Melawan lupa, Refleksi 30 Tahun Peristiwa Kudatuli

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:17 WIB

5056 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Gresik, AgaraNews . Net -Tiga puluh tahun telah berlalu sejak Peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli 1996), namun luka sejarah itu masih menjadi pengingat bahwa demokrasi Indonesia dibangun melalui pengorbanan, keberanian, dan perlawanan terhadap praktik-praktik kekuasaan yang membungkam kebebasan warga negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kudatuli bukan sekadar bentrokan politik. Peristiwa tersebut menjadi simbol bagaimana penggunaan kekuasaan secara represif dapat mengorbankan hak asasi manusia, kebebasan berpendapat, dan hak masyarakat untuk berorganisasi. Beberapa tahun kemudian pihak korban menanti kejelasan, keadilan, dan pengakuan negara atas penderitaan yang mereka alami hingga tertelan masa.

Bagi para saksi pelaku sejarah yang mengalir perjuangan dengan semangat darah merah peringatan 30 tahun Kudatuli tidak boleh berhenti mengingat. Momentum ini harus menjadi sebuah bagian historis evaluasi bersama apakah negara benar-benar telah menghadirkan perlindungan hukum yang adil bagi seluruh warga tanpa diskriminasi, serta memastikan aparat penegak hukum tidak lagi dijadikan alat kepentingan politik.

Negara hukum hanya akan bermakna apabila hukum ditegakkan berdasarkan konstitusi, bukan berdasarkan kekuasaan. Demokrasi hanya akan tumbuh apabila kebebasan menyampaikan pendapat dihormati, kritik diterima sebagai bagian dari kontrol publik, dan setiap dugaan pelanggaran HAM diselesaikan melalui mekanisme hukum yang adil dan transparan.

Perjalanan reformasi memang telah membawa banyak perubahan, namun tantangan terhadap demokrasi masih nyata. Kriminalisasi terhadap suara kritis, pembatasan ruang sipil, penyalahgunaan kewenangan, korupesinkelas dewa hingga lemahnya penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masih saja menjadi pekerjaan rumah tersendiri.

Dalam semangat 30 tahun Kudatuli, saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak melupakan sejarah. Bangsa yang besar bukan bangsa yang menghapus masa lalunya, melainkan bangsa yang berani mengakui kesalahan, menegakkan keadilan secara transparan dan memastikan peristiwa serupa tidak pernah terulang kembali.

Demokrasi harus dijaga bersama. Penegakan hukum harus berdiri independen. Hak asasi manusia harus menjadi fondasi setiap kebijakan negara. Demokrasi Tidak Pernah Lahir dari sebuah aksi pembungkaman.(Lia Hambali)

Andi Fajar Yulianto, S.H., M.H.

Direktur YLBH Fajar Trilaksana

Berita Terkait

Iuran MAN 2 Bandung Belum Terjawab, AgaraNews Tempuh Jalur Polda Jabar dan Kakanwil Kemenag
Bupati Aceh Tenggara H M Salim Pakhry diminta Limpahkan Hasil Audit Inspektorat Kute Lawe Kongker Hilir kekejaksaan dugaan Korupsi Ratusan juta.
Ke Tanjung Morawa, Bupati Hadiri Gebyar Akbar Desa Buntu Bedimbar dan Tinjau RTLH
Kuasa Hukum Dodik Firmansyah & Sukardi Dampingi WK ke LPSK Tidak Ada Ruang Damai 
Pengurus DPC BMI Demokrat Se-DKI Jakarta Resmi Dilantik, Siap Bawa Perubahan Positif dari Ibu Kota
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Manunggal Air, 512 Warga Rasakan Manfaatnya
Deteksi Dini, Babinsa 03/Parongil Pantau Ibadah Minggu di Gereja HKBP
Datang Sebelum Ibadah Dimulai, Babinsa 04/Tigalingga Bangun Komunikasi dengan Jemaat GBKP

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Iuran MAN 2 Bandung Belum Terjawab, AgaraNews Tempuh Jalur Polda Jabar dan Kakanwil Kemenag

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Bupati Aceh Tenggara H M Salim Pakhry diminta Limpahkan Hasil Audit Inspektorat Kute Lawe Kongker Hilir kekejaksaan dugaan Korupsi Ratusan juta.

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Ke Tanjung Morawa, Bupati Hadiri Gebyar Akbar Desa Buntu Bedimbar dan Tinjau RTLH

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Kuasa Hukum Dodik Firmansyah & Sukardi Dampingi WK ke LPSK Tidak Ada Ruang Damai 

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Pengurus DPC BMI Demokrat Se-DKI Jakarta Resmi Dilantik, Siap Bawa Perubahan Positif dari Ibu Kota

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Deteksi Dini, Babinsa 03/Parongil Pantau Ibadah Minggu di Gereja HKBP

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Datang Sebelum Ibadah Dimulai, Babinsa 04/Tigalingga Bangun Komunikasi dengan Jemaat GBKP

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Pengamanan Rutin Ibadah Minggu, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Hadir di Tengah Jemaat GKPPD

Berita Terbaru