Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh Dari Sosok Prof. Dr. Sri Edi Swasono MPIA

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:40 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Jacob Ereste

(Bagian Kedua)

Opini, AgaraNews. Net // Anak-anak negeri menyingkirkan kearifan Ibu Pertiwi, lalu kembali menghamba ke-Inlanderan lagi. Oleh sebab itu, kata Prof. Sri Edi Swasono dalam puisinya ini : kita kalah dan menyerah dalam perang peradaban. Sehingga dia merasa berhak untuk bertanya : mana keperkasaan Patih Gajah Mada, mana kedigdayaan Untung Suropati, mana kemandirian Malahayati, dan Cut Nya’ Dhien……

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu mudahnya pendidikan nasional Indonesia ditelan keminderan….. Lalu sambil memelihara status-quo perkoncoan nepo-nepo. Kalau Lester Thurow menulis Zero Sum Society , saya akan menulis The Suicidak Society , biar Ki. Hajar kerso mungu. Demang-demang anak negeri gemregah lagi.

Begitulah, puisi yang ditulis Prof. Sri Edi Swasono sebagai catatan akhir tahun 2012. Dan karya puisi berikutnya “Asah, Asih Asuh” Sang Piningit yang termuat pada halaman 110 sebagai bagian dari karyanya yang ke 30, adalah puisi untuk Kwik Kian Gie, semasa di Bappenas yang ditulis di Surakarta, 16 September 2003.

Buku bunga rampai “Asah, Asih Asuh” yang menghimpun pandangan, pemikiran serta gagasan bahkan sikap Prof. Sri Edi Swasono ini, sebagai jelas merupakan bagian dari kebiasaan sang Profesor yang berasal dari kalangan kampus — pendidik, guru besar — untuk menerbitkan satu buku setiap tahun. Bunga rampai “Asah, Asih, Asuh” pada peringatan 100 tahun Tamansiswa pada 3 Juli 1922 – 2022. Artinya, bukan cuma sekedar penanda tradisi atau budaya sebagai intelektual dari kalangan akademik — seniman sekaligus memiliki wawasan kebudayaan yang luas — buku “Asah, Asuh, Asuh” ini menandai adanya tradisi menerbitkan buku, tetapi juga menggambarkan kiprah Tamansiswa untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa Indonesia sudah satu abad dilakukan jauh sebelum Indonesia merdeka yang kemudian mengadopsi cita-cita Tamansiswa seperti yang tercantum dalam UUD 1945, hendak mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sebagai sosok ideal yang menjadi idola aktivis mahasiswa sejak tahun 1980-an yang menghadapi refresif rezim pendidikan semasa Orde Baru dengan konsep BKK dan NKK 1978, Sri Edi Swasono pun yang telah menyandang gelar Ph.D setelah meraih gelar MPIA dari University of Pittsburgh tahun 1966 kemudian doktor pada tahun 1969 — singgah pada usia yang relatif muda, 30 tahun — hingga kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar pada 1988, pada usia 49 tahun — pun sangat aktif dan giat terus mempublish karya tulisnya melalui berbagai media cetak — koran, majalah dan jurnal — yang patut menjadi rujukan. Diantara karya-karyanya adalah Terobosan Kultural (1986) Demokrasi Ekonomi : Keterkaitan Usaha Partisipasi VS Konsentrasi Ekonomi. (1988), Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi (1991) serta Menuju Perekonomian Rakyat (1998) dan Indonesia & Doktrin Kesejahteraan Sosial.

Mas Sri Edi, juga mengajar di berbagai lembaga pendidikan, selain staf pengajar tetap di FEUi, juga di SESKOAD, Lemhanas. Bahkan sempat menjabat Ketua Umum Himpunan Pengembangan Ilmu Koperasi, serta Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

Atas pengabdian dan perjuangannya, ia pantas memperoleh berbagai penghargaan dari dalam dan dari luar negeri seperti Setya Lencana Dwidya Sistha SESKOAL, penghargaan Kolonel dari Gubernur Kentucky, USA, serta Anugrah HB IX sebagai Prestasi dari Universitas Gajah Mada, tahun 2013, terkait dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kemanusiaan dan Kebudayaan. (Lia Hambali)

Banten, 21 Mei 2026

Berita Terkait

DPP Tunas Prabowo 08 Tegaskan Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kawal 8 Program Asta Cita
17 Perusahaan Fiber Optik Ramaikan PADEL FIFER CUP 2026, PT BIT Rebut Piala Bergilir
Siapkan Kader Masuk Kabinet hingga BUMN, Tunas Prabowo 08: Kami Siap Berkontribusi untuk Negara
Jalan Panjang Kedaulatan NKRI, Karena Tidak Dibangun Melalui Slogan Belakang,..!!!
Jangan Takut dengan KKI : Membangun Kedaulatan Pembayaran Indonesia di Tengah Dominasi Visa dan Mastercard
Rumah Warga Desa Lasela Tertimpa Pohon Besar, Akibat Hujan Disertai Angin Kencang
Babinsa Koramil 02/Sidikalang Hadiri Resepsi HUT RI, Apresiasi Dedikasi Paskibra
Babinsa Koramil 03/Parongil Perkuat Komsos, Pemuda Diajak Jauhi Narkoba dan Judi Online

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:47 WIB

DPP Tunas Prabowo 08 Tegaskan Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kawal 8 Program Asta Cita

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:44 WIB

17 Perusahaan Fiber Optik Ramaikan PADEL FIFER CUP 2026, PT BIT Rebut Piala Bergilir

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:40 WIB

Siapkan Kader Masuk Kabinet hingga BUMN, Tunas Prabowo 08: Kami Siap Berkontribusi untuk Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:35 WIB

Jalan Panjang Kedaulatan NKRI, Karena Tidak Dibangun Melalui Slogan Belakang,..!!!

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:29 WIB

Jangan Takut dengan KKI : Membangun Kedaulatan Pembayaran Indonesia di Tengah Dominasi Visa dan Mastercard

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:11 WIB

Babinsa Koramil 02/Sidikalang Hadiri Resepsi HUT RI, Apresiasi Dedikasi Paskibra

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:09 WIB

Babinsa Koramil 03/Parongil Perkuat Komsos, Pemuda Diajak Jauhi Narkoba dan Judi Online

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:50 WIB

Babinsa Koramil 06/Kerajaan Pilih Duduk Bersama Warga, Kedekatan TNI-Rakyat Makin Terasa

Berita Terbaru