Diduga Lewati Tahapan Cold Milling, Proyek Rekonstruksi Jalan Kopo–Soreang Senilai Rp11,39 Miliar Jadi Sorotan

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 22:00 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diamati tidak terlihat adanya aktivitas pengerukan lapisan perkerasan lama menggunakan mesin cold milling, sementara permukaan aspal eksisting masih tampak utuh.

Diamati tidak terlihat adanya aktivitas pengerukan lapisan perkerasan lama menggunakan mesin cold milling, sementara permukaan aspal eksisting masih tampak utuh.

Kabupaten Bandung, AGARANEWS – Pelaksanaan proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Bandung (Kopo)–Soreang dengan nilai kontrak Rp11.394.632.656,42 menjadi sorotan publik setelah ditemukan dugaan pekerjaan pengaspalan dilakukan tanpa melalui tahapan cold milling atau pengupasan lapisan aspal lama pada sejumlah titik pekerjaan.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, terlihat kendaraan asphalt distributor melakukan penyemprotan tack coat sebagai lapis perekat sebelum dilakukan penghamparan aspal baru. Namun, pada lokasi yang diamati tidak terlihat adanya aktivitas pengerukan lapisan perkerasan lama menggunakan mesin cold milling, sementara permukaan aspal eksisting masih tampak utuh.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai metode pelaksanaan pekerjaan yang diterapkan pada proyek yang dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Barat tersebut. Sebab, dalam pekerjaan rekonstruksi jalan, metode pelaksanaan pada prinsipnya harus mengacu pada gambar rencana, spesifikasi teknis, serta dokumen kontrak yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut berada di bawah tanggung jawab UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan III, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Proyek dilaksanakan oleh CV. Nawasena Parikesit Perkasa (NPP) dengan pengawasan PT Second Dwitunggal Putra KSO bersama PT Nusa Karya Pembangunan selaku konsultan supervisi.

Kontrak pekerjaan bernomor 222/PU.R.08.01/Rekon.KP/KTR/PPK/PJ2WP.III ditandatangani pada 2 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Dalam pekerjaan rekonstruksi jalan, proses cold milling pada umumnya dilakukan apabila diperlukan untuk mengupas lapisan perkerasan lama yang mengalami kerusakan, memperbaiki elevasi jalan sesuai desain, serta menghasilkan ikatan yang lebih baik antara lapisan lama dengan lapisan aspal baru. Namun demikian, penerapan metode tersebut tetap bergantung pada desain teknis dan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen kontrak.

Karena itu, tidak terlihatnya proses cold milling pada lokasi yang dipantau menimbulkan pertanyaan apakah pekerjaan tersebut memang menggunakan metode overlay tanpa milling sesuai dokumen perencanaan, atau terdapat metode teknis lain yang telah mendapat persetujuan dari pihak berwenang.

Sejumlah pengguna jalan berharap proyek dengan nilai lebih dari Rp11,39 miliar tersebut benar-benar mengutamakan kualitas pekerjaan. Ruas Jalan Kopo–Soreang merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung serta menjadi akses utama menuju Katapang, Kutawaringin, Soreang, Ciwidey hingga kawasan Bandung Selatan yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan.

Salah seorang pengguna jalan mengatakan masyarakat menginginkan pembangunan yang berkualitas dan tidak sekadar mengejar penyelesaian pekerjaan.

“Kalau memang tidak dikeruk, masyarakat tentu ingin tahu apakah itu memang sesuai spesifikasi teknis atau tidak. Jangan sampai baru beberapa waktu selesai, jalannya sudah kembali rusak,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Yudi, telah dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp terkait metode pelaksanaan pekerjaan serta dugaan tidak dilaksanakannya tahapan cold milling pada lokasi yang dipantau. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun penjelasan, meskipun pesan konfirmasi yang dikirim diduga telah dibaca, Senin 20 Juli 2026.

Masyarakat berharap Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, PPK, kontraktor pelaksana, serta konsultan supervisi dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai metode pelaksanaan yang digunakan. Transparansi tersebut dinilai penting untuk memastikan proyek yang dibiayai dengan uang negara benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, dan standar mutu konstruksi, sehingga menghasilkan jalan yang aman, berkualitas, serta memiliki umur layanan yang panjang bagi masyarakat.

 

(Tim)

Berita Terkait

Paket Seragam SMPN 1 Baleendah Capai Rp1,228 Juta, Ketua Koperasi Sebut Keuntungan di Kisaran 50 Persen
Seragam SMPN 1 Baleendah Jadi Sorotan, Ketua Koperasi Sebut Keuntungan Sekitar 50 Persen
Koperasi SMPN 1 Baleendah Klaim Seragam Tak Wajib, Daftar PSAS 2026 Cantumkan Paket Hingga Rp1,228 Juta
SMPN 1 Ciwidey Klarifikasi Kondisi Sarpras dan Penggunaan Dana BOS, Ruang Kelas hingga Perpustakaan Diusulkan Revitalisasi
Dana JKN dan BOK Puskesmas Bihbul Disorot, Data Penggunaan Dipertanyakan, Audiensi ke Dinkes Bandung Disiapkan
Dana Pemeliharaan Sarpras SMPN 1 Ciwidey Capai Rp446,8 Juta dalam Tiga Tahun, Kondisi Fasilitas Masih Memprihatinkan
Ketua Komite MAN 2 Bandung Beri Klarifikasi, Pertanyaan AgaraNews Terjawab
Iuran MAN 2 Bandung Belum Terjawab, AgaraNews Tempuh Jalur Polda Jabar dan Kakanwil Kemenag

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Silaturahmi dan Koordinasi, Babinsa Posramil Tadu Raya Gelar Komsos Bersama Aparatur Desa Simpang Jaya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Babinsa Bersama Warga Masyarakat Cor Tiang Pylon Tepi Dekat Jembatan Gantung Perintis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Babinsa Bersama Warga Gotong Royong Cor Dinding Penahan Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Babinsa Koramil 0108-07/Semadam Bantu Warga Jemur Padi

Berita Terbaru