
Kutacane Agaranews.net – Dandim 0108/Agara Letkol Czi Arya Murdyantoro S.T. hadiri kegiatan Panen Raya dalam Rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional secara Virtual di Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2026
bertempat di desa Terutung Megara Lawe Pasaran, Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tengara.Sabtu (18/07/2026).
Kegiatan di awali dengan Laporan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, yaitu Panen Raya dalam Rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yaitu yang mengintegrasikan Panen Tebu, Padi dan kedelai merupakan bagian dari upaya strategis TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dan terhubung secara virtual di berbagai wilayah Indonesia, sebagai bentuk sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani serta dalam mewujudkan swasembada pangan Nasional.
Menindaklanjuti perintah Bapak Presiden Republik Indonesia, TNI melaksanakan pendampingan terpadu terhadap para petani dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian. Pendampingan ini dilakukan secara terstruktur dan terkoordinasi oleh masing-masing matra TNI sesuai dengan fokus komoditas yang telah ditentukan, yaitu TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada komoditas Tebu. TNI Angkatan Laut (TNI AL) pada komoditas Kedelai dan TNI Angkatan Darat (TNI AD) pada komoditas Padi.
Pada Komoditas Budidaya Tebu Tentara Nasional Angkatan Udara (TNI AU) mendampingi lahan seluas 236.048 Hektar, dengan potensi Produksi sebanyak 18.386 Juta ton Tebu, yang menghasilkan 1.36 Juta Ton Gula. Pada Komoditas Budidaya Kedelai Tentara Nasional Angkatan Laut (TNI AL) mendampingi lahan seluas 2.432 Hektar, dengan potensi Produksi 3.676 Ton Kedelai, yang menghasilkan kontribusi 0.35%. Pada Komoditas Padi, Tentara Nasional Angkatan Darat (TNI AD) mendampingi lahan seluas 479.659 Hektar, total produksi mencapai 19.2 juta ton beras.
Panen Raya ini bukti nyata TNI hadir memperkuat kemandirian pangan dan memajukan perekonomian bangsa sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045. Capaian ini adalah sinergi Pemerintah, BUMN, Dunia Usaha, Akademisi dan Masyarakat.
Sambutan dan Penekanan Sirine Tanda Panen Raya oleh Presiden RI H. Prabowo Subianto, yaitu Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kedaulatan bangsa. Negara yang kuat adalah negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemenmasyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian pangan Nasional.
Saya ingin menegaskan bahwa TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri lahir dari rakyat, besar bersama rakyat, dan harus selalu berada di tengah-tengah rakyat. Oleh karena itu, dalam setiap pelaksanaan tugas, TNI dan Polri harus senantiasa bersinergi, bergandengan tangan, dan bekerja bersama rakyat.
Keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pertanian, baik pada komoditas padi, tebu, maupun kedelai, merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara. Demikian juga Polri yang turut berperan dalam menjaga stabilitas dan mendukung kelancaran program ketahanan pangan.
Saya mengapresiasi peran aktif TNI yang tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga turut hadir di tengah masyarakat dalam mendukung sektor pertanian. Keterlibatan TNI dalam pendampingan petani, pengolahan lahan, distribusi sarana produksi, hingga panen seperti yang kita laksanakan hari ini merupakan bentuk nyata sinergi untuk memperkuat ketahanan pangan Nasional, hingga panen seperti yang kita laksanakan hari ini. Ini adalah bukti bahwa Negara hadir dan bekerja nyata untuk kesejahteraan rakyat.
Saya juga mengajak seluruh kepala Daerah untuk terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada petani, memastikan ketersediaan pupuk, bibit unggul, serta akses pasar yang baik. Kepada para petani, saya sampaikan terima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan Bangsa.
Mari kita jadikan momentu


































