Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Tetapkan 287 WNA dan 4 WNI sebagai Tersangka

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:47 WIB

5092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta, AgaraNews . Net // Bareskrim Polri mengungkap jaringan perjudian online berskala internasional yang beroperasi di Indonesia. Pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri setelah menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang melibatkan warga negara asing (WNA) di Jakarta Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengungkapan tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam melindungi masyarakat melalui penegakan hukum, termasuk terhadap kejahatan transnasional yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

“Negara Indonesia adalah negara yang berdaulat. Polri bersama para stakeholder menunjukkan bahwa pendekatan hukum sangat diperlukan dalam menghadapi perkembangan modernisasi dan digitalisasi, termasuk dalam pengungkapan kasus perjudian online lintas negara,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo kepada wartawan di Jakarta (26/6).Sementara itu, Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin menjelaskan, pengungkapan berawal dari informasi masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower. Setelah dilakukan penyelidikan dan penindakan di lantai 20 dan 21 gedung tersebut, penyidik berhasil mengamankan sebanyak 322 warga negara asing.

“Dari 322 WNA yang diamankan, sebanyak 287 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari 76 WNA China, 3 WNA Laos, 2 WNA Malaysia, 15 WNA Myanmar, 6 WNA Thailand, dan 185 WNA Vietnam. Selain itu, kami juga mengamankan 4 warga negara Indonesia yang berperan memfasilitasi operasional jaringan tersebut, sementara 35 WNA lainnya masih menjalani pendalaman,” kata Irjen Pol. Nunung.

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik turut menyita berbagai barang bukti berupa 594 unit telepon genggam, 382 laptop, 179 monitor dan komputer, 11 unit Mac Mini, router, perangkat digital lainnya, 155 paspor, serta uang tunai dalam bentuk rupiah dan berbagai mata uang asing dengan nilai keseluruhan sekitar Rp8,7 miliar.

Irjen Pol. Nunung menjelaskan jaringan tersebut mengoperasikan lebih dari 145 situs perjudian online secara bergantian untuk menghindari pemblokiran. Seluruh server dan hosting diketahui berada di luar negeri.

“Berdasarkan analisis digital terhadap salah satu platform milik tersangka, ditemukan total nilai deposit sekitar Rp13,9 triliun yang saat ini masih didalami bersama PPATK dan OJK,” ujarnya.Lebih lanjut, Irjen Pol. Nunung menegaskan bahwa penyidikan tidak akan berhenti pada para pelaku yang telah diamankan.

“Kami akan terus mengembangkan perkara ini guna melacak aliran dana, aset hasil kejahatan, peran perusahaan penjamin warga negara asing, hingga kemungkinan penerapan tindak pidana pencucian uang,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra memaparkan modus operandi jaringan tersebut. Para pelaku mengelola ratusan situs perjudian online dengan memanfaatkan promosi melalui media sosial, penggunaan rekening nominee, aset digital, hingga transaksi menggunakan USDT maupun token kripto untuk menyamarkan aktivitas ilegal sebagai perusahaan teknologi dan pemasaran digital.

Menurutnya, para tersangka memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan operasional jaringan tersebut, mulai dari customer service sebanyak 175 orang, programmer atau IT sebanyak 10 orang, admin marketing sebanyak 27 orang, admin keuangan sebanyak 22 orang, peserta pelatihan sebanyak 9 orang, serta 44 orang sebagai pendukung operasional.

Selain menangkap ratusan WNA, penyidik juga mengamankan empat warga negara Indonesia yang memiliki peran penting dalam operasional jaringan tersebut, yakni membantu penyewaan gedung, menyediakan rekening bank dan kartu ATM, membantu transaksi kripto, hingga mengurus dokumen keimigrasian para WNA.

Brigjen Pol. Wira juga mengungkapkan hasil analisis digital forensik menemukan 145 domain atau situs perjudian online yang dioperasikan secara bergantian. Server dan hosting situs tersebut diketahui berada di Brasil, Filipina, China, dan Vietnam.

Selain itu, penyidik menemukan data berupa Google Sheet yang memuat catatan transaksi pada salah satu platform perjudian.

“Berdasarkan data tersebut, diketahui terdapat nilai deposit mencapai Rp13,9 triliun dengan keuntungan yang telah tercatat sekitar Rp1,69 triliun,” jelasnya.

Penyidik juga telah mengidentifikasi 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor atau penjamin masuknya para WNA ke Indonesia. Saat ini proses pendalaman terus dilakukan bersama Direktorat Jenderal Imigrasi.

Dalam pengembangan perkara, penyidik bersama PPATK turut menelusuri transaksi keuangan empat WNI yang terlibat. Dari hasil analisis tersebut, berhasil dilakukan penyitaan dana sekitar Rp8,5 miliar, ditambah uang tunai dalam berbagai mata uang asing senilai sekitar Rp245 juta.

Brigjen Pol. Wira menegaskan penyidikan akan terus dikembangkan untuk membongkar seluruh jaringan hingga kepada pihak-pihak yang menikmati hasil kejahatan tersebut.

Polri berkomitmen untuk terus mengembangkan kasus ini dan mengungkap seluruh jaringannya, termasuk aliran dana, aset hasil kejahatan, pihak yang berperan sebagai penjamin, serta akan menerapkan tindak pidana pencucian uang terhadap pihak-pihak yang terlibat,” tegasnya.

Melalui pengungkapan kasus ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus memberantas praktik perjudian online hingga ke akar-akarnya, termasuk membongkar jaringan internasional beserta aliran dana dan aset hasil kejahatan yang beroperasi di wilayah Indonesia.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Anggota Koramil 0201-16/TM Laksanakan Patroli Gabungan
Serda Dodi Irwansyah Bersama Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya Cek Kondisi Pintu Air
Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan, Babinsa Kodim 0201/Medan Gencarkan Patroli Malam Sisir Titik Rawan di Kota Medan
Kodim 0201/Medan Gelar Pembinaan PERSAMI KKRI di SMA Negeri 2 Medan, Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme Generasi Muda 
Babinsa Tingkatkan Kedekatan dan Mensosialisasikan Rekrutmen Prajurit TNI ke Masyarakat
Babinsa Koramil 0201-07/MT Sosialisasikan Rekrutmen TNI AD, Ajak Pemuda Segera Mendaftar
Babinsa Koramil 0201-16/TM Hadiri Upacara Persemayaman dan Pemakaman Pelda (Purn) Mahyudin
Babinsa Koramil 14/PB Tegaskan kepada Pelajar, Agar Giat Belajar, Jaga Karakter, Raih Masa Depan

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Anggota Koramil 0201-16/TM Laksanakan Patroli Gabungan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Serda Dodi Irwansyah Bersama Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya Cek Kondisi Pintu Air

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Antisipasi Begal dan Kejahatan Jalanan, Babinsa Kodim 0201/Medan Gencarkan Patroli Malam Sisir Titik Rawan di Kota Medan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Kodim 0201/Medan Gelar Pembinaan PERSAMI KKRI di SMA Negeri 2 Medan, Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme Generasi Muda 

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Babinsa Tingkatkan Kedekatan dan Mensosialisasikan Rekrutmen Prajurit TNI ke Masyarakat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Babinsa Koramil 0201-16/TM Hadiri Upacara Persemayaman dan Pemakaman Pelda (Purn) Mahyudin

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Babinsa Koramil 14/PB Tegaskan kepada Pelajar, Agar Giat Belajar, Jaga Karakter, Raih Masa Depan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Terkuak,.!!! Gudang Misterius Berpagar Hitam di Jalan Sri Menanti Sungailiat, Warga Sebut Milik Bos Besar Popo Simpan Alat Berat dan Drum Solar

Berita Terbaru

HEADLINE

Anggota Koramil 0201-16/TM Laksanakan Patroli Gabungan

Minggu, 11 Okt 2026 - 15:25 WIB