Tanah Karo, AgaraNews. Net – Semangat berbagi Idul Adha 1447 H terasa kental di kalangan perantauan Jawa yang tergabung dalam Paguyuban Jawa Manunggal Kabupaten Karo. Tahun ini, keluarga besar paguyuban kembali melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebanyak 10 ekor, terdiri dari delapan ekor sapi dan dua ekor kambing.
Penyembelihan digelar di lokasi yang telah disiapkan panitia, dihadiri pengurus dan anggota paguyuban. Suasana gotong royong tampak sejak pagi, mulai dari proses penyembelihan hingga pemotongan dan pendistribusian daging qurban.
Ketua Pelaksana Penyembelihan Hewan Qurban, Samino, didampingi pengurus paguyuban menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah tahun ini kita menyembelih 10 ekor hewan kurban yang akan dibagikan kepada keluarga besar Paguyuban Jawa Manunggal dan masyarakat umum, khususnya di Kabupaten Karo,” ujarnya.
Samino menambahkan, panitia telah menyiapkan sekitar seribu kupon yang sudah dibagikan sebelumnya kepada warga yang berhak menerima. Pembagian dilakukan secara tertib agar tepat sasaran.
Ketua Paguyuban Jawa Manunggal sekaligus penanggung jawab kegiatan, Rizky Sugianpang, menegaskan bahwa kurban ini merupakan agenda tahunan paguyuban. Menurutnya, ini adalah bentuk kontribusi nyata perantauan Jawa kepada masyarakat Karo.
“Ini merupakan bentuk kontribusi kepada masyarakat, yang mana kegiatan ini merupakan agenda tahunan,” jelas Rizky.
Senada dengan itu, Ketua Panitia H. Sunarto menambahkan bahwa kegiatan ini semata-mata mengharapkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT. Ia berharap, melalui ibadah kurban, Paguyuban Jawa Manunggal semakin istiqamah dan silaturahmi antar sesama perantauan kian erat.
“Kegiatan ini juga semata-mata mengharapkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT agar paguyuban kita semakin istiqamah, sehingga silaturahmi di antara sesama perantauan akan terjalin baik, insyaallah,” tutup H. Sunarto.
Idul Adha 1447 H menjadi bukti bahwa Paguyuban Jawa Manunggal tak hanya menjaga tradisi, tapi juga merawat kepedulian. Sepuluh ekor hewan qurban, seribu kupon, dan semangat gotong royong jadi penanda: di tanah perantauan, persaudaraan tetap dikurbankan untuk, bukan dikorbankan.
Pelaksanaan penyembelihan berjalan aman, lancar, dan penuh kekeluargaan hingga seluruh daging kurban tersalurkan.( Donal)
Editor : Lia Hambali
































