Jakarta Utara,AgaraNews. Net– Polsek Kelapa Gading kembali menunjukkan kesigapan merespons laporan masyarakat melalui layanan 110. Sabtu malam, 30 Mei 2026, personel piket fungsi bersama KA SPKT yang dipimpin Pawas Kanit Samapta IPTU ARIS langsung menuju Lapangan Jabesmen RT 04 RW 04, Kelurahan Kelapa Gading Timur, setelah menerima informasi penemuan seorang pria dalam kondisi tergantung menggunakan tali tambang.
Petugas tiba di lokasi tak lama setelah laporan masuk sekitar pukul 21.30 WIB untuk melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara dan penanganan awal.
Di lokasi, polisi menemukan seorang laki-laki berinisial HW. Berdasarkan data, HW merupakan pengemudi ojek online Grab yang tinggal bersama istri, anak, dan mertuanya di wilayah Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Menurut keterangan saksi I dan H, sekitar pukul 21.00 WIB mereka melihat seseorang mencurigakan di area parkiran mobil. Saat dihampiri, korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali tambang warna biru yang terikat di pohon. Saksi bersama warga kemudian segera melapor ke polisi.
Ketua RW 04 Kelapa Gading Timur menyampaikan, sehari sebelum kejadian korban sempat terlihat bolak-balik ke rumah orang tuanya di Kelapa Gading Timur. Sementara pihak keluarga melalui mertua korban menyebut selama ini HW tidak pernah mengeluhkan persoalan tertentu semasa hidupnya.
Dari pemeriksaan luar yang dilakukan Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Utara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSCM untuk dilakukan Visum et Repertum guna mengetahui penyebab kematian secara medis.
Kapolsek Kelapa Gading Kompol Muhammad Esha, S.I.K., mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan demi memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami menghimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian yang membutuhkan kehadiran Polisi melalui layanan 110 maupun Polsek terdekat sehingga dapat segera ditindaklanjuti. Saat ini kasus masih dalam penanganan Polsek Kelapa Gading dan kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut,” ujar Kapolsek.
Polisi masih mendalami kronologi dan motif kejadian. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar proses penyelidikan berjalan optimal.(Lia Hambali)
































