Tawuran Bukan Sekadar Berantem : Luka Fisik Bisa Sembuh, Trauma di Kepala Remaja Bisa Selamanya

LIA HAMBALI

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 22:08 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini AgaraNews.Net  – Belakangan ini kasus tawuran antar remaja kembali marak terjadi di berbagai daerah. Di balik keramaian dan teriakan di jalan, ada bahaya besar yang mengintai kesehatan fisik dan mental para pelaku maupun korban.

Menurut data dan edukasi kesehatan, tawuran berdampak sangat fatal bagi remaja. Risiko cedera fisik berat, kematian, hingga gangguan mental serius seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) menjadi konsekuensi nyata dari aksi kekerasan massal ini.

Secara fisik, tawuran sering meninggalkan cedera serius. Paparan senjata tajam, benda tumpul, dan batu bisa menyebabkan patah tulang, luka tusuk pada organ dalam, hingga memar permanen yang tidak bisa hilang seumur hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang lebih berbahaya adalah cedera otak traumatis. Benturan keras di kepala saat perkelahian dapat memicu gegar otak yang berisiko menyebabkan gangguan saraf dan penurunan fungsi kognitif jangka panjang.

Dalam kasus terburuk, tawuran menjadi pemicu utama hilangnya nyawa anak muda akibat kekerasan massal. Satu emosi sesaat, bisa merenggut masa depan selamanya.

Dampak psikologis tawuran sering kali tidak terlihat, tapi jauh lebih dalam. Baik korban maupun pelaku berisiko mengalami PTSD yang memicu kilas balik mengerikan, mimpi buruk, dan ketakutan ekstrem bahkan setelah kejadian berlalu.

Rasa takut akan pembalasan atau rasa bersalah juga bisa memicu kecemasan kronis, isolasi sosial, hingga depresi berat. Kondisi ini mengganggu masa depan remaja, baik dalam pendidikan maupun hubungan sosial.

Parahnya, kebiasaan menyelesaikan masalah dengan kekerasan fisik dapat merusak perkembangan emosi. Remaja yang terbiasa tawuran cenderung tumbuh menjadi individu yang lebih agresif dan sulit mengelola konflik secara sehat.

Selain itu, catatan kriminal dan risiko putus sekolah membuat masa depan mereka semakin terbatas. Luka fisik bisa diobati, tapi stigma dan trauma seringkali melekat lebih lama.

Terapis Rumah Sehat Bekam Rajab Tarigan mengingatkan bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada pengobatan. Menurutnya, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan remaja agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran kekerasan :

1. *Salurkan energi ke kegiatan positif* – Olahraga, main catur, atau hobi lain yang membangun bisa menjadi katup pelepasan emosi yang sehat.

2. *Pilih lingkungan pertemanan yang baik* – Bergaul tanpa membully, mengejek, atau memancing konflik akan menciptakan pertemanan yang aman dan suportif.

3. *Tanamkan kasih sayang pada diri sendiri* – Sadari bahwa diri sendiri berharga. Hindari kegiatan negatif seperti tawuran yang hanya akan merusak masa depan.

“Jangan biarkan tawuran menjadi beban kesehatan di masa depan. Luka fisik bisa diobati, tapi trauma di pikiran bisa membekas seumur hidup,” pesan Rajab Tarigan.

Edukasi pencegahan dan dukungan psikologis harus terus digencarkan agar remaja memahami bahwa menyelesaikan masalah dengan kekerasan bukanlah jalan keluar. Masa depan mereka terlalu berharga untuk dipertaruhkan di tengah jalan.(Rajab Tarigan)

Berita Terkait

Pemasangan Sling Bawah Jadi Fokus, Babinsa Kodim 1427/Pasangkayu Terus Kebut Pembangunan Jembatan
Jembatan Gantung Perintis Terus Kebut Pemasangan Papan Lantai Percepat Akses Warga
Wujudkan Lingkungan Aman Peran Aktif Babinsa Bersama Komduk Melaksanakan Patroli Malam
Sukseskan Swasembada Pangan Babinsa Laksanakan Pendampingan Penanaman Padi Kepada Petani
Babinsa Posramil Ketambe Cek Ketersediaan Pupuk Untuk Petani Di Wilayah Binaan
Prajurit Yonif TP 904/Gara Mata Tembus Medan Terjal Bawa Tiang 16 Meter, Berhasil Kibarkan Merah Putih di Puncak Deleng 7 Dayang 
Alhamdulillah,..!!! Pasien Terdampak MBG di Berastagi, Inka Christi Br Ginting Dinyatakan Sembuh dan Boleh Pulang 
‎Kodaeral  I Hadirkan Semangat Kebersamaan, Peresmian Kantor Gabungan Jalasenastri Berlanjut ke Kolam Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Pemasangan Sling Bawah Jadi Fokus, Babinsa Kodim 1427/Pasangkayu Terus Kebut Pembangunan Jembatan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Jembatan Gantung Perintis Terus Kebut Pemasangan Papan Lantai Percepat Akses Warga

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Wujudkan Lingkungan Aman Peran Aktif Babinsa Bersama Komduk Melaksanakan Patroli Malam

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Sukseskan Swasembada Pangan Babinsa Laksanakan Pendampingan Penanaman Padi Kepada Petani

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Babinsa Posramil Ketambe Cek Ketersediaan Pupuk Untuk Petani Di Wilayah Binaan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:47 WIB

Alhamdulillah,..!!! Pasien Terdampak MBG di Berastagi, Inka Christi Br Ginting Dinyatakan Sembuh dan Boleh Pulang 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:35 WIB

‎Kodaeral  I Hadirkan Semangat Kebersamaan, Peresmian Kantor Gabungan Jalasenastri Berlanjut ke Kolam Ketahanan Pangan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan

Berita Terbaru