Bangka, AgaraNews.com // Dugaan aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di kawasan pemukiman padat penduduk di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, kembali mencuat ke permukaan. Sebuah gudang berpagar hitam tinggi di Jalan Sri Menanti, Sungailiat, disinyalir menjadi lokasi penyimpanan alat berat dan BBM ilegal.
Berdasarkan informasi dari masyarakat yang berada tak jauh dari lokasi rumah Popo, tepatnya di Jalan Sri Menanti, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, menyebutkan lokasi tersebut adalah milik seorang pengusaha yang akrab disapa Popo.
“Menyebutkan itu gudangnya Popo, dan di sebelah itu yang rumah 2 tingkat itu rumahnya. Kami warga sini memang menyebut kalau Popo itu adalah bos besar,” ungkap salah seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga tersebut membeberkan bahwa di dalam gudang berpagar hitam yang tertutup rapat itu tak hanya berisi alat berat jenis excavator, namun juga diduga kuat menjadi tempat penimbunan BBM jenis solar dalam jumlah besar.
“Di gudang pagar hitam itu tak hanya ada alat berat excavatornya. Tapi di dalam gudang itu juga bos Popo menyimpan BBM jenis solar, coba lihat di balik pagar hitam itu pasti di dalamnya ada alat berat dan drum-drum yang berisikan solar,” bebernya.
Aktivitas keluar masuk kendaraan berat di gudang tersebut pun sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga sekitar.
“Kami warga sini sangat tahu terkait aktivitas gudang tersebut, berapa kali sering mobil keluar masuk bawa alat berat. Bukan cuma alat berat excavator saja tapi sering keluar masuk juga bawa solar, bahkan kami juga sering mengantar dan membeli solar dari bos Popo,” ucap masyarakat sekitar terkait gudang milik Popo.
Untuk membuktikan laporan warga tersebut, tim media ini mencoba melakukan investigasi langsung ke lokasi gudang milik Popo. Dari luar, terlihat pagar hitam tinggi yang tertutup rapat, seolah menutupi aktivitas di dalamnya.
Namun, saat media ini mencoba mengintip dari celah pagar yang sedikit terbuka, ternyata benar adanya apa yang disebutkan oleh narasumber warga sekitar.
Di dalam area gudang, terlihat dengan jelas terdapat beberapa unit alat berat excavator merek Hitachi yang terparkir rapi di area dalam gudang. Tak hanya itu, terlihat juga beberapa drum bermerek Pertamina berwarna merah putih yang berjejer dan diduga kuat berisikan minyak solar.
Bahkan, diduga tepat di depan alat berat excavator tersebut terdapat sebuah bangunan kecil yang dijadikan gudang khusus penyimpanan solar oleh Popo.
Kecurigaan semakin menguat lantaran tumpahan dan bau menyengat minyak solar dari dalam gudang, tercium sangat jelas hingga sampai di luar pagar hitam.
Hal ini pun menjadi pertanyaan besar dan keresahan bagi warga sekitar terkait keberadaan gudang solar dan gudang alat berat milik Popo ini. Pasalnya, lokasi gudang tersebut berada tepat di sisi jalan utama dan berada di kawasan yang padat penduduk, sehingga sangat berisiko tinggi menimbulkan bahaya kebakaran dan pencemaran lingkungan.
Warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH), baik dari Polres Bangka maupun Polda Kepulauan Bangka Belitung, serta Pertamina, segera turun tangan melakukan pengecekan dan penindakan terkait dugaan penimbunan BBM ilegal tersebut.
Sampai berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi ke pihak-pihak yang terkait termasuk Popo, yang disebutkan oleh narasumber warga sekitar sebagai pemilik gudang tersebut.(Lia Hambali)
Reporter : Supriyadi


































