Nias.Agaranews.net // Tokoh pemuda Kabupaten Nias, Oman Gori berbagi cerita tentang pengalaman hidup yang membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan. Baginya, perjalanan hidup tidak selalu tentang pencapaian, materi, maupun kedudukan, tetapi bagaimana seseorang mampu menjalani kehidupan dengan sederhana dan tetap menghargai orang lain.
Oman saat bercerita kepada wartawan tentang kehidupannya, Jumat (28/8/2026) mengatakan, berbagai pengalaman yang dilaluinya menjadi pelajaran berharga untuk memahami arti kehidupan. Menurut dia, setiap orang memiliki perjalanan masing-masing, sehingga tidak seharusnya kehidupan hanya diukur dari apa yang dimiliki seseorang.
“Dalam kehidupan ini, kita perlu belajar untuk sederhana. Apa yang kita miliki hari ini tidak selamanya menjadi milik kita. Karena itu, jangan sampai kesuksesan membuat kita lupa dengan orang lain,” ujar Oman.
Ia menilai kesederhanaan bukan berarti seseorang tidak boleh memiliki cita-cita besar. Sebaliknya, kesederhanaan menjadi sikap untuk tetap rendah hati ketika mendapatkan keberhasilan serta tidak mudah berubah hanya karena jabatan, kekayaan, atau pengakuan dari orang lain.
Menurut Oman, kehidupan juga mengajarkan bahwa setiap persoalan memiliki proses dan waktunya sendiri. Karena itu, seseorang perlu menjalani setiap tahapan dengan sabar, terus belajar, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak terlalu mengejar penilaian orang lain. Menurutnya, kehidupan akan terasa lebih ringan ketika seseorang mampu menjadi dirinya sendiri, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan tetap menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar.
“Yang paling penting dalam hidup adalah bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Tidak perlu selalu menunjukkan apa yang kita punya. Tetaplah sederhana, karena dari kesederhanaan kita bisa belajar menghargai kehidupan,” katanya.
Oman berharap pengalamannya tersebut dapat menjadi pelajaran bagi generasi muda, khususnya agar tidak mudah terbawa oleh gaya hidup dan tuntutan zaman. Baginya, keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mencapai sesuatu, tetapi seberapa jauh ia tetap menjadi manusia yang rendah hati dan mampu memberikan manfaat bagi sesama. (Dika)


































