Tarutung, AgaraNews. Net // Suasana berbeda, khidmat, penuh keakraban dan kekeluargaan begitu terasa dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam 1448 Hijriyah / 2026 Masehi di Kota Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan tahun ini dipusatkan di Lapangan Persatuan Kaum Muslimin (PKM) Jalan Sutan Amir Hamzah No. 5, Hutatoruan VII, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, dan berlangsung dengan sangat meriah namun tetap khusyu’.
Acara Tablig Akbar ini dihadiri oleh ratusan umat Islam, Forkopimda, alim ulama, dan masyarakat Tarutung yang dengan penuh cinta merayakan kelahiran Baginda Rasulullah SAW.
Sejak pagi, panggung utama Lapangan PKM Tarutung telah dihiasi dengan nuansa Islami. Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dan Saritilawah yang merdu, dilanjutkan dengan pembacaan puisi religi serta penampilan tari-tarian bernuansa Islami yang memukau para tamu dan undangan.
Namun, momen yang paling menyita perhatian dan belum pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya adalah penampilan kolaborasi Shalawat gabungan.
Untuk pertama kalinya, personel TNI dari Kodim 0210/TU dan personel Polri dari Polres Tapanuli Utara bersatu dalam satu panggung bershalawat* bersama Ibu-Ibu Pengajian Salimah & Muslimat Tarutung serta Siswa & Siswi MTs Al Falah Kota Tarutung.
Lantunan shalawat yang menggema dari seragam loreng dan cokelat yang biasanya identik dengan tugas keamanan negara, kini berpadu dengan suara lembut ibu-ibu pengajian dan pelajar, menciptakan harmoni yang luar biasa. Suasana yang tercipta begitu sejuk, adem, damai, sangat menggetarkan dan mengharukan hati para hadirin yang hadir.
Tangis haru tak terbendung. Dengan lantunan Ayat Suci Al-Qur’an & Shalawat Nabi tersebut, umat Islam di Tarutung berharap mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di Padang Mahsyar kelak. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
Ketua Persatuan Kaum Muslimin (PKM) Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, H. Anwar Hutabarat yang didampingi Ketua Salimah Tarutung Ibu Roida Royani Gultom dan Ketua Muslimat Tarutung Ibu Sutriani, S.Pd.I., di lokasi acara menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam.
“Kami ucapkan terima kasih dan penghormatan serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu kami untuk menyukseskan kegiatan Tablig Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun ini di Kota Tarutung,” ucap H. Anwar Hutabarat dengan penuh haru.
Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Kodim 0210/TU, Polres Tapanuli Utara, Forkopimda Kab. Tapanuli Utara, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengadilan Agama Tarutung serta seluruh umat Muslim dan para donatur yang telah membantu baik tenaga, pikiran, maupun finansial, sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.
“Semoga amal jariyah Bapak dan Ibu sekalian dilipatgandakan oleh Allah Azza Wazalla dan kami doakan semoga seluruh umat Islam di Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara selalu diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan, keberkahan dan tetap dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala,” doa H. Anwar Hutabarat.
Puncak acara diisi dengan tausiah penuh hikmah dari Mubalig kondang asal Binjai, Ustadz H. Sofyan Lubis. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tiada terhingga kepada Forkopimda dan seluruh panitia.
Mengawali tausiahnya, Ustadz Sofyan Lubis mengingatkan jamaah untuk selalu mengingat datangnya kematian. Karena siapapun kita, apapun pangkat dan jabatan, serta sebanyak apapun harta yang kita miliki, pasti akan mengalami kematian. Hal tersebut tertulis dalam Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 185 :
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ (Kullu nafsin dzaiqatul-maut)
Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
“Oleh karenanya mari kita persiapkan bekal untuk menghadap Allah Subhanahu Wata’ala dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Sang Khaliq pencipta langit dan bumi,” ujar Ustadz Sofyan Lubis.
Selanjutnya, beliau mengajak jamaah untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ibrahim ayat 7 :
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat berat (pedih).”
Dalam ceramahnya yang paling ditunggu, Ustadz Sofyan Lubis menyampaikan Hadist tentang “Lima perkara sebelum datang lima perkara”. Ini adalah nasihat Rasulullah SAW agar umat Islam memanfaatkan kesempatan hidup dengan beramal saleh sebelum datangnya kondisi yang menghalangi. Dari riwayat Ibnu Abbas RA, Rasulullah bersabda :
1. Gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu
Artinya, gunakan kekuatan dan semangat usia muda untuk taat beribadah kepada Allah sebelum fisik melemah di hari tua.
2. Gunakan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu
Artinya, perbanyak amal saleh selagi sehat, karena rasa sakit akan menyulitkan seseorang untuk beribadah.
3. Gunakan masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu
Artinya, bersedekahlah dan gunakan harta di jalan Allah serta di jalan kebaikan yang diridhoi Allah Azza Wazalla sebelum datang musibah atau kemiskinan.
4. Gunakan masa luangmu sebelum datang masa sempitmu
Artinya, manfaatkan waktu senggang untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan beramal saleh sebelum kesibukan dunia menyita waktu kita.
5. Gunakan masa hidupmu sebelum datang kematianmu
Artinya, persiapkan bekal kita menuju akhirat selagi nyawa masih dikandung badan, karena amalan akan terputus setelah kematian.
“Intinya seberat apapun cobaan dan ujian yang kita hadapi serta sesibuk apapun aktivitas yang kita lakukan, satu hal yang harus kita pahami kita tetap wajib melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh Allah,” tegasnya.
Sebelum menutup tausiahnya, Ustadz Sofyan Lubis berpesan agar umat Islam di Tarutung menjaga persatuan dan mempertahankan syahadat sampai titik darah penghabisan.
“Mari sama-sama kita jaga iman dan taqwa serta satukan hati dan jiwa kita jangan sampai kita tercerai berai,” ajaknya, mengutip firman Allah dalam Surat Ali ‘Imran Ayat 103, “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…”
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz H. Sofyan Lubis, mendoakan umat Islam di seluruh dunia khususnya di Indonesia agar senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan, keberkahan, rahmat, ridho dan tetap dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.(Lia Hambali).
Sumber : Pendim 0210/TU


































