CIC Soroti Dugaan Napi Korupsi Main HP di Lapas Salemba, Desak Menteri Imipas Copot Kalapas

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 12:30 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – agaranews.net// Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (CIC) menyoroti dugaan penggunaan telepon genggam oleh seorang narapidana kasus korupsi di Lapas Kelas IIA Salemba, Jakarta Pusat. Temuan itu dinilai menjadi indikasi masih lemahnya pengawasan terhadap peredaran alat komunikasi ilegal di dalam lembaga pemasyarakatan.

 

Narapidana yang disorot adalah Edward Seky Soeryadjaya (ESS), terpidana perkara korupsi PT Asabri. CIC mengklaim memperoleh dokumentasi yang memperlihatkan ESS diduga memegang telepon genggam saat berada di dalam lapas.

 

Chairman CIC, R. Bambang SS, mengatakan temuan tersebut diperoleh tim investigasi organisasinya saat melakukan penelusuran di Lapas Kelas IIA Salemba. Menurutnya, penggunaan telepon seluler oleh warga binaan diduga masih berlangsung secara bebas.

 

“Penggunaan telepon genggam oleh warga binaan tanpa izin jelas bertentangan dengan ketentuan pemasyarakatan. Beredarnya foto tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan di Lapas Kelas IIA Salemba,” kata Bambang kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/7/2026).

 

Atas temuan itu, CIC mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mengambil tindakan tegas terhadap jajaran Lapas Kelas IIA Salemba apabila terbukti terjadi pelanggaran.

 

“CIC meminta Menteri Imipas segera mencopot Kalapas Kelas IIA Salemba beserta jajaran yang terbukti memberikan atau membiarkan penggunaan telepon seluler oleh warga binaan. Jika benar terjadi, tindakan tersebut jelas melanggar aturan yang berlaku di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.

 

Bambang menegaskan, penggunaan telepon genggam di dalam lapas selama ini menjadi salah satu persoalan serius karena berpotensi dimanfaatkan untuk mengendalikan berbagai aktivitas ilegal dari balik jeruji.

 

Menurut dia, dugaan tersebut juga bertolak belakang dengan komitmen Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang selama ini menggaungkan kebijakan “zero handphone, zero narkoba” di seluruh lapas dan rumah tahanan.

 

“Zero handphone dan narkoba adalah harga mati. Karena itu, jika dugaan ini benar terjadi, tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” katanya.

 

CIC juga mengingatkan bahwa Menteri Agus Andrianto sebelumnya telah menegaskan komitmennya memberantas peredaran narkoba di lapas dan rutan. Dalam berbagai kesempatan, Agus menyebut telah memindahkan ratusan warga binaan yang diduga terlibat jaringan narkoba ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan, menonaktifkan sejumlah pejabat pemasyarakatan, hingga memproses hukum petugas yang diduga terlibat.

 

Karena itu, Bambang meminta komitmen tersebut dibuktikan dengan penindakan terhadap dugaan pelanggaran penggunaan telepon genggam di Lapas Salemba.

 

“Kami meminta Menteri Imipas membersihkan lapas dan rutan dari seluruh gangguan keamanan, khususnya peredaran narkoba dan penggunaan handphone yang menjadi salah satu sumber persoalan di dalam lapas. Apabila ada oknum petugas yang terlibat, harus ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Lapas Kelas IIA Salemba maupun Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait dugaan yang disampaikan CIC tersebut.

Berita Terkait

Perjudian Besar 2 Kecamatan Wilayah Hukum Polres Kota Blitar Diduga Tidak Tegas Kepada Penjudi ; Aktivis Jatim Soroti,Polisi Jangan Kalah Dengan Penyelenggara Judi
Pimpin Apel Pemerintahan, Sekda Ingatkan ASN Pentingnya Disiplin, Inovasi dan Integritas Dalam Pelayanan Publik Kepada Masyarakat
Babinsa Koramil 03/Parongil Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Pendampingan Petani Pinang di Desa Binaan
Babinsa Koramil 06/Kerajaan Edukasi Warga Agar Tak Membuka Lahan dengan Cara Membakar
Wujud Sinergitas, Babinsa Koramil 07/Salak Ajak Warga Desa Cikaok Perkuat Ketahanan Wilayah dan Sektor Pertanian
Babinsa, Kades, dan BPD Duduk Bersama Warga, Bahas Keamanan hingga Pembangunan Desa
Polsek Metro Penjaringan Gelar Jaga Jakarta On The Spot di Green Bay, Warga Diingatkan Waspada Tawuran
H.Maman Diduga Terlibat Penyaluran BBM Bersubsidi, Pemilik PT Harmony Solusi Energi Diminta Beri Klarifikasi

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 15:37 WIB

Perjudian Besar 2 Kecamatan Wilayah Hukum Polres Kota Blitar Diduga Tidak Tegas Kepada Penjudi ; Aktivis Jatim Soroti,Polisi Jangan Kalah Dengan Penyelenggara Judi

Senin, 6 Juli 2026 - 15:30 WIB

Pimpin Apel Pemerintahan, Sekda Ingatkan ASN Pentingnya Disiplin, Inovasi dan Integritas Dalam Pelayanan Publik Kepada Masyarakat

Senin, 6 Juli 2026 - 15:24 WIB

Babinsa Koramil 03/Parongil Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Pendampingan Petani Pinang di Desa Binaan

Senin, 6 Juli 2026 - 15:21 WIB

Babinsa Koramil 06/Kerajaan Edukasi Warga Agar Tak Membuka Lahan dengan Cara Membakar

Senin, 6 Juli 2026 - 15:19 WIB

Wujud Sinergitas, Babinsa Koramil 07/Salak Ajak Warga Desa Cikaok Perkuat Ketahanan Wilayah dan Sektor Pertanian

Senin, 6 Juli 2026 - 15:10 WIB

Polsek Metro Penjaringan Gelar Jaga Jakarta On The Spot di Green Bay, Warga Diingatkan Waspada Tawuran

Senin, 6 Juli 2026 - 15:06 WIB

H.Maman Diduga Terlibat Penyaluran BBM Bersubsidi, Pemilik PT Harmony Solusi Energi Diminta Beri Klarifikasi

Senin, 6 Juli 2026 - 14:54 WIB

Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Botombawo Nias Utara telah Rampung

Berita Terbaru