Aceh Timur — Agaranews.net Polemik kepengurusan Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) di Kabupaten Aceh Timur kembali mencuat. Ketua DPD IWO Indonesia Aceh Timur, Rahmat Suhendro, menyatakan keberatan atas pergantian dirinya yang dinilai tidak melalui proses yang transparan.
Rahmat mengaku hingga saat ini tidak pernah menerima penjelasan resmi terkait alasan pencopotannya dari jabatan ketua. Ia menilai pergantian tersebut terkesan sepihak dan menimbulkan tanda tanya besar di internal organisasi.
“Saya tidak pernah diberikan penjelasan apa kesalahan saya. Tiba-tiba diganti, tentu ini menimbulkan pertanyaan. Organisasi seharusnya menjunjung transparansi dan mekanisme yang jelas,” ujar Rahmat dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).
Lebih lanjut, Rahmat juga menanggapi pernyataan Ketua DPW IWOI Aceh, Dimas KHS AMF, yang menegaskan bahwa kepengurusan DPD Aceh Timur saat ini dipimpin oleh Ismail berdasarkan Surat Keputusan terbaru.
Menurut Rahmat, dirinya sebelumnya ditetapkan sebagai ketua melalui struktur kepengurusan yang sah dan telah berjalan. Oleh karena itu, ia meminta adanya penjelasan terbuka terkait dasar perubahan tersebut.
“Saya menghormati organisasi, tapi pergantian harus jelas dasar dan mekanismenya. Jangan sampai ini menjadi kebiasaan yang merusak tatanan organisasi,” tegasnya.
Rahmat juga secara resmi meminta kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IWO Indonesia untuk turun tangan mengevaluasi kinerja DPW IWOI Aceh, khususnya terkait dinamika pergantian kepengurusan di daerah.
Ia berharap DPP dapat memberikan kejelasan sekaligus memastikan bahwa roda organisasi berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).“Kami minta DPP mengevaluasi agar organisasi ini tetap berjalan profesional dan tidak menimbulkan polemik di daerah,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPW IWOI Aceh belum memberikan tanggapan lanjutan atas pernyataan tersebut.
































