Kutacane – agaranews.net// Ribuan masyarakat memadati Lapangan Kantor Bupati Aceh Tenggara untuk mengikuti Pawai Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sekaligus Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh nuansa religius tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Sejak pagi hari, kawasan Lapangan Upacara Kantor Bupati telah dipenuhi peserta dari berbagai penjuru Aceh Tenggara. Kehadiran para santri dan santriwati dari sejumlah pesantren, serta pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat dari berbagai sekolah di seluruh kabupaten, menambah semarak peringatan yang mengusung semangat persatuan dan kebersamaan tersebut.
Mengenakan seragam sekolah, busana muslim, serta atribut bernuansa Islami, para peserta tampak berbaris rapi mengikuti rangkaian kegiatan. Lantunan salawat, takbir, dan syair-syair keagamaan yang dikumandangkan para santri dan pelajar menciptakan suasana yang khidmat sekaligus menggugah semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang memadati lokasi acara.
Mengusung tema “Bersatu Kita Kuat, Mewujudkan Aceh Tenggara Hebat”, kegiatan ini dihadiri Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan pesantren, kepala sekolah, dewan guru, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Kehadiran ribuan santri, santriwati, dan pelajar menjadi pemandangan yang menarik dalam pawai tersebut. Mereka tidak hanya mengikuti pawai, tetapi juga menampilkan berbagai kreasi dan pesan moral yang mengajak masyarakat untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap daerah.
Dalam sambutannya, Bupati M. Salim Fakhry menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan para santri dan pelajar menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan dan semangat kebangsaan terus tumbuh di kalangan generasi penerus.
“Tahun Baru Islam mengajarkan kita tentang hijrah, tentang perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Saya berharap para santri, santriwati, dan pelajar dapat menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, serta mampu membawa Aceh Tenggara menjadi daerah yang lebih maju di masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri daerah sekaligus memperkuat tekad bersama dalam melanjutkan pembangunan.
Menurutnya, berbagai capaian pembangunan yang diraih hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, semangat persatuan yang tercermin dalam tema kegiatan harus terus dijaga dan diperkuat.
Sepanjang pelaksanaan pawai, para peserta menampilkan berbagai kreativitas. Sejumlah kelompok membawa miniatur masjid, replika kaligrafi, spanduk bertema hijrah, hingga pesan-pesan edukatif tentang pentingnya menjaga kerukunan dan semangat gotong royong. Penampilan para santri dan pelajar yang penuh semangat mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diajak memahami makna Tahun Baru Islam sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah dan semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan Aceh Tenggara.
Kehadiran unsur Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan peserta dari kalangan pendidikan menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun daerah yang religius dan berdaya saing.
Menjelang berakhirnya kegiatan, doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas usia ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara. Harapan pun disampaikan agar daerah yang dikenal dengan semangat kebersamaannya ini terus berkembang, masyarakatnya hidup dalam kedamaian, dan generasi mudanya tumbuh menjadi penerus yang mampu membawa kemajuan bagi daerah.
Pawai Akbar yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Tenggara tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Di balik kemeriahan yang tersaji, tersimpan pesan kuat tentang pentingnya persatuan, pendidikan, dan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi untuk mewujudkan Aceh Tenggara Hebat, sebagaimana cita-cita yang diusung dalam tema kegiatan tahun ini. Ady
#AcehTenggara #Kutacane #TahunBaruIslam1448H #Muharram1448H #PawaiAkbar #HariJadiAcehTenggara #HUTAcehTenggara52 #MSalimFakhry #PemkabAcehTenggara #SantriAcehTenggara #PelajarAcehTenggara #SyiarIslam #AcehTenggaraHebat #BeritaAceh
































