Kutacane,agaranews.net/ Suasana Aula SMK PP Negeri Kutacane tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, ratusan orang tua dan wali murid memenuhi ruangan dengan wajah penuh harapan. Mereka datang untuk mengikuti rapat wali murid siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027, sebuah momentum penting yang menandai awal perjalanan pendidikan putra-putri mereka.
Di tengah antusiasme tersebut, saya berkesempatan hadir dan bersilaturahmi bersama keluarga besar SMK PP Negeri Kutacane sebagai Sekretaris Komisi VII DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh. Kehadiran saya disambut hangat oleh Kepala SMK PP Negeri Kutacane, Bapak Umra Dani, S.Kom., M.Kom., beserta seluruh jajaran dewan guru yang selama ini terus berupaya membangun kualitas pendidikan vokasi di Aceh Tenggara.
Pertemuan itu bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk mendengar secara langsung perkembangan sekolah, sekaligus melihat optimisme yang mulai tumbuh di tengah masyarakat terhadap pendidikan vokasi, khususnya di sektor pertanian.
Dalam pemaparannya, Kepala Sekolah menyampaikan kabar yang sangat membanggakan. Pada tahun ajaran baru ini, SMK PP Negeri Kutacane berhasil menerima sebanyak 144 siswa baru. Angka tersebut menjadi pencapaian yang patut disyukuri karena menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi pertanian di Aceh Tenggara.
Jumlah tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap nama yang diterima, tersimpan harapan besar dari orang tua yang ingin melihat anak-anak mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki keterampilan, mandiri, dan siap menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.
Sebagian siswa nantinya akan tinggal di dalam asrama, sementara sebagian lainnya menjalani pendidikan sebagai siswa nonasrama. Sistem ini menjadi bagian dari pembinaan karakter sekaligus memberikan kemudahan bagi peserta didik yang berasal dari berbagai wilayah di Aceh Tenggara.
Yang paling menggembirakan adalah komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya. Seluruh biaya pendidikan di SMK PP Negeri Kutacane tidak dipungut biaya sama sekali. Para siswa memperoleh layanan pendidikan secara gratis tanpa dibebani biaya sekolah.
Lebih dari itu, bagi siswa yang menetap di asrama, seluruh kebutuhan dasar juga telah disiapkan. Mulai dari tempat tinggal, makan hingga kebutuhan sehari-hari selama berada di lingkungan sekolah disediakan secara cuma-cuma. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas tidak harus menjadi beban ekonomi bagi masyarakat.
Kebijakan tersebut layak mendapat apresiasi karena memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak-anak Aceh, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, untuk memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu.
Dalam kesempatan itu pula, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Sekolah, Bapak Umra Dani, beserta seluruh tenaga pendidik yang telah bekerja keras membawa perubahan positif bagi SMK PP Negeri Kutacane.
Di bawah kepemimpinan beliau, sekolah ini perlahan namun pasti menunjukkan kemajuan yang signifikan. Berbagai pembenahan dilakukan, baik dari sisi tata kelola, kedisiplinan, pelayanan pendidikan maupun peningkatan kualitas pembelajaran.
Lonjakan jumlah peserta didik baru menjadi indikator nyata bahwa kepercayaan masyarakat terus meningkat. Kepercayaan tersebut tentu tidak lahir begitu saja, melainkan merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen seluruh civitas akademika dalam membangun sekolah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Bagi saya, pendidikan merupakan investasi terbesar dalam membangun masa depan Aceh. Oleh karena itu, kemajuan SMK PP Negeri Kutacane tidak boleh berhenti pada peningkatan jumlah siswa semata. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kualitas pendidikan terus ditingkatkan sehingga mampu melahirkan lulusan yang kompeten, produktif, dan siap bersaing.
Di hadapan para guru dan orang tua murid, saya menegaskan komitmen untuk terus mengawal kemajuan sekolah ini melalui fungsi legislasi dan penganggaran yang kami miliki di DPR Aceh.
Ke depan, saya akan berkoordinasi secara intensif dengan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Dinas Pertanian Aceh, serta Pemerintah Aceh agar SMK PP Negeri Kutacane memperoleh perhatian yang lebih besar dalam berbagai program pembangunan pendidikan.
Saya meyakini bahwa pendidikan vokasi, khususnya di bidang pertanian, memiliki peran yang sangat strategis bagi Aceh Tenggara. Daerah ini memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Oleh sebab itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, inovasi, dan kemampuan mengelola sektor pertanian secara modern.
Karena itu, fasilitas penunjang pembelajaran harus terus ditingkatkan. Laboratorium, lahan praktik, peralatan pertanian modern, teknologi pendukung pembelajaran, hingga sarana asrama yang nyaman perlu mendapat perhatian serius agar proses belajar mengajar berjalan semakin optimal.
Saya percaya, ketika fasilitas pendidikan semakin baik, para guru semakin termotivasi, dan para siswa memperoleh dukungan yang memadai, maka sekolah ini akan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan nyata yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Momentum rapat wali murid ini juga mengingatkan kita bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah semata. Orang tua, pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk karakter serta masa depan anak-anak kita.
Kolaborasi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan pemerintah merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi Aceh yang unggul, berakhlak, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan penuh terhadap kemajuan SMK PP Negeri Kutacane. Mari kita jadikan sekolah ini sebagai pusat lahirnya generasi muda yang profesional di bidang pertanian, memiliki semangat kewirausahaan, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan Aceh Tenggara di masa depan.
Semoga ikhtiar yang kita lakukan hari ini menjadi amal baik bagi kemajuan pendidikan dan menjadi jalan lahirnya generasi emas Aceh yang mandiri, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Mari kita terus bergandengan tangan membangun pendidikan vokasi yang berkualitas demi masa depan Aceh yang lebih maju. Ady gegoyong
#YahdiHasan #DPRAceh #PartaiAceh #PendidikanAceh #SMKPPMaju #Kutacane #AcehTenggara #SekolahGratis































