KABUPATEN BANDUNG, AGARANEWS– Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Jenjang SMP Tahun 2026, yang diikuti sekitar 300 operator SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Bandung.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Bidang SMP Iwan Ridwan, M.Pd., serta Koordinator Operator Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Riki AB.
Dalam sambutannya, Asep Kusumah menegaskan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab demi memenuhi kebutuhan peserta didik.
“Dana BOS adalah amanah yang diperuntukkan bagi kebutuhan peserta didik. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” ujar Asep.
Ia juga mengingatkan seluruh operator dan pengelola BOS di tingkat sekolah agar setiap pembelanjaan dana BOS dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berdasarkan kebutuhan riil sekolah.
Menurutnya, Pilar utama dalam memajukan pendidikan adalah operator sekolah, sebabnya perencanaan penggunaan anggaran yang baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi dalam pengelolaan dana BOSP.
Melalui kegiatan sosialisasi dan evaluasi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung berharap seluruh operator sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai regulasi, tata kelola, serta pelaporan penggunaan dana BOSP Tahun 2026 sehingga pelaksanaannya dapat berjalan efektif, efisien, dan akuntabel.
(Saipullah)

































