisik proyek dibandingkan dengan waktu pelaksanaan dan target dalam dokumen kontrak.

Pengamatan visual di lapangan belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran terhadap kontrak atau spesifikasi teknis. Kepastian mengenai hal tersebut memerlukan data progres resmi dan pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.

Dengan nilai kontrak lebih dari Rp7,7 miliar, perkembangan proyek menjadi perhatian publik, terutama terkait kesesuaian antara progres fisik, waktu pelaksanaan, dan rencana kerja.

Ruas Jalan Simpang Lawe Desky–Muara Setulen berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah tersebut. Infrastruktur jalan yang memadai diharapkan dapat memperlancar transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Aceh Tenggara.

Masyarakat perlu memperoleh informasi mengenai progres pekerjaan, persentase capaian fisik, volume pekerjaan yang masih tersisa, dan target penyelesaian proyek.

Jika terdapat keterlambatan atau kendala teknis, penjelasan dari kontraktor dan instansi teknis diperlukan agar informasi yang diterima publik lebih lengkap.

Salah satu pihak yang melakukan pemantauan meminta penjelasan mengenai kesesuaian antara nilai kontrak, waktu pelaksanaan, dan kondisi pekerjaan yang terlihat di lapangan.

> “Kalau melihat nilai kontrak dan kondisi pekerjaan di lapangan, perlu dijelaskan berapa persentase progres saat ini dan apakah seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal kontrak,” ujarnya.

Pertanyaan tersebut perlu dijawab berdasarkan data resmi dan hasil pemeriksaan, bukan hanya pengamatan visual.


Selain progres, perhatian juga tertuju pada kualitas dan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dalam kontrak.

Dalam pekerjaan konstruksi jalan, penilaian kualitas tidak hanya didasarkan pada kondisi permukaan jalan. Pemeriksaan juga mencakup tahapan dan komponen teknis sesuai desain dan spesifikasi, termasuk material, lapisan konstruksi, ketebalan, kepadatan, serta pekerjaan pendukung lainnya.

Jika terdapat bagian pekerjaan yang dinilai perlu diperiksa lebih lanjut, verifikasi dapat dilakukan oleh konsultan pengawas, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), atau instansi teknis terkait sesuai kewenangan.

Media ini tidak menyimpulkan adanya pelanggaran. Pengamatan visual di lapangan disampaikan sebagai bahan pertanyaan dan evaluasi yang perlu dijawab melalui data teknis serta dokumen pekerjaan.

Selain progres pekerjaan, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian dalam pemantauan lapangan.

Berdasarkan pengamatan, sejumlah pekerja belum terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Perlengkapan yang menjadi perhatian antara lain helm keselamatan, sepatu pelindung, dan rompi kerja.

Kondisi tersebut perlu diperhatikan oleh kontraktor dan pihak pengawas karena pekerjaan konstruksi jalan memiliki potensi risiko, seperti aktivitas alat berat, kendaraan proyek, material konstruksi, debu, dan kondisi medan.

Penerapan K3 perlu menjadi bagian dari sistem kerja sehari-hari di lokasi proyek. Penggunaan APD dan prosedur keselamatan diperlukan untuk melindungi pekerja serta pengguna jalan di sekitar area pekerjaan.

> “Keselamatan pekerja seharusnya menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan dalam setiap pekerjaan konstruksi. Penggunaan APD harus menjadi standar di lokasi proyek,” ujar pihak yang melakukan pemantauan.

Untuk menilai tingkat kepatuhan K3 secara menyeluruh, diperlukan pemeriksaan langsung dan penilaian berdasarkan standar keselamatan kerja yang berlaku.

 

Proyek peningkatan Jalan Simpang Lawe Desky–Muara Setulen ditujukan untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Karena menggunakan anggaran publik dengan nilai miliaran rupiah, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari penyelesaian fisik. Mutu, volume pekerjaan, spesifikasi teknis, ketepatan waktu, keselamatan kerja, dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran juga perlu diperhatikan.

Pengawasan proyek menjadi tanggung jawab para pihak sesuai kewenangan masing-masing, termasuk kontraktor, konsultan pengawas, PPK, dan instansi teknis terkait.

Jika pekerjaan telah berjalan sesuai kontrak, publik berhak memperoleh penjelasan mengenai progres fisik, volume pekerjaan yang telah diselesaikan, sisa pekerjaan, dan target penyelesaian.

Jika hasil pemeriksaan teknis menemukan bagian yang perlu diperbaiki, tindak lanjut semestinya dilakukan sesuai ketentuan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan diterima.

Hingga berita ini disusun, pertanyaan mengenai progres pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, dan penerapan K3 masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak pelaksana serta instansi terkait.

Proyek Jalan Simpang Lawe Desky–Muara Setulen Disorot, Progres dan K3 Dipertanyakan

Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi CV ASJALSEN dan pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan, data pendukung, atau tanggapan terhadap informasi dalam pemberitaan ini.

Publik menunggu kepastian bahwa proyek yang dibiayai APBA tersebut dapat diselesaikan sesuai kontrak, memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan kerja, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh Tenggara.

Berita Terkait

Perdana OPEN Turnamen Badminton CUP I Piala Ibu Bupati Aceh Timur Meriah dan Sukses
BABINSA GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN PANTAI BERSAMA WARGA
Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Tentang Bahaya Karhutla Di Desa Binaan
Babinsa komsos dengan warga binaan
Babinsa Bersama Warga Angkat Mesin Molen Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis
Babinsa Bersama Warga Turunkan Gorong Gorong Pondasi Bangun Jembatan Beton
Personil Kodim 0108/Agara dan Warga Masyarakat Bahu-Membahu Lembur Bangun Jembatan
Babinsa Bersama Warga Turunkan Material Semen dan Papan Mal Cor Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:31 WIB

Proyek Jalan Simpang Lawe Desky–Muara Setulen Disorot, Progres dan K3 Dipertanyakan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Perdana OPEN Turnamen Badminton CUP I Piala Ibu Bupati Aceh Timur Meriah dan Sukses

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:07 WIB

BABINSA GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN PANTAI BERSAMA WARGA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Tentang Bahaya Karhutla Di Desa Binaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:24 WIB

Babinsa komsos dengan warga binaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Babinsa Bersama Warga Turunkan Gorong Gorong Pondasi Bangun Jembatan Beton

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Personil Kodim 0108/Agara dan Warga Masyarakat Bahu-Membahu Lembur Bangun Jembatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Babinsa Bersama Warga Turunkan Material Semen dan Papan Mal Cor Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Berita Terbaru

ACEH

Babinsa komsos dengan warga binaan

Minggu, 4 Okt 2026 - 07:24 WIB