Kutacane,agaranews.net – Suasana pagi di sejumlah ruas jalan utama di Kabupaten Aceh Tenggara tampak lebih sibuk dari biasanya. Setelah menikmati masa libur sekolah, ribuan pelajar kembali mengenakan seragam dan memulai aktivitas belajar pada hari pertama tahun ajaran baru. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat tersebut, personel Polres Aceh Tenggara bersama jajaran Polsek hadir lebih awal untuk memastikan seluruh aktivitas berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Sejak matahari mulai terbit, personel kepolisian telah menempati sejumlah titik yang dinilai rawan kepadatan arus lalu lintas, seperti persimpangan jalan, kawasan pusat aktivitas masyarakat, hingga depan sekolah-sekolah di berbagai wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Kehadiran mereka merupakan bagian dari pelaksanaan Strong Point Pagi, program pelayanan rutin yang difokuskan pada jam-jam sibuk ketika masyarakat memulai aktivitas.
Di lapangan, para personel tidak hanya mengatur arus kendaraan agar tetap lancar, tetapi juga membantu para pelajar menyeberangi jalan dengan aman. Beberapa petugas tampak mengingatkan pengendara agar mengurangi kecepatan saat melintas di kawasan sekolah, sementara yang lain memberikan isyarat kepada kendaraan untuk berhenti sejenak agar anak-anak dapat menyeberang dengan selamat.
Langkah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Para orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah merasa lebih tenang dengan kehadiran aparat kepolisian yang berjaga sejak pagi. Sementara para pengguna jalan juga merasakan dampak positif berupa kelancaran arus lalu lintas meski volume kendaraan meningkat dibanding hari-hari libur.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, S.I.K., melalui Plt. Kasi Humas Ipda Patar mengatakan bahwa kegiatan Strong Point Pagi merupakan salah satu bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat. Menurutnya, keselamatan pelajar dan kelancaran aktivitas masyarakat menjadi prioritas utama, terutama pada momentum hari pertama masuk sekolah yang identik dengan meningkatnya mobilitas kendaraan.
«”Kami ingin memastikan anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan aman dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman. Kehadiran personel di lapangan merupakan komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.»
Ia menjelaskan, pelaksanaan Strong Point Pagi bukan sekadar rutinitas pengaturan lalu lintas, melainkan bagian dari upaya menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu mencegah potensi kecelakaan, mengurai kepadatan kendaraan, sekaligus memberikan rasa aman kepada seluruh pengguna jalan.
Selain menjalankan tugas pengaturan lalu lintas, personel juga memberikan edukasi secara humanis kepada pengendara agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas. Imbauan penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor, pentingnya mematuhi rambu-rambu, hingga mengutamakan keselamatan saat melintas di kawasan sekolah terus disampaikan kepada masyarakat.
Menurut Ipda Patar, budaya tertib berlalu lintas harus dibangun sejak dini. Momentum hari pertama masuk sekolah menjadi kesempatan yang tepat untuk menanamkan kesadaran bersama bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan, baik pengendara, pejalan kaki, maupun para pelajar.
Polres Aceh Tenggara juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung berbagai upaya kepolisian dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib. Sinergi antara aparat, pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.
Dengan kehadiran personel di berbagai titik strategis, aktivitas masyarakat pada hari pertama sekolah di Kabupaten Aceh Tenggara berlangsung kondusif. Arus kendaraan tetap terkendali, para pelajar dapat memasuki lingkungan sekolah dengan aman, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas pagi tanpa hambatan berarti.
Bagi Polres Aceh Tenggara, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat kehadiran yang memberikan rasa aman, perlindungan, dan kepedulian terhadap keselamatan warga. Sebab, setiap langkah kecil yang dilakukan untuk menjaga keselamatan seorang anak menuju sekolah merupakan bagian dari pengabdian Polri dalam menjaga generasi penerus bangsa dan mewujudkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Ady gegoyong































