Dairi, AgaraNews. Net // Harapan petani agar musim tanam kedua tahun 2026 berjalan optimal masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Menyikapi kondisi tersebut, Serka Supriyadi, Babinsa Koramil 03/Parongil Kodim 0206/Dairi bersama Ketua Kelompok Tani (Poktan) Dos Roha, Lastariadi Silalahi, meninjau langsung saluran irigasi yang mengairi hamparan persawahan seluas 15 hektare di Desa Lae Itam, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi yang kini memasuki usia enam minggu setelah masa tanam.
Di sela peninjauan, Babinsa berdialog langsung dengan Ketua Poktan guna mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi petani. Lastariadi Silalahi menjelaskan, saat ini kebutuhan air menjadi persoalan utama karena banyak bagian saluran irigasi mengalami kerusakan dan pecah, sehingga distribusi air ke seluruh areal persawahan tidak berjalan maksimal. Akibatnya, sebagian petani hanya bisa berharap curah hujan turun agar tanaman padi tetap tumbuh dengan baik.
Selain persoalan irigasi, petani juga mengeluhkan keterlambatan penyaluran pupuk bersubsidi pada musim tanam kedua tahun 2026. Kondisi tersebut memaksa sebagian petani membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang lebih tinggi agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Meski menambah beban biaya produksi, para petani tetap berupaya menjaga tanaman padi agar hasil panen nantinya tetap optimal.
Serka Supriyadi mengatakan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya untuk memantau kondisi wilayah, tetapi juga menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi dan kesulitan petani kepada pihak terkait. Menurutnya, ketahanan pangan hanya dapat terwujud apabila kebutuhan dasar petani, mulai dari ketersediaan air hingga sarana produksi pertanian, dapat terpenuhi secara tepat waktu.
Secara terpisah, Danramil 03/Parongil Kapten Inf Hernandez menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keluhan petani dengan berkoordinasi bersama Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Ia berharap perbaikan saluran irigasi serta percepatan distribusi pupuk bersubsidi dapat segera dilakukan, mengingat musim tanam kedua yang berlangsung pada April hingga Juli sangat bergantung pada sistem irigasi dan curah hujan demi menjaga produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Siempat Nempu Hilir.(Lia Hambali)
(Prajurit Pena)
































