Aceh Timur -Agaranews.net
Tokoh Pemuda Muda asal Aceh Timur Rasyidin,menilai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah agar di pertimbangkan jika kantin di sekolah di buat MBG Hal ini harus di kaji mempertimbangkan fungsi utama pada satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, Jumat 11-09-06 Aceh Timur
“Program MBG merupakan langkah positif dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik. Namun, pelaksanaannya di sekolah tetap perlu dikaji ulang lantaran memperhatikan fungsi utama sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan,” ujar Rasyidin
Menurut Rasyidin,Sekolah memiliki tanggung jawab utama dalam proses pendidikan, sehingga pengelolaan program yang bersifat operasional sebaiknya memiliki mekanisme tersendiri dan tidak sepenuhnya bertumpu pada kantin maupun pihak sekolah. Nantinya selain penyediaan MBG bagi peserta didik, cakupan penerima manfaat seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, juga bakal ikut terbebani di kantin sekolah.
Selain itu, kata Rasyidin ketika pengelolaan makanan, distribusi, hingga berbagai kebutuhan operasional MBG dilakukan melalui lingkungan sekolah, terdapat potensi munculnya tambahan pekerjaan yang pada akhirnya dapat memengaruhi aktivitas sekolah. Perlu ada pola pengelolaan yang lebih proporsional, sehingga program MBG tetap dapat berjalan tanpa menjadikan sekolah sebagai pusat dari seluruh kegiatan operasionalnya.
“Bukan berarti programnya tidak diperlukan. Yang perlu dipikirkan adalah pola pengelolaannya. Sekolah sebaiknya diberikan ruang untuk berkonsentrasi pada pembelajaran, sementara aspek penyediaan dan pengelolaan makanan bisa ditangani oleh pihak yang memang memiliki kapasitas di bidang tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, kantin sekolah juga memiliki fungsi tersendiri dalam mendukung kebutuhan peserta didik. Jika sekaligus dibebani dengan pengelolaan MBG, diperlukan kesiapan yang benar-benar matang, baik dari sisi sumber daya manusia, fasilitas, standar kebersihan maupun tata kelola.
Rasyidin berharap pemerintah Aceh Timur dapat mempertimbangkan berbagai aspek tersebut sebelum menjadikan kantin sekolah sebagai bagian utama dalam pengelolaan MBG.
Menurutnya, evaluasi bukan dimaksudkan untuk menghambat program, melainkan memastikan kebijakan tersebut dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik khusus di Aceh Timur
“Harapannya tentu sama, bagaimana Para siswa-siswi mendapatkan makanan yang bergizi tanpa mengurangi kualitas proses pendidikan. Karena itu, mekanisme pengelolaannya perlu dicari yang paling tepat dan tidak membebani sekolah,” pungkasnya.


































