Kejaksaan Aceh Tenggara Didorong Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Bukit Meriah

AGARA NEWS

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:57 WIB

5079 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE , (19/05/2026) | Desakan publik pada Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara untuk mengusut dugaan permainan dalam realisasi dana desa Bukit Meriah tahun 2025 bukan gertakan kosong. Dugaan penyelewengan yang kian mencuat: distribusi bantuan “menghilang”, proyek pengadaan air tersendat, hingga dana ketahanan pangan yang kasat mata tak kunjung meningkatkan ekonomi warga. Informasi ini bukan sekadar rumor kampung atau bisik-bisik warung kopi, tetapi hasil penelusuran dari sejumlah sumber yang memantau langsung geliat keuangan desa di bawah kendali seorang Penjabat Pengulu.

Publik geram, berang, dan khawatir dana yang seharusnya menjadi jaring pengaman sosial justru berubah jadi alat mainan segelintir elit desa. Pada tahun ketika masyarakat berharap bantuan tepat waktu seperti Bantuan Langsung Tunai, realitas berkata sebaliknya: warga pencari keadilan malah menunggu tanpa kepastian. BLT yang sudah jelas-jelas tercantum dalam alokasi anggaran—masih misterius nasibnya. Janji pemerintah untuk sejahterakan desa menguap di tengah praktik birokrasi yang mudah dikooptasi dan disiasati. Dimana logika pemerintahan yang mengklaim peduli rakyat, bila laporan suara masyarakat saja dibiarkan mengambang tanpa klarifikasi?

Dana ketahanan pangan desa, proyek pengadaan balkon air, serta rehabilitasi saluran air desa, semuanya mengundang tanya. Beberapa item diindikasikan hanya tercatat di atas kertas, atau tak sepenuhnya dilaksanakan sebagaimana mestinya. Siapa yang seharusnya mengawasi, dan siapa yang memang ingin menghilangkan jejak? Praktik seperti ini berbahaya, bukan hanya soal pelanggaran administrasi. Ancaman korupsi di desa adalah luka menganga pada sendi-sendi kepercayaan publik. Apakah begitu mudah dana negara “didalangi” kepentingan personal tanpa risiko hukum yang nyata?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara kini berada di bawah sorotan tajam. Jika aparat penegak hukum hanya sebatas menunggu laporan resmi, tidak mau turun menelusuri fakta lapangan, maka jangan heran ketidakpercayaan masyarakat akan jadi bara api yang setiap saat bisa berkobar. Wajah hukum tak akan pernah bersih jika penyimpangan di tingkat desa diperlakukan ringan, apalagi jika proses hukum tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah.

Dampak riilnya jelas terasa di Bukit Meriah. Proyek-proyek yang macet berujung pada pelayanan publik yang terbengkalai. Warga yang seharusnya menerima manfaat, malah menarik napas panjang menahan kecewa. Jika dana desa tiap tahun dipermainkan, pertumbuhan ekonomi lokal akan mandek, angka kemiskinan tak akan pernah bisa diatasi, dan kepercayaan pada negara makin terjun bebas.

Pihak terkait tak bisa lagi menunda klarifikasi. Ketika suara akal sehat masyarakat tidak dihiraukan, sistem administrasi pun akhirnya rawan menjadi ladang korupsi berjamaah. Pemeriksaan menyeluruh dan tanpa diskriminasi mesti segera dilakukan. Jika Kejaksaan tetap pasif atau hanya basa-basi prosedural, masyarakat Bukit Meriah akan kembali menjadi korban: kehilangan hak, kehilangan harapan. Saatnya penegakan hukum berdiri di depan, bukan berlindung di balik meja birokrasi. (TIM)

Berita Terkait

Semarak HUT ke – 81 Republik Indonesia Babinsa Dampingi Berbagai Lomba Di Desa Binaan
Jaga Kondusifitas Wilayah Personil Posramil Lawe Sumur Laksanakan Patroli Ke Wilayah Binaan
Jaga Kondusifitas Wilayah Personil Posramil Lawe Sumur Laksanakan Patroli Ke Wilayah Binaan
Babinsa Bersama Anggota Yon TP 855/RD Bersama Warga Masyarakat Pasang dan Tarik Tali Sling Jembatan Gantung
Dandim 0108/Agara Hadiri Pemberian Sertifikat Penghargaan dan Pelepasan Paskibraka
Dandim 0108/Agara Dan Forkopimda Ikuti Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 Republik Indonesia
Dandim 0108/Agara Hadiri Upacara HUT Ke -81 Kemerdekaan Rwpublik Indonesia
Kodim 0108/Agara Bersama Masyarakat Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Semarak HUT ke – 81 Republik Indonesia Babinsa Dampingi Berbagai Lomba Di Desa Binaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:14 WIB

Jaga Kondusifitas Wilayah Personil Posramil Lawe Sumur Laksanakan Patroli Ke Wilayah Binaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Jaga Kondusifitas Wilayah Personil Posramil Lawe Sumur Laksanakan Patroli Ke Wilayah Binaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:08 WIB

Babinsa Bersama Anggota Yon TP 855/RD Bersama Warga Masyarakat Pasang dan Tarik Tali Sling Jembatan Gantung

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Dandim 0108/Agara Hadiri Pemberian Sertifikat Penghargaan dan Pelepasan Paskibraka

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:03 WIB

DPD KNPI Kota Tanjungbalai Tetap Eksis Dukung Supremasi Hukum

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Semarak HUT-81 Kemerdekaan RI, Walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai Sambut Arak Arakan dan Atraksi Pawai Karnaval

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Deli Serdang Berjalan Lancar, Sejumlah Penghargaan Diserahkan

Berita Terbaru