KABUPATEN BANDUNG, AGARANEWS– Pekerjaan rehabilitasi ruang kelas bertingkat di SMP Negeri 2 Katapang, Kabupaten Bandung, masih terus berlangsung. Berdasarkan pantauan awak media di lokasi proyek, proses pembongkaran dan pembangunan struktur baru tampak sedang dikerjakan oleh para pekerja.
Pantauan dilokasi Jum’at 31 Juli 2026 Di area proyek terlihat sejumlah kolom beton bertulang telah berdiri dan sebagian dinding bangunan telah dibongkar sebagai bagian dari proses rehabilitasi. Material bangunan seperti kayu bekisting, besi tulangan, dan timbunan material juga terlihat tersusun di beberapa titik lingkungan sekolah.

Namun demikian, dari hasil pantauan di lapangan, terdapat pekerja yang terlihat melakukan aktivitas tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap. Pekerja tampak tidak menggunakan helm proyek maupun sepatu keselamatan saat berada di area konstruksi.
Selain itu, material proyek terlihat ditempatkan di sisi akses lingkungan sekolah. Penataan material tersebut diharapkan tetap memperhatikan aspek keamanan agar tidak mengganggu aktivitas maupun membahayakan warga sekolah dan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan bagian penting dalam setiap proyek konstruksi. Penggunaan APD, seperti helm keselamatan, sepatu pelindung, rompi kerja, dan perlengkapan lainnya, bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan kerja selama proses pembangunan berlangsung.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Bertingkat SMPN 2 Katapang yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Bandung dengan nilai kontrak sebesar Rp399.475.223 dan waktu pelaksanaan 60 hari kalender. Adapun pelaksana pekerjaan tercantum adalah CV. Artha Jaya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung terkait penerapan standar keselamatan kerja selama pelaksanaan proyek. Apabila terdapat tanggapan resmi, AGARANEWS akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.
(Saipullah)

































