Perwira Polri di Sumut IPDA Zeplin Sianturi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Tetap Jalankan Tugas Kepolisian, Pendidikan Tinggi Jadi Bekal Tingkatkan Profesionalisme dan Pengabdian kepada Masyarakat

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 00:06 WIB

5025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Medan, Agaranews. Net – Prestasi di bidang akademik kembali ditorehkan personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) di Sumatera Utara. *IPDA Dr. Zeplin Sianturi, S.H., M.H.* yang bertugas sebagai *Wakapolsek Muara, Polres Tapanuli Utara, Polda Sumatera Utara*, berhasil menyelesaikan pendidikan Program Doktor (S3) Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencapaian tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan karier dan akademiknya.

Di tengah tanggung jawab menjalankan tugas sebagai anggota Polri, IPDA Zeplin Sianturi mampu menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktoral.

Prosesi akademik tersebut ditandai dengan *Rapat Senat Terbuka Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Periode 98, September 2026*, yang meliputi pelepasan lulusan Sarjana (S1), Magister (S2) Ilmu Hukum, Magister (S2) Kenotariatan, serta Doktor (S3) Ilmu Hukum.

Gelar Doktor Bukan Akhir Perjalanan, Bagi IPDA Zeplin Sianturi, pencapaian gelar doktor bukan semata-mata untuk menambah gelar akademik di belakang perjalanan kariernya. Pendidikan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian, terutama karena profesi Polri memiliki keterkaitan erat dengan hukum dan kehidupan masyarakat.

*“Bagi saya, meraih gelar doktor bukanlah akhir dari proses belajar. Justru ini merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam tugas, pengabdian kepada masyarakat, serta memberikan kontribusi pemikiran bagi institusi Polri dan pembangunan hukum di Indonesia,”* ujar IPDA Zeplin Sianturi.Menurutnya, pengalaman sebagai praktisi kepolisian dan pendidikan akademik di bidang hukum merupakan dua hal yang dapat saling melengkapi.

Pengalaman di lapangan memberikan pemahaman mengenai berbagai persoalan hukum yang nyata di tengah masyarakat, sementara pendidikan akademik memberikan ruang untuk mengkaji persoalan tersebut secara ilmiah, sistematis, dan komprehensif.

Kuliah di Tengah Tanggung Jawab Kedinasan di kepolisian

Menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral sambil tetap menjalankan kewajiban sebagai anggota Polri bukan perjalanan singkat. Dibutuhkan kedisiplinan serta kemampuan membagi waktu antara tugas kedinasan, keluarga, penelitian, dan kewajiban akademik.

IPDA Zeplin Sianturi menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan banyak pihak.

Ia menyampaikan rasa Syukur dan terima kasih kepada Keluarga, Pimpinan Polri, Promotor, Para Dosen dan Civitas Akademika, rekan-rekan Polri, Sahabat, Kerabat, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan dan doa selama proses pendidikan doktor ilmu hukum.

*“Pencapaian ini tidak saya pandang sebagai keberhasilan pribadi semata. Ada Doa Keluarga, dukungan Pimpinan, bimbingan para Dosen serta dukungan rekan-rekan, sahabat, teman-teman dalam setiap proses yang saya jalani,”* katanya.

Ilmu untuk Pengabdian

Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, IPDA Zeplin Sianturi berharap dapat terus mengembangkan kapasitas sebagai praktisi sekaligus akademisi di bidang hukum.

Ilmu yang diperoleh selama pendidikan doktoral diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

*”Polri Untuk Masyarakat”*

Pencapaian tersebut juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda dan personel Polri lainnya bahwa tugas kedinasan dan pengembangan pendidikan dapat berjalan beriringan melalui komitmen dan kedisiplinan.

*“Setinggi apa pun pendidikan yang kita capai, pada akhirnya ukuran terpenting adalah sejauh mana ilmu tersebut dapat memberikan manfaat. Bagi saya, ilmu adalah bekal untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,”* tutup IPDA Zeplin Sianturi.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Proyek Jalan Simpang Lawe Desky–Muara Setulen Disorot, Progres dan K3 Dipertanyakan
Perdana OPEN Turnamen Badminton CUP I Piala Ibu Bupati Aceh Timur Meriah dan Sukses
BABINSA GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN PANTAI BERSAMA WARGA
Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Tentang Bahaya Karhutla Di Desa Binaan
Babinsa komsos dengan warga binaan
Babinsa Bersama Warga Angkat Mesin Molen Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis
Babinsa Bersama Warga Turunkan Gorong Gorong Pondasi Bangun Jembatan Beton
Personil Kodim 0108/Agara dan Warga Masyarakat Bahu-Membahu Lembur Bangun Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:31 WIB

Proyek Jalan Simpang Lawe Desky–Muara Setulen Disorot, Progres dan K3 Dipertanyakan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Perdana OPEN Turnamen Badminton CUP I Piala Ibu Bupati Aceh Timur Meriah dan Sukses

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:07 WIB

BABINSA GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN PANTAI BERSAMA WARGA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Tentang Bahaya Karhutla Di Desa Binaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:24 WIB

Babinsa komsos dengan warga binaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Babinsa Bersama Warga Turunkan Gorong Gorong Pondasi Bangun Jembatan Beton

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Personil Kodim 0108/Agara dan Warga Masyarakat Bahu-Membahu Lembur Bangun Jembatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Babinsa Bersama Warga Turunkan Material Semen dan Papan Mal Cor Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Berita Terbaru

ACEH

Babinsa komsos dengan warga binaan

Minggu, 4 Okt 2026 - 07:24 WIB