Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh Dari Sosok Prof.Dr. Sri Edi Swasono MPIA

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:44 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Jacob Ereste

(Bagian Kesatu)

Opini, AgaraNews. Net // Saya belum pernah menemukan seorang intelektual khususnya dari kalangan kampus yang memastikan dirinya untuk terus menerbitkan satu buku setiap tahun, kendati tidak harus dikaitkan dengan hari ulang tahun dirinya, yaitu Prof. Dr. Sri Edi Swasono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesungguhnya, Mas Sri Edi Swasono — demikian sapaan akrab kami kalangan aktivis kampus Universitas Islam Indonesia yang giat menerbitkan majalah kampus Muhibbah — yang kemudian dibredel berganti nama menjadi Majalah Himmah, telah memposisikan beliau menjadi idola kami sekaligus menjadi tumpuan rujukan acuan dalam pengelola media pemberitaan untuk mahasiswa Indonesia tahun 1980-an.

Dalam usia yang masih relatif muda, Prof. Sri Edi Swasono namanya yang sudah berkibar-kibar di kalangan intelektual dan kampus di Indonesia, baru sekitar berusia 40 tahun, sesuai dengan pengakuan Prof. Dr. Sri Edi Swasono sendiri, yang menulis tanggal kelahirannya pada 16 September 1939. Namun lantaran ada kekeliruan teknis administrasi catatan tahun kelahiran beliau jadi tertulis 16 September 1940, seperti yang termuat dalam berbagai dokumen dan ijazah serta biografi resminya. Hingga pada tahun ini 2026 mestinya usia beliau 89 tahun. Namun sebagai intelektual yang taat tetap bijak menerakan usianya 86 tahun, disesuaikan dengan catatan resmi yang sah.

Bunga rampai “Asah, Asih, Asuh” adalah buku kumpulan tulisan Prof. Sri Edi Swasono entah yang keberapa sudah diterbitkan jumlahnya, karena memang karyanya cukup banyak. Dan “Asah, Asih, Asuh” adalah buku bunga rampai yang menandai 100 tahun Tamansiswa, 3 Juli 1922 – 2022, memuat berbagai kekhususan yang ditulis selama menjabat Ketua Umum Majelis Luhur Tamansiswa sekaligus Ketua Pembina Yayasan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, sehingga lebih khas untuk lingkungan Tamansiswa yang dominan tulisannya sudah dimuat dalam Harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta.

Buku bunga rampai yang sangat sarat dengan muatan nilai-nilai pendidikan dan lingkungan kampus serta nuansa budaya ini, tak hanya meyakinkan Mas Sri Edi Swasono sebagai guru besar, tapi juga penyandang gelar tertinggi dari lingkungan Tamansiswa, yaitu “Ki”, sebagai julukan untuk mahaguru dari perguruan yang bercita-cita hendak mencerdaskan anak bangsa Indonesia.

Menurut Prof. Sri Edi Swasono, UUD 2002 Tidak Patut Lagi Sebagai UUD 1945 (hal 40 : Asah, Asih, Asuh) yang diterbitkan Yayasan Hatta, tahun 2022 cukup komplit memuat berbagai masalah penting untuk mendapat perhatian bagi bangsa dan negara Indonesia yang menaruh perhatian pada masalah pendidikan. Mulai dari masalah Bhineka tunggal Ika (hal 1) hingga Kaidah Nasionalisme (46) atau Kaidah Hutang Luar Negeri (hal 49) sampai masalah Memberdayakan Petani Mengatasi Ketergantungan Pangan (hal 61) bahkan Model Pendidikan Nasional, Paradoks Indonesia dan Pembangunan Budaya Bangsa (hal 77) dikupas tuntas oleh Prof. Sri Edi Swasono dengan bahasa yang enak, sederhana untuk dibaca dan dicerna.

Yang tak kalah menarik uraian sang Profesor tentang “Mengampu Berita Dari Langit” yang terkesan memiliki getaran spiritual yang sakral, sangat mendalam (hal 106) dalam tampilan yang mengesankan sebagai prosa lirik yang bercerita tentang “Ki Ageng dan Nyi Ageng — sebutan kehormatan untuk mereka yang dianggap tua dalam arti keilmuan dan pengetahuan serta pengalaman — untuk gelar sebutan kehormatan bagi warga Tamansiswa.

Kesan dari lelenguh sang Profesor, “Begitu mudah Pendidikan Nasional kita menghancurkan ke-Indonesia-an. Sebab “Di Penghujung millenium lalu, kita tertipu, lengah wacana, tumpul nalar, terjerat hiruk pikuk global, lalu mencemooh nasionalisme dan patriotisme sendiri, menghancurkan Ibu Pertiwi dan Kedaulatan Negeri.

Karya puisi ini, kata Prof. Sri Edi Swasono, ditujukan untuk Menteri PPN/Ketua BAPPENAS yang dibacakan oleh Sudartomo Macaryus pada 3 Januari 2013 di ruang sidang Kampus UST (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa).(Lia Hambali)

Banten, 20 Mei 2026

Berita Terkait

Dandim 0116/Nagan Raya Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Teuku Umar
KOMANDAN KODIM 0116/NAGAN RAYA BESERTA STAF DAN JAJARAN MENGUCAPKAN DIRGAHAYU TNI KE-81
Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim yang di wakili Kasdim 0116/Nagan Raya Bacakan Amanat Panglima TNI
Respons Cepat Polres Agara, 13 Paket Sabu dan Sejumlah Barang Bukti Diamankan di Desa Pulo Gadun
Camat Babul makmur Rapat Kordinasi Bulanan Dengan Kepala Desa SE kecamatan Babul Makmur.
Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Pemuda Pemudi Di Desa Binaan
Jaring Calon Prajurit Unggul, Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos Dengan Pemuda Terkait Rekrutmen TNI
Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Komsos Bersama Kepala Dusun

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Dandim 0116/Nagan Raya Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Teuku Umar

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:46 WIB

KOMANDAN KODIM 0116/NAGAN RAYA BESERTA STAF DAN JAJARAN MENGUCAPKAN DIRGAHAYU TNI KE-81

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim yang di wakili Kasdim 0116/Nagan Raya Bacakan Amanat Panglima TNI

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Respons Cepat Polres Agara, 13 Paket Sabu dan Sejumlah Barang Bukti Diamankan di Desa Pulo Gadun

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:27 WIB

Camat Babul makmur Rapat Kordinasi Bulanan Dengan Kepala Desa SE kecamatan Babul Makmur.

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Jaring Calon Prajurit Unggul, Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos Dengan Pemuda Terkait Rekrutmen TNI

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:27 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Komsos Bersama Kepala Dusun

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Desa Binaan

Berita Terbaru