Hanya Dia (Gus Din) Pemuda Yang Bisa Menunjuk Konglomerat Hary Tanoesoedibdjo (HT)

LIA HAMBALI

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 21:19 WIB

50105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, AgaraNews. Net // Pada 2016 lalu Konglomerat pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibdjo (HT) pernah berdiskusi dengan Gus Din atau Syafrudin Budiman SIP dalam 2-3 pertemuan. Dalam salah satu pertemuan tersebut berbincang akrab dan mendapat janji HT akan main ke rumah Gus Din di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, 1200 Km lebih dari Ibukota Jakarta.

Sebelum HT menepati janjinya Gus Din menyerahkan Keris indah berpamor jungjung derajat kepadanya. Keris itu diterima saat acara besar tepat 4 September 2026 dan tepat demo FPI dan Ormas-Ormas Islam meminta Ahok dipenjara karena dugaan penistaan agama.

Singkat cerita HT hadir ke Sumenep, bulan Desember 2016 dengan disambut 1000 massa di Gedung Korpri Kota Sumenep, 100 kepala desa, 1500 massa nelayan di Bluto Sumenep, 2000 massa Ulama dan Santri se Sumenep di Ganding Sumenep. Ada momen istimewa di tengah obrolan di Gedung Korpri tampak Gus Din akrab seperti biasanya dengan HT.

Gus Din dengan santai dan tanpa canggung berteman dengan konglomerat sampai menunjukkan telunjuk tangannya setengah memberi arahan. Entah apa yang dibahas Gus Din dan HT, intinya HT kagum dengan Gus Din dan Gus Din sebaliknya kagum dengan HT.

Konglomerat dan anak SAKERA MADURA ini tentu berdiskusi tentang bangsa, bisnis dan pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan. Sebuah harapan dan cita-cita keduanya yang sama sama terlibat dalam politik dan tertarik pada bahasan ekonomi politik baik nasional atau global.

Hari ini HT tetap semangat jadi bisnisman dan konglomerat dengan payung MNC Group yang menggeluti berbagai bidang usaha, baik itu media, telekomunikasi, satelit, perbankan, perumahan dll. Sementara hari ini Gus Din semangat jadi Ketua Umum DPP Perhimpunan UKM Indonesia, Ekonom Muda dan Komisaris BUMN PT. Jasa Marga Related Business (JMRB).

Belajar dari keberanian Gus Din yang saat itu berusia 36 tahun dan lahir 21 Mei 1980 sudah akrab dengan konglomerat HT. Hal ini menandakan sejak berusia muda Gus Din adalah pelaku usaha, profesional bisnis yang dikenal banyak pihak di negeri ini.

Tercatat tokoh-tokoh besar yang pernah singgah di rumah Gus Din di Sumenep. Diantaranya Khofifah Indar Parawansa Ketua Umum PP Muslimat NU (Sekarang Gubernur Jawa Timur), Imam Addaruqutni, MA Sekjen PP Dewan Masjid Indonesia (DMI)/Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Hary Tanoesoedibjo (CEO MNC Group), Soekarwo (Gubernur Jawa Timur), Ton Abdillah Ketua Umum DPP IMM/Ketua Umum Angkatan Muda Dakwah Indonesia (AMDI), dan tokoh-tokoh nasional lainnya.

Untuk urusan bisnis Gus Din juga dikenal dan dekat dengan beberapa konglomerat asal Surabaya. Diantaranya, Hary Tanoesoedibdjo, Budi Santoso (PT. Rutan/Agrindo), Soedomo Mergonoto (atau Go Tek Hwie) adalah sosok di balik kesuksesan PT Kapal Api Global, almarhum Herman Halim PT. Bank Maspion, JOS Soetomo si raja kayu dan pengusaha-pengusaha besar di Kota Surabaya.

Sosok Gus Din yang berbakat di bisnis dan politik juga dikenal dan pernah dekat berinteraksi dengan tokoh-tokoh besar NU. Diantaranya, Alm. KH. Hasyim Muzadi, Alm. Salahuddin Wahid, Alm. Lily Wahid, Khofifah Indar Parawansa, Saifulah Jusuf dan tokoh-tokoh lainnya.

Jadi Si Telunjuk Tangan Gus Din memang akrab dan sangat dekat dengan berbagai kalangan. Pemuda ini sekarang 46 tahun di 21 Mei 2026 lalu. Ia terus tumbuh untuk mengabdi untuk bangsa dan negara lewat jalur bisnis, UMKM, politik dan dakwah. Salam Semangat (Lia Hambali)

Berita Terkait

Babinsa Kawal Kebangkitan Perekonomian Warga Lewat Koperasi Merah Putih
Penuh Semangat Dalam Pemasangan Papan Lantai Jembatan Gantung Perintis Pekerjaan Cepat Terselesaikan
Progres Pesat, Jembatan Gantung Perintis Kini Tahap Cor Pondasi Tali Sling
Babinsa bersama warga buat tanggul Penahan Jalan Jembatan Gantung Perintis
Enam Unit Rumah Dilalap Sijago Merahdi Agara
Pemkab Karo dan DPRD Sinergikan Pembahasan Ranperda Strategis 
Mengabaikan Lambang Negara, Oknum Sekdes Sumber Sari Tuding Pers Cari Kesalahan: Padahal Ada Sanksi Pidana Menanti,. !!!
4 Bulan Menanti Kepastian, Keluarga Korban RS Santa Elisabeth Hadiri Mediasi di Ditreskrimsus Polda Sumut : Kami Tunggu Proses Transparan 

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:33 WIB

Babinsa Kawal Kebangkitan Perekonomian Warga Lewat Koperasi Merah Putih

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:31 WIB

Penuh Semangat Dalam Pemasangan Papan Lantai Jembatan Gantung Perintis Pekerjaan Cepat Terselesaikan

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:29 WIB

Progres Pesat, Jembatan Gantung Perintis Kini Tahap Cor Pondasi Tali Sling

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:26 WIB

Babinsa bersama warga buat tanggul Penahan Jalan Jembatan Gantung Perintis

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:21 WIB

Enam Unit Rumah Dilalap Sijago Merahdi Agara

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:00 WIB

Mengabaikan Lambang Negara, Oknum Sekdes Sumber Sari Tuding Pers Cari Kesalahan: Padahal Ada Sanksi Pidana Menanti,. !!!

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:55 WIB

4 Bulan Menanti Kepastian, Keluarga Korban RS Santa Elisabeth Hadiri Mediasi di Ditreskrimsus Polda Sumut : Kami Tunggu Proses Transparan 

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:25 WIB

Polres Aceh Tenggara Terbitkan DPO Bagindo Romi, Kasat Reskrim: Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kabur dari Hukum

Berita Terbaru

ACEH

Enam Unit Rumah Dilalap Sijago Merahdi Agara

Rabu, 8 Jul 2026 - 10:21 WIB