Narkoba Digital Adalah Racun Modern yang Diam-Diam Merampas Masa Depan Generasi Muda

LIA HAMBALI

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:35 WIB

50112 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini, AgaraNews. Net // Selama ini kita menganggap narkoba yang paling berbahaya adalah yang disuntik, diminum, atau dihisap. Padahal, ada “narkoba” lain yang setiap hari kita pegang, kita bawa ke mana-mana, bahkan kita bawa ke tempat tidur. Benda tersebut tidak dijual secara sembunyi-sembunyi, tetapi hadir di dalam telepon genggam yang ada di tangan kita.

“Narkoba digital” adalah istilah kiasan untuk menggambarkan kecanduan terhadap media sosial, video pendek, dan konten digital yang terus-menerus memancing pelepasan dopamin di otak. Semakin sering seseorang mencari hiburan instan, semakin besar keinginan untuk mengulanginya. Tanpa disadari, waktu, fokus, dan produktivitas dirampas sedikit demi sedikit.

Lihatlah kehidupan kita hari ini. Bangun tidur yang pertama dicari adalah telepon genggam. Saat makan membuka media sosial. Saat bekerja membuka notifikasi. Sebelum tidur kembali menggulir layar hingga larut malam. Berjam-jam habis tanpa menghasilkan pengetahuan, keterampilan, atau karya yang bermanfaat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inilah bahaya yang sering tidak disadari. Kecanduan digital tidak merusak tubuh secepat narkotika, tetapi perlahan menggerus disiplin, melemahkan konsentrasi, menumpulkan daya pikir, mengurangi kreativitas, dan mencuri impian generasi muda. Banyak orang merasa sibuk setiap hari, padahal tidak benar-benar berkembang.

Akibatnya, budaya membaca menurun, diskusi semakin jarang, olahraga ditinggalkan, hubungan dengan keluarga melemah, prestasi merosot, dan produktivitas tergantikan oleh hiburan tanpa batas. Generasi yang seharusnya menjadi pencipta inovasi justru menjadi penonton yang menghabiskan hidupnya dengan menggulir layar.

Teknologi bukan musuh. Telepon genggam bukanlah benda yang salah. Yang menjadi masalah adalah ketika manusia kehilangan kendali atas cara menggunakannya. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk belajar, berkarya, membangun usaha, memperluas wawasan, dan memperjuangkan masa depan, bukan menjadi penjara yang membatasi potensi diri.

Sudah saatnya generasi muda melakukan “detoks digital”. Kurangi waktu yang tidak bermanfaat di media sosial, perbanyak membaca buku, berdiskusi, berorganisasi, berolahraga, berkarya, dan membangun masa depan. Jangan biarkan dopamin sesaat mengalahkan cita-cita yang membutuhkan perjuangan.

Narkoba kimia memang dapat merusak tubuh, tetapi narkoba digital dapat merampas waktu, fokus, karakter, dan masa depan. Jika yang pertama menghancurkan kesehatan, yang kedua dapat menghancurkan potensi sebuah generasi.(Lia Hambali)

Penulis : Yulans FY Wenda, S.HI

Berita Terkait

Pastikan Kamtibmas Kondusif, Polres Tebing Tinggi Pantau Pos Satkamling Langsat
Prof.Dr Sutan Nasomal Sangat Heran, Ditengah Luasnya Kemiskinan Rakyat, Para Lembaga Tinggi dan Kementerian Minta Naik Anggaran, Publik Kecewa,..!!!
Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Koramil 10/TM Gencarkan Sosialisasi dan Edukasi di PT SRB
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Kian Menguat
Babinsa Serda Zulkarnen Gelar Komsos Bersama Tokoh Masyarakat Desa Suka Ramai
Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Binaan
Babinsa jalin komsos bersama warga binaan
Bangun Komunikasi Yang Baik Babinsa Koramil 03/Senagan Timur Komsos Bersama Warga Di Desa Binaan 

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Pastikan Kamtibmas Kondusif, Polres Tebing Tinggi Pantau Pos Satkamling Langsat

Minggu, 6 September 2026 - 11:55 WIB

Prof.Dr Sutan Nasomal Sangat Heran, Ditengah Luasnya Kemiskinan Rakyat, Para Lembaga Tinggi dan Kementerian Minta Naik Anggaran, Publik Kecewa,..!!!

Minggu, 6 September 2026 - 11:41 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Koramil 10/TM Gencarkan Sosialisasi dan Edukasi di PT SRB

Minggu, 6 September 2026 - 10:54 WIB

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Kian Menguat

Minggu, 6 September 2026 - 10:39 WIB

Babinsa Serda Zulkarnen Gelar Komsos Bersama Tokoh Masyarakat Desa Suka Ramai

Minggu, 6 September 2026 - 10:33 WIB

Babinsa jalin komsos bersama warga binaan

Minggu, 6 September 2026 - 10:31 WIB

Bangun Komunikasi Yang Baik Babinsa Koramil 03/Senagan Timur Komsos Bersama Warga Di Desa Binaan 

Minggu, 6 September 2026 - 10:29 WIB

Patroli Karhutla, Babinsa Ajak Warga Jaga Lingkungan Tanpa Membakar Lahan dan Hutan

Berita Terbaru