Paguyuban Cepot Motah Indonesia Berkomitmen Dan Konsisten Menolak Keberadaan Obat Obatan Jenis G (Tramadol) Dikota Bandung

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:14 WIB

50127 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, AGARANEWS – Paguyuban Cepot Motah Indonesia, menyoroti maraknya peredaran obat keras jenis Tramadol yang dijual secara bebas di sejumlah wilayah Kota Bandung.

Ketua Umum Paguyuban Cepot Motah Indonesia Tommy Subagja menegaskan bahwa tramadol merupakan obat keras yang seharusnya hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Namun, dalam praktiknya obat tersebut justru diperjualbelikan secara bebas oleh oknum pedagang tanpa pengawasan yang memadai

Fenomena tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena diduga berkontribusi terhadap meningkatnya berbagai persoalan sosial di kalangan remaja, mulai dari kriminalitas jalanan, hingga kenakalan remaja lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, penyalahgunaan obat ini di kalangan anak muda kerap dimanfaatkan untuk menimbulkan efek “berani” atau euforia yang kemudian memicu perilaku agresif, termasuk dalam aksi tawuran maupun tindakan kriminal.

“Jika tramadol terus dijual bebas seperti ini, kita sedang membiarkan generasi muda Kota Bandung diracuni secara perlahan. Ini bukan sekadar pelanggaran, ini ancaman serius bagi masa depan anak-anak kita,” tegasnya, disela-sela aksi unjuk rasa didepan Kantor Wali Kota Bandung pada Selasa 25 Mei  2026.

Ia pun mendesak aparat penegak hukum, termasuk kepolisian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta instansi terkait untuk segera bertindak tegas terhadap pedagang yang menjual obat keras tanpa izin.

Menurut Tommy, jika tidak segera ditangani secara serius, peredaran obat keras ilegal berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“APH harus melakukan operasi terpadu secara rutin untuk menertibkan kios-kios maupun oknum-oknum yang menjual obat keras secara ilegal,”tuturnya

“Pedagang yang terbukti menjual obat keras tanpa izin harus diproses secara hukum agar menimbulkan efek jera dan tidak kembali mengulangi praktik yang sama,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan pemetaan wilayah yang rawan peredaran obat keras jenis tramadol, sekaligus memperkuat edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat keras di kalangan remaja.

Tommy menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan generasi muda.

“Kota Bandung tidak boleh kalah oleh para pedagang obat keras ilegal. Negara mesti hadir, aparat perlu bertindak tegas, dan kita semua harus menjaga agar masa depan generasi muda tidak dihancurkan oleh obat yang merusak ini,”tegasnya.

Sebagai Ketua Umum Paguyuban Cepot Motah Indonesia, Tommy Subgja Berkomitmen Dan Konsisten Menolak Keberadaan Obat Obatan Jenis G (Tramadol) Dikota Bandung

Tommy pun menambahkan jika tidak ada tindakan dari APH mau Pemerintah Kota Bandung Paguyuban Cepot Motah Indonesia akan turun kejalan dengan mengadakan aksi unjuk rasa yang lebih besar dengan massa yang lebih lagi dari hari ini. (Redaksi)

Berita Terkait

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan
Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan
Silaturahmi dan Koordinasi, Babinsa Posramil Tadu Raya Gelar Komsos Bersama Aparatur Desa Simpang Jaya
Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan
Babinsa Bersama Warga Masyarakat Cor Tiang Pylon Tepi Dekat Jembatan Gantung Perintis
Babinsa Bersama Warga Gotong Royong Cor Dinding Penahan Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Silaturahmi dan Koordinasi, Babinsa Posramil Tadu Raya Gelar Komsos Bersama Aparatur Desa Simpang Jaya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Babinsa Bersama Warga Masyarakat Cor Tiang Pylon Tepi Dekat Jembatan Gantung Perintis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Babinsa Bersama Warga Gotong Royong Cor Dinding Penahan Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Babinsa Koramil 0108-07/Semadam Bantu Warga Jemur Padi

Berita Terbaru