Tanah Karo- Jumat 14 Agustus 2026, AgaraNews..net // Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes kembali mengunjungi para pelajar yang mengalami gangguan kesehatan pasca menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis – MBG di Berastagi.
Kunjungan kedua ini dilakukan pada Jumat, 14 Agustus 2026 untuk memastikan langsung perkembangan kondisi para siswa dan siswi yang masih menjalani perawatan sejak kejadian Kamis, 13 Agustus 2026.
Didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Kapolres Karo AKBP Febriandi Haloho, Kasdim 0205/TK Mayor Siboro, dan Kepala Kantor KPPG Medan Donal Simajuntak, Bupati mendatangi RS Efarina Etaham Berastagi*l.
Turut hadir jajaran Pemkab Karo, Sekdakab Gelora Kurnia Putra Ginting, Asisten Eddi Surianta Surbakti, Kadis Kesehatan Imanuel Sinuhaji, Kadis Kominfo Hesti Maria Br Tarigan, Direktur RSUD Karo Jasura Pinem, dan Direktur RSU Efarina Etaham Irna Safrina Br Sembiring.
Di lokasi, Bupati berdialog langsung dengan para pelajar yang masih dirawat. Ia menanyakan kondisi masing-masing pasien dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal. Sejumlah arahan juga diberikan kepada pihak rumah sakit terkait upaya percepatan pemulihan.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh anak-anak kita mendapatkan perawatan medis yang terbaik dan intensif. Pemerintah Kabupaten Karo bersama Forkopimda dan tim medis terus berkoordinasi 24 jam untuk memantau perkembangan kesehatan para korban,”* tegas Bupati Antonius Ginting.
Bupati juga menyampaikan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama. Seluruh pembiayaan dan penanganan medis dipastikan ditanggung dan ditangani dengan baik oleh fasilitas kesehatan.
Sekdakab Karo Gelora Kurnia Putra Ginting menyampaikan update terbaru.
“Kalau kita lihat progresnya hari ini, kondisi siswa sudah cukup membaik. Kemarin ada 244 siswa yang menjalani rawat inap, hari ini sesuai laporan tinggal sekitar 110 siswa. Sebagian sudah diperbolehkan pulang,” ujar Gelora.
Pemkab Karo memastikan siswa yang masih dirawat mendapatkan penanganan optimal. Dinkes bersama rumah sakit diminta melakukan pemantauan berkala dan memperbarui data kondisi pasien satu per satu.
Selain fisik, Pemkab juga memberikan perhatian pada kesehatan psikologis para pelajar. Upaya pemulihan trauma dilakukan melalui kunjungan dan dialog langsung di SMAN 1 Berastagi dan SMA/SMK Perguruan Bersama Berastagi.
“Pemerintah Kabupaten Karo tidak tinggal diam. Kita ingin meyakinkan para siswa bahwa penanganan ini dilakukan dengan sebaik-baiknya,” tambah Gelora.
Dalam penanganan ini, Pemkab Karo terus berkoordinasi dengan *Badan Gizi Nasional – BGN.
Kepala Kantor KPPG Medan Donal Simajuntak menyampaikan bahwa proses investigasi masih berlangsung. Sejumlah sampel makanan telah diambil untuk uji laboratorium.
“Hasil awal untuk parameter kimia negatif. Namun, untuk pemeriksaan mikrobiologi kita masih menunggu hasilnya beberapa hari lagi,” jelas Donal.
Sebagai langkah tegas, BGN telah melakukan suspensi 30 hari terhadap SPPG terkait. Selama masa suspensi akan dilakukan investigasi, evaluasi, peningkatan kapasitas personel, dan pelatihan keamanan pangan.
“SPPG akan dapat beroperasi kembali apabila sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan,” tegas Donal.
Pemkab Karo mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kejadian ini.
“Pemerintah Kabupaten Karo saat ini sangat fokus kepada pemulihan kesehatan anak-anak kita. Kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat untuk mendoakan supaya anak-anak kita segera pulih,” pinta Sekdakab Gelora.
Ia juga meminta dukungan masyarakat agar proses penanganan dan investigasi berjalan lancar tanpa menimbulkan keresahan baru.
“Kita sangat prihatin. Segala upaya penanganan terus dilakukan dan kami berharap anak-anak kita bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala,” pungkasnya.(Lia Hambali)


































