LSM KOREK Kritik Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung Kerjakan Jalan Panjunan Tanpa Kelengkapan informasi

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:32 WIB

50152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Agaranews – Proyek Pemeliharaan Jalan Di Jalan Panjunan Dan Jalan Astana Anyar Kota Bandung Menuai Kritikan Tajam dari LSM KOREK

Proyek ini menjadi perhatian LSM KOREK setelah muncul dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan Ketidaklengkapan informasi pada papan proyek yang dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip akuntabilitas dan transparansi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil penelusuran dan pantauan LSM KOREK dilokasi pekerjaan yang dilakukan oleh CV.Bangun Sarana Abadi, diduga belum sepenuhnya nya mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta standar jenis peningkatan jalan.

Kemudian ada dugaan Hotmix diperjual belikan kepada masyarakat dan penerangan jalan pada saat melakukan pekerjaan tidak memadai.

Menurut Sekretaris Jendral DPP LSM KOREK Asep Sofiyan Yahya yang akrab disapa Ade KOREK, di lokasi proyek mengatakan, tidak ada pengawasan dari dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung.

“Yang ada hanya ada perwakilan konsultan pelaksana, itu juga hanya staf-nya”,ucapnya, Kamis malam 21 Mei 2025.

Disisi lain, Ade KOREK juga mengatakan sebelum dilakukan penyiraman perekat dan peningkatan aspal, tidak dilakukan pengerukan atau gril terlebih dahulu.

“Guna memastikan struktur dasar sebelum dilakukan pelapisan ulang, kita tidak menemukan adanya proses penggalian/pengerukan aspal atau pembongkaran lapisan eksisting secara manual atau menggunakan alat cold Milling Machine, ,” tutur Ade.

Ade juga mengatakan,adanya dugaan pengurangan anggaran dikarenakan ketebalan tidak sama.

“Berdasarkan hasil investigasi LSM KOREK, pada sejumlah titik lapisan hotmix terlihat lebih tipis dari spesifikasi umum dan permukaan jalan dibeberapa bagian terlihat kurang merata sehingga jauh dibawah standar spesifikasi teknis yang mempengaruhi kwalitas dan daya tahan jalan, serta pengurangan anggaran,”jelasnya.

Kendati ada papan informasi di lapangan tetapi tidak melampirkan pagu anggaran dan kode RUP atau kode kontrak dari proyek tersebut sehingga LSM KOREK menilai ada yang ditutup-tutupi dan ketidaktransparanan tentang proyek tersebut,

Lebih Lanjut Ade juga mengatakan, Ketidaklengkapan informasi pada papan proyek dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip akuntabilitas dan transparansi.

“Apakah ada sesuatu yang sengaja ditutupi? Bagaimana masyarakat bisa memastikan kesesuaian antara nilai proyek dengan kualitas pekerjaan jika anggarannya disembunyikan?,”tanya Ade.

“Kondisi ini menimbulkan kecurigaan publik,dan ini jelas merugikan masyarakat karena menutup ruang pengawasan publik”,tegas Ade.

LSM KOREK meminta kepada Pemkot Bandung untuk tidak melakukan pembayaran terlebih dahulu tanpa ada pemeriksaan oleh pihak terkait berdasarkan hasil investigasi dan temuan LSM KOREK.

Sementara itu salah satu konsultan pengawas mengatakan, proses pengerukan aspal tidak dilakukan di semua bagian yang di aspal melainkan hanya dibeberapa yang di anggap harus di lakukan pengerukan.

Terkait dengan tidak adanya pengawasan dari dinas terkait dan tidak transparan papan informasi konsultan pengawas mengatakan tidak mengetahui hal tersebut.

Sebagai informasi, Berdasarkan papan informasi,

Pekerjaan : pemeliharaan jalan, panjunan dan Astana Anyar.

Lokasi: Kotamadya Bandung. Sumber dana APBD Kota Bandung

Waktu pelaksana : 90 Hari Kalender.

Penyedia jasa : CV. Bangun Sarana Abadi.

Berita Terkait

Hotmix Kopo–Bihbul Dikerjakan Malam, Permukaan Lebih Kasar: Kekhawatiran Dedi Mulyadi Seolah Terjawab di Lapangan
Proyek Revitalisasi SMPN 1 Cilengkrang Rp2 Miliar Lebih, Mekanisme Swakelola Jadi Sorotan
Kepala MAN 2 Bandung Belum Jawab Konfirmasi, AgaraNews Siapkan Surat Resmi dan Minta Audit Jika Tetap Bungkam
Disdik Kabupaten Bandung Klarifikasi 11 Paket RKB, HPS Disebut di Bawah Rp400 Juta
Siapa Ajukan Petak 84? Petani Kopi Pertanyakan Pengukuran Lahan, Minta Kementerian Kehutanan Turun Tangan
11 Paket RKB SD di Kabupaten Bandung Tercatat Pengadaan Langsung di Atas Rp400 Juta, Total Pagu Rp4,74 Miliar
INVESTIGASI: RKB SMPN 3 Katapang: Urugan Pasir Pondasi Tak Terlihat, Ukuran Pondasi Dipertanyakan, Papan Proyek Paving Block Nihil, Pekerja Diduga Abaikan APD
PACIRA Bentuk Panitia HUT Ke-5, Siapkan Bakti Sosial dan Perkuat Silaturahmi Insan Pers

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:03 WIB

DPD KNPI Kota Tanjungbalai Tetap Eksis Dukung Supremasi Hukum

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Semarak HUT-81 Kemerdekaan RI, Walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai Sambut Arak Arakan dan Atraksi Pawai Karnaval

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Deli Serdang Berjalan Lancar, Sejumlah Penghargaan Diserahkan

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Walikota Tanjungbalai Irup Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:26 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta Utara

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Polsek Koja Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Teguhkan Semangat Pengabdian untuk Negeri

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Kapolda NTT Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Ngada, Polri Hadir Ringankan Beban Warga

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Polda Metro Jaya Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Berita Terbaru

HEADLINE

DPD KNPI Kota Tanjungbalai Tetap Eksis Dukung Supremasi Hukum

Senin, 17 Agu 2026 - 23:03 WIB