Pengalihan dan Pengolahan MBG Di Kantin sekolah menjadi sorotan sejumlah Tokoh masyarakat dan Tokoh Pemuda

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 18:20 WIB

5091 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur – Agaranews.net
Tokoh masyarakat dan Tokoh Pemuda Aceh Timur dan sejumlah masyarakat angkat bicara mengenai (MBG)
“Wacana pengalihan pengelolaan SPPG ke kantin sekolah justru dikhawatirkan menimbulkan masalah baru. Yang dibutuhkan adalah evaluasi dan pembenahan, agar sistem yang sudah berjalan semakin efektif,” ujar salah satu tokoh Pemuda Aceh Timur Edi Putra kepada awak Media, Sabtu (12/9/2026), di Peureulak.

Pengalihan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sorotan tajam dari sejumlah pihak hal ini wajar agar tidak terjadi hal hal yang tak dingin kan, Program ini telah berjalan baik Jaganlah gara- gara segelintir oknum Progam (MBG) ini menjadi ribut hal inilah yang kita cegah bersama

Sorotan demi sorotan, Salah satunya datang dari Tokoh Pemuda Aceh Timur yang kerap di panggil Edi Putra atau Keuchik Pertamina yang berdomisili di Kecamatan Ranto Peureulk, Kabupaten Aceh Timur. Ia menilai wacana pengalihan pengelolaan SPPG ke kantin sekolah oleh Badan Gizi Nasional (BGN) perlu dikaji secara mendalam dan dinilai belum menjadi langkah yang tepat untuk menyelesaikan persoalan pelaksanaan program tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Edi, pengalihan pengelolaan SPPG ke kantin sekolah justru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Ia menilai langkah yang lebih diperlukan adalah melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap sistem yang sudah berjalan agar pelaksanaan MBG dapat semakin efektif.

 

Ia menjelaskan, pelaksanaan MBG melalui kantin sekolah perlu dikaji secara menyeluruh. Sejumlah aspek yang menurutnya perlu diperhatikan antara lain kebersihan dan lingkungan, kesiapan manajemen, serta fasilitas yang diperlukan apabila pengelolaan program dialihkan ke sekolah.

Menurut Edi, pengalihan tersebut juga berpotensi membutuhkan pembangunan dan penyiapan fasilitas dari awal.

Selain itu, ia menilai apabila pelaksanaan program terlalu terpusat di sekolah, cakupan penerima manfaat berpotensi menjadi lebih terbatas. Padahal, menurutnya, MBG pada prinsipnya merupakan program pemenuhan gizi masyarakat yang penerima manfaatnya tidak hanya anak sekolah.

“Jangan sampai karena ingin menyelesaikan persoalan di satu sisi, justru penerima manfaat di sisi lain menjadi terbatas. MBG harus dilihat sebagai program pemenuhan gizi masyarakat, bukan hanya program makanan untuk anak sekolah saja,” jelasnya.

Edi Putra yang juga merupakan perwakilan Yayasan Baitul Ilmi Alziziyah mencontohkan sejumlah kelompok yang menurutnya juga berhak memperoleh manfaat program sesuai dengan ketentuan BGN.

Kelompok tersebut antara lain santri di pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok rentan lainnya.

Karena itu, Edi menilai keberadaan SPPG yang telah terbentuk dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas jangkauan program apabila dikelola dan diawasi dengan baik.

Menurutnya, melalui sistem yang terpusat dan terorganisir, penyediaan makanan dapat dikendalikan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, pemenuhan standar gizi, hingga distribusi kepada penerima manfaat.

“Kalau sistemnya diperbaiki dan pengawasan diperketat, SPPG bisa menjadi kekuatan utama MBG. Kualitas makanan dijaga, distribusi diperbaiki, dan penggunaan anggaran dibuat semakin transparan,” pungkas Edi Putra.

Berita Terkait

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat
19 Pejabat Polres Aceh Timur Berganti, Kapolres Tekankan Sinergi Polisi dan Masyarakat
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan
Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan
Silaturahmi dan Koordinasi, Babinsa Posramil Tadu Raya Gelar Komsos Bersama Aparatur Desa Simpang Jaya
Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:57 WIB

19 Pejabat Polres Aceh Timur Berganti, Kapolres Tekankan Sinergi Polisi dan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Babinsa Bersama Warga Masyarakat Cor Tiang Pylon Tepi Dekat Jembatan Gantung Perintis

Berita Terbaru