Hewan Kuban Untuk Perayaan Hari Raya Idhul Adha Sungguh Janggal Disebut Bantuan Sosial

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:47 WIB

5019 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Jacob Ereste

Opini, AgaraNews. Net // Kayaknya artinya memberi hewan kurban itu seperti mengambil sebagian dari nikmat atau rezeki kita untuk dinikmati oleh orang lain, tanpa perduli siapa saja yang kemudian akan menikmatinya. Artinya, semacam berbagi kebahagiaan dengan menekan egosentrisitas diri dengan memberikan hewan yang kita milik untuk orang lain.

Berbeda ceritanya kalau bantuan, kendati sama harus dilakukan secara ikhlas, tapi tidak seperti kewajiban yang dianjurkan kepada umat Islam yang mampu, seperti menunaikan ibadah haji. Jadi, kalau hewan kurban itu dilakukan dari kas kampung — sekalipun kita sebagai lurah yang berkuasa di Kampung tersebut, bisa tidak sah, sebab bukan dari kekayaan sendiri. Sekalipun warga masyarakat kampung itu setuju, dsn tidak ada yang protes seperti di negeri Konoha.

Sebab hewan kurban yang abdol untuk diberikan sebagai kurban pasa gari rata Idhul Adha adalah hewan milik sendiri, atau hewan yang dibeli dengan duit kira sendiri. Karena bisa saja hewan kurban yang hendak kita berikan itu hasil dari bisnis yang tidak halal, atau semacam hasil korupsi menilep duit rakyat.

Sekedar untuk pencitraan sangat mungkin upaya memberi hewan kurban itu berhasil dalam pandangan warga masyarakat, terapi secara syariat — apalagi hakikat — tidak ada dalam kamus maupun khazanah kaum sufi manapun. Kendati memberi hewan kurban itu agak mirip dengan pemberi bantuan seperti Sembako agar pemerataan ekonomi bisa terkesan sudah dilakukan, toh esensinya tetap berbeda. Sebab memberi hewan kurban pada pada hari raya Idhul Qurban itu landasannya adalah perintah yang dianjurkan agama, sedangkan bantuan itu bertumpu pada keadilan sosial seperti yang termuat dalam UUD 1945. Meski sampai sekarang keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia terus menjadi topik yang digunjingkan, karena belum juga terwujud. Sehingga istilah anak terlantar dan fakir miskin haru diurus oleh negara, masih terus diupayakan sampai hari ini, setelah waktu kemerdekaan di proklamasi kan sudah sudah hampi seabad lamanya. Persis seperti hasrat bangsa Indonesia untuk memberantas kebodohan melalui program Sekolah Rakyat yang akan segera muncul di desa-desa terpencil hingga ke lereng-lereng gunung.

Hewan kurban yang disembelih pada hari Rata Idhul Adha adakah cermin keikhlasan, kejujuran dan ketaqwaan, bukan formalitas apalagi hanya sekedar pencitraan. Toh, bila pun pencitraan harus dilakukan, bukankah Pemilu masih cukup jauh, hingga mungkin hasil dari pencitraan itu kelak sudah dilupakan. Maka itu yang penting adakah menghadapi masalah kita hari ini, seperti nilai dollar sedang mengejek makna kemerdekaan dengan angka yang melampaui 17.845.

Jadi ikhlas itu diperlukan untuk melakukan segala sesuatu untuk berkurban, seperti Nabi Ibrahim AS yang jelas-jelas memiliki hak atas Nabi Ismail AS sebagai anaknya yang sah dari perkawinan dengan Siti Hajar atas keikhlasan Siti Sarah untuk dimadu oleh Nabi Ibrahim yang belum memperoleh anak. Realitasnya setelah Siti Hajar melahirkan Ismail, Siri Sarah pun kemudian melahirkan Ishak. Artinya dari keikhlasan dan ketulusan sungguh akan mendatang hikmah, kebaikan dan keberuntungan seperti yang kemudian diperoleh Nabi Ibrahim AS. Jadi pengorbanan dalam konteks penyembelihan hewan pada puncak perayaan hari raya Idhul Adha adalah membangun sikap yang jujur, ikhlas dan hati yang bersih untuk menunaikan tuntunan dan ajaran agama dengan baik dan benar, tidak seperti sedang melakukan aksi atau kegiatan sosial. Sebab dalam pemberian hewan kurban urusannya tidak cuma dapat memperoleh sanksi hukum di dunia, tetapi juga akan mendapat hukuman di akhirat. Jadi jelas memberi dan menyembelih hewan kurban setelah hari raya Idhul Adha akan mendapat ganjaran dari Tuhan.

Memang sungguh dahsyat untuk sejumlah hewan kurban yang diberikan Presiden sebanyak 1000 lebih jumlahnya itu dengan nilai dana APBN 100 milyar. Sehingga nominal harga hewan yang super gemoy itu rata-rata seharga Rp 100 juta. Bisa saya nilai sebesar itu sudah termasuk ongkos menghantar hewan tersebut dari Jawa Timur misalnya ke Kampung atau ke Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur hingga ongkos pemeliharaan sebelum disembelih dan upah penyembelihannya. Dan sekiranya sejumlah hewan sebanyak itu dengan nilai yang cukup gede jumlahnya, kalau benar dimaksudkan sebagai bantuan, maka pasti akan lebih efektif dan efisien diberikan saya dalam bentuk uang. Tapi konon ceritanya pemberian hewan kurban untuk merayakan hari raya Idhul Adha, sungguh kah masih relevan dan layak untuk disebut pemberian hewan kurban ? ( Lia Hambali)

Wallahu alam

Banten, 29 Mei 2026

Berita Terkait

Pemkab Karo dan DPRD Sinergikan Pembahasan Ranperda Strategis 
Mengabaikan Lambang Negara, Oknum Sekdes Sumber Sari Tuding Pers Cari Kesalahan: Padahal Ada Sanksi Pidana Menanti,. !!!
4 Bulan Menanti Kepastian, Keluarga Korban RS Santa Elisabeth Hadiri Mediasi di Ditreskrimsus Polda Sumut : Kami Tunggu Proses Transparan 
Polres Aceh Tenggara Terbitkan DPO Bagindo Romi, Kasat Reskrim: Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kabur dari Hukum
Jembatan Modular Sungai Fauro Faete Rampung, Mobilitas Warga Nias Utara Kini Lebih Lancar
Monitoring Dua Kilang Padi di Asahan, Pemko Tanjungbalai Dapati Penyebab Kelangkaan Beras Karena Turunnya Pasokan dan Tingginya Harga Gabah
Walikota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim,SE,MAP Pimpin Rakorpem Sampaikan Sejumlah Pesan Penting Dalam Mewujudkan Program Strategis Kinerja OPD Pemko Tanjungbalai Berjalan Optimal
SPMB SMP Negeri 1 Margahayu Berjalan Lancar, Lebih dari 500 Pendaftar Perebutkan 374 Kuota

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:37 WIB

Pemkab Karo dan DPRD Sinergikan Pembahasan Ranperda Strategis 

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:00 WIB

Mengabaikan Lambang Negara, Oknum Sekdes Sumber Sari Tuding Pers Cari Kesalahan: Padahal Ada Sanksi Pidana Menanti,. !!!

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:55 WIB

4 Bulan Menanti Kepastian, Keluarga Korban RS Santa Elisabeth Hadiri Mediasi di Ditreskrimsus Polda Sumut : Kami Tunggu Proses Transparan 

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:25 WIB

Polres Aceh Tenggara Terbitkan DPO Bagindo Romi, Kasat Reskrim: Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kabur dari Hukum

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:44 WIB

Jembatan Modular Sungai Fauro Faete Rampung, Mobilitas Warga Nias Utara Kini Lebih Lancar

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:29 WIB

Walikota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim,SE,MAP Pimpin Rakorpem Sampaikan Sejumlah Pesan Penting Dalam Mewujudkan Program Strategis Kinerja OPD Pemko Tanjungbalai Berjalan Optimal

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:03 WIB

SPMB SMP Negeri 1 Margahayu Berjalan Lancar, Lebih dari 500 Pendaftar Perebutkan 374 Kuota

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:05 WIB

Melalui Giat Komsos Babinsa Koramil 02/Seunagan Ciptakan Situasi Yang Baik Dengan Warga Binaan

Berita Terbaru