Proyek Jalan Mutiara Dame–Lawe Maklum Rp4,3 Miliar TA 2024 Disorot, Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:48 WIB

50262 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA–AGARANEWS, Pelaksanaan Proyek Rehabilitasi/Rekonstruksi Jalan Mutiara Dame–Lawe Maklum Tahun Anggaran 2024 menjadi sorotan. Proyek yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Tenggara tersebut dinilai patut dipertanyakan karena diduga terdapat perbedaan antara dokumen pekerjaan dengan pelaksanaan di lapangan.

Berdasarkan uraian singkat pekerjaan yang diterbitkan Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tenggara, proyek tersebut mengarah pada pekerjaan rehabilitasi jalan beraspal. Hal itu terlihat dari daftar peralatan utama yang harus digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Pada uraian pekerjaan nomor 5, misalnya, tercantum penggunaan Vibratory Roller, yaitu alat berat yang berfungsi untuk memadatkan lapisan aspal agar mencapai kepadatan sesuai spesifikasi teknis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, pada uraian nomor 8 juga tercantum penggunaan Asphalt Sprayer, yakni alat untuk menyemprotkan aspal cair (prime coat maupun tack coat) secara merata sebelum dilakukan penghamparan lapisan aspal baru.

Selain pekerjaan jalan, dokumen tersebut juga mengindikasikan adanya pekerjaan pembangunan maupun perbaikan drainase sebagai bagian dari paket pekerjaan.

Data pada aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) juga menunjukkan bahwa spesifikasi pekerjaan Proyek Rehabilitasi/Rekonstruksi Jalan Mutiara Dame–Lawe Maklum Tahun Anggaran 2024 merupakan pekerjaan pengaspalan jalan.

Berdasarkan data pengadaan, proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp4.328.690.400 dengan metode pemilihan penyedia melalui tender. Tender dimenangkan oleh CV. Karya Nusantara yang beralamat di Desa Pedesi, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, setelah mengalahkan 15 peserta lainnya.

Namun, berdasarkan hasil pantauan Tim Agaranews di lapangan belum lama ini, pekerjaan yang dilaksanakan justru berupa rabat beton, bukan pengaspalan sebagaimana yang tercantum dalam spesifikasi pekerjaan dan uraian penggunaan peralatan.

Tidak hanya itu, konstruksi rabat beton tersebut juga diduga memiliki ketebalan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Bahkan, pada beberapa bagian diduga tidak menggunakan tulangan besi (beton bertulang), sehingga dikhawatirkan tidak memiliki kekuatan yang memadai untuk menahan beban kendaraan yang melintas.

Selain itu, mutu beton yang digunakan juga diduga tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan, seperti mutu K-250 atau K-300, sebagaimana lazim digunakan pada pekerjaan jalan beton. Dugaan tersebut muncul berdasarkan kondisi fisik hasil pekerjaan yang kini telah mengalami kerusakan.

Dari hasil pemantauan di lapangan, meskipun usia pekerjaan belum mencapai dua tahun, sekitar setengah dari ruas jalan yang dikerjakan telah mengalami keretakan pada sejumlah titik. Selain itu, drainase yang disebutkan dalam uraian pekerjaan juga tidak terlihat di sepanjang lokasi yang dipantau.

Perbedaan antara dokumen perencanaan dengan kondisi pekerjaan di lapangan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelaksanaan proyek terhadap dokumen kontrak, spesifikasi teknis, serta efektivitas penggunaan anggaran negara.

Publik pun menunggu penjelasan dari Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tenggara terkait dugaan perbedaan spesifikasi tersebut, termasuk dasar perubahan jenis pekerjaan dari pengaspalan menjadi rabat beton apabila memang terjadi perubahan, mutu konstruksi yang digunakan, serta pelaksanaan pekerjaan drainase yang tercantum dalam dokumen proyek

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tenggara, Sadli, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui aplikasi WhatsApp. Pesan konfirmasi yang dikirim tidak menunjukkan tanda telah diterima (centang satu). Wartawan juga menduga nomor teleponnya telah diblokir, namun hal tersebut belum dapat dipastikan.

(Saipul)

Berita Terkait

DPD KNPI Kota Tanjungbalai Tetap Eksis Dukung Supremasi Hukum
Semarak HUT-81 Kemerdekaan RI, Walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai Sambut Arak Arakan dan Atraksi Pawai Karnaval
Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Deli Serdang Berjalan Lancar, Sejumlah Penghargaan Diserahkan
Walikota Tanjungbalai Irup Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta Utara
Ditengah Kampung, FPR Deklarasikan Manifesto Pembebasan Rakyat
Polsek Koja Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Teguhkan Semangat Pengabdian untuk Negeri
Kapolda NTT Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Ngada, Polri Hadir Ringankan Beban Warga

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:03 WIB

DPD KNPI Kota Tanjungbalai Tetap Eksis Dukung Supremasi Hukum

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Semarak HUT-81 Kemerdekaan RI, Walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai Sambut Arak Arakan dan Atraksi Pawai Karnaval

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Deli Serdang Berjalan Lancar, Sejumlah Penghargaan Diserahkan

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Walikota Tanjungbalai Irup Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:26 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta Utara

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Polsek Koja Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Teguhkan Semangat Pengabdian untuk Negeri

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Kapolda NTT Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Ngada, Polri Hadir Ringankan Beban Warga

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Polda Metro Jaya Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Berita Terbaru

HEADLINE

DPD KNPI Kota Tanjungbalai Tetap Eksis Dukung Supremasi Hukum

Senin, 17 Agu 2026 - 23:03 WIB