Kutacane, Agaranews-31 Juli 2026, Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pemberantasan narkoba di Kabupaten Aceh Tenggara membuat kinerja Kasat Narkoba Polres Aceh Tenggara yang baru terus menjadi sorotan publik. Sebagian masyarakat berharap pengungkapan kasus tidak hanya menyasar pengguna maupun pelaku kelas bawah, tetapi juga mampu membongkar jaringan dan bandar besar agar mata rantai peredaran narkotika dapat diputus.
Menanggapi hal tersebut, Tokoh Muda Aceh Tenggara, Rudi Tarigan, mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan sekaligus dukungan kepada Kasat Narkoba yang baru dalam menjalankan tugasnya.
“Kita kawal, kita bantu, dan belum saatnya menilai kinerja Kasat Narkoba yang masih seumur jagung. Berikan beliau kesempatan untuk bekerja,” ujar Rudi Tarigan.
Menurutnya, membangun tim yang solid bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan proses untuk menyatukan personel yang memiliki visi dan komitmen yang sama dalam upaya pemberantasan narkoba. Selain itu, pemetaan jaringan peredaran narkotika juga memerlukan ketelitian, fokus, dan waktu.
“Membenahi internal tim saja membutuhkan waktu agar benar-benar solid. Belum lagi memetakan jaringan peredaran narkoba yang tentu memerlukan strategi dan kerja yang terukur,” katanya.
Rudi mengaku turut merasakan keresahan masyarakat terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba di Aceh Tenggara. Namun, ia mengingatkan bahwa pengungkapan kasus narkoba bukan perkara mudah karena aparat penegak hukum harus mengumpulkan bukti yang kuat agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Kita semua risau, khawatir, dan sangat prihatin terhadap peredaran narkoba. Namun, menangkap pelaku beserta barang buktinya bukan pekerjaan mudah. Aparat harus bekerja keras, dan jangan sampai masyarakat justru menghambat upaya pemberantasan narkoba. Yang dibutuhkan adalah dukungan dan kerja sama semua pihak,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Rudi Tarigan berharap Kasat Narkoba yang baru tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui pendekatan kepada tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda.
“Saya berharap Kasat Narkoba lebih sering membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda. Penindakan memang penting, tetapi mitigasi dan edukasi kepada generasi muda agar menjauhi narkoba juga harus menjadi prioritas. Pencegahan sejak dini adalah investasi terbaik untuk menyelamatkan masa depan Aceh Tenggara,” tutup Rudi Tarigan.
( Red)
.


































