Bogor, 31 Mei 2026, AgaraNews . Net — _Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un._ Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia. *Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu*, Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019, telah berpulang ke rahmatullah pada Sabtu, 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, setelah menjalani perawatan intensif. Almarhum wafat di usia 76 tahun.
Berita duka ini disampaikan keluarga, “Kakanda kami, Ryamizard Ryacudu, telah berpulang. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin ya Rabb”, ujar Jacob Ereste dan keluarga
Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950. Sejak muda, ia memilih jalan pengabdian sebagai prajurit. Semangatnya sebagai anak Sumatera melekat kuat dalam setiap penugasan dan kepemimpinannya.
Karier militernya menanjak hingga puncak. Beliau pernah menjabat sebagai *Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad)* dan kemudian *Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)*. Di kedua posisi strategis itu, nama Ryamizard dikenal sebagai pemimpin tegas, disiplin, dan berpihak pada kepentingan prajurit serta rakyat.
Pada Kabinet Kerja 2014–2019, Presiden Joko Widodo mempercayakannya sebagai *Menteri Pertahanan RI*. Selama lima tahun menahkodai Kementerian Pertahanan, Ryamizard tampil vokal dalam memperjuangkan kemandirian alutsista dan penguatan industri pertahanan dalam negeri.
Ia konsisten mendorong agar Indonesia tidak bergantung pada impor senjata, tetapi memperkuat BUMN dan industri pertahanan nasional. Pemikirannya yang lugas dan gaya komunikasinya yang apa adanya membuat beliau dekat dengan prajurit, sekaligus disegani kawan maupun lawan.
Dari medan tugas sebagai komandan lapangan, pimpinan Kostrad, KSAD, hingga Menhan, Ryamizard meninggalkan warisan nilai: *disiplin, nasionalisme, dan cinta tanah air*. Bagi banyak prajurit, beliau adalah sosok “bapak” yang tidak hanya memberi perintah, tetapi juga teladan.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI, Kementerian Pertahanan, serta seluruh rakyat Indonesia yang merasakan manfaat dari kerja kerasnya menjaga kedaulatan negara.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari sesama purnawirawan, kolega di pemerintahan, hingga masyarakat umum. Banyak yang mengenang ketegasan, kejujuran, dan keberaniannya dalam menyuarakan kepentingan pertahanan bangsa.
Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat terbaik, mengampuni segala khilaf, dan menerima segala amal ibadahnya. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan. (Lia Hambali)
































