ACEH TENGGARA — agaranews.net// Suasana apel pagi di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tenggara, Rabu (23/9/2026), berlangsung serius. Sejumlah petugas kebersihan, sopir dan kernet kendaraan operasional mendapat sejumlah peringatan tegas dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tenggara.
Apel yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB tersebut menjadi momentum bagi pimpinan DLH untuk kembali mengingatkan jajaran petugas mengenai kedisiplinan, tanggung jawab serta kesungguhan dalam menjalankan tugas menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Aceh Tenggara.
Kepala DLH Aceh Tenggara menegaskan, pekerjaan sebagai petugas kebersihan bukan sekadar rutinitas harian. Setiap petugas memiliki tanggung jawab yang berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh petugas untuk bekerja dengan cepat, tanggap dan tepat waktu sesuai tugas yang telah diberikan.
“Serius dan sungguh-sungguh dalam bekerja. Tanamkan keikhlasan hati dalam melaksanakan tugas, jangan mendongkol. Kalau perlu, kita juga harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya dalam apel tersebut.
Menurutnya, petugas kebersihan merupakan salah satu ujung tombak pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan. Apa yang dilakukan petugas setiap hari dapat langsung dilihat dan dirasakan masyarakat.
Mulai dari pengangkutan sampah, kebersihan jalan dan lingkungan, hingga aktivitas operasional kendaraan pengangkut sampah, seluruhnya membutuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab.
Diminta Tepat Waktu dan Gunakan Perlengkapan Kerja

Dalam arahannya, Kepala DLH juga mengingatkan agar para petugas tidak menganggap sepele persoalan disiplin.
Petugas diminta hadir dan bekerja sesuai waktu yang telah ditentukan. Demikian pula dengan pelaksanaan pekerjaan di lapangan harus dilakukan secara cepat, tanggap dan tepat sasaran.
Selain kedisiplinan waktu, penggunaan alat kelengkapan kerja dan atribut yang telah diberikan juga menjadi perhatian.
Perlengkapan kerja, kata dia, diberikan untuk menunjang keselamatan sekaligus menunjang pelaksanaan tugas di lapangan. Karena itu, seluruh petugas diminta menggunakan perlengkapan serta atribut sesuai ketentuan.
“Gunakan alat kelengkapan kerja dan atribut yang sudah diberikan. Jangan dianggap sebagai sesuatu yang tidak penting. Semua itu untuk menunjang pekerjaan dan menunjukkan bahwa kita bekerja sesuai ketentuan,” pesannya.
Pelanggaran Disiplin Bisa Berujung Pemberhentian
Peringatan paling tegas disampaikan terkait persoalan disiplin kerja.
Kepala DLH Aceh Tenggara mengingatkan bahwa setiap petugas memiliki kewajiban untuk mematuhi aturan yang berlaku. Pelanggaran disiplin yang dilakukan secara serius dan berulang dapat berujung pada pemberhentian atau pemecatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia meminta seluruh petugas tidak menganggap remeh peringatan tersebut.
Menurutnya, keberadaan petugas kebersihan merupakan bagian penting dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, kehadiran setiap petugas harus benar-benar memberikan manfaat dan tidak justru menimbulkan persoalan baru.
“Jangan sampai karena tidak disiplin kemudian pekerjaan terbengkalai. Semua sudah ada tugas dan tanggung jawabnya. Kalau aturan dilanggar, tentu ada konsekuensinya,” tegasnya.
Narkoba hingga Miras Dilarang Keras
Tak hanya persoalan kedisiplinan, Kepala DLH juga memberikan peringatan keras mengenai penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras.
Seluruh petugas dilarang menggunakan narkoba, termasuk sabu, ganja maupun obat-obatan terlarang lainnya. Larangan juga berlaku terhadap penyalahgunaan minuman keras dan zat sejenis yang dapat mengganggu kondisi serta pelaksanaan pekerjaan.
Peringatan tersebut disampaikan karena petugas di lapangan membutuhkan kondisi fisik dan mental yang baik dalam menjalankan tugas.
Kepala DLH meminta seluruh jajaran menjaga diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun institusi.
“Tidak Ada Alasan Lagi untuk Tidak Maksimal”
Dalam kesempatan tersebut, Kepala DLH juga menyinggung mengenai hak dan kewajiban para petugas.
Ia menyampaikan bahwa hak berupa gaji bulanan dan kewajiban lainnya telah dipenuhi serta berjalan sesuai aturan. Karena itu, menurutnya, tidak ada lagi alasan bagi petugas untuk tidak melaksanakan pekerjaan secara maksimal.
“Pada prinsipnya tidak ada alasan lagi untuk tidak bekerja secara maksimal. Hak dan gaji bulanan sudah terpenuhi dan berjalan sesuai aturan. Maka kewajiban kita adalah melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia meminta para petugas memahami bahwa pekerjaan yang dilakukan bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
Sampah yang diangkut setiap hari, jalan yang dibersihkan, serta lingkungan yang dijaga kebersihannya merupakan bagian dari wajah pelayanan pemerintah daerah.
Karena itu, petugas diminta bekerja dengan hati dan tidak hanya mengejar selesainya jam kerja.
Staf dan P3K PW Diminta Ikut Memantau
Pada bagian lain arahannya, Kepala DLH juga meminta seluruh jajaran staf dan P3K PW untuk ikut melakukan pengawasan terhadap aktivitas para petugas di lapangan.
Pengawasan tersebut dinilai penting agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai tugas dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Jika ditemukan adanya petugas yang melakukan pekerjaan lain di luar ketentuan atau tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, jajaran staf diminta tidak membiarkannya begitu saja.
Kondisi tersebut diminta didokumentasikan melalui foto dan dilaporkan kepada bidang yang menangani untuk ditindaklanjuti sesuai aturan.
“Kalau ada pekerjaan lain di luar ketentuan, silakan dipantau. Foto dan sampaikan kepada bidang yang menangani. Jangan dibiarkan kalau memang tidak sesuai dengan tugas,” katanya.
Arahan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan oleh pimpinan, tetapi juga menjadi tanggung jawab jajaran internal DLH.
Petugas Diminta Jadi Bagian dari Edukasi Masyarakat

Selain mengangkut dan menangani sampah, para petugas juga diminta menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat.
Kepala DLH mengingatkan agar petugas tidak hanya mengambil sampah yang sudah dibuang, tetapi bila memungkinkan turut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan.
Masyarakat diharapkan tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama di lokasi yang dapat mengganggu lingkungan maupun fasilitas umum.
Menurutnya, persoalan kebersihan tidak mungkin hanya dibebankan kepada petugas DLH. Dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
Petugas di lapangan, kata dia, memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga dapat ikut menyampaikan pesan-pesan sederhana tentang kebersihan.
“Kalau perlu kita berikan pemahaman kepada masyarakat. Jangan membuang sampah sembarangan. Kebersihan ini bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Apel pagi tersebut kemudian menjadi pengingat bagi seluruh jajaran DLH Aceh Tenggara bahwa tugas menjaga kebersihan membutuhkan kedisiplinan, kekompakan dan rasa tanggung jawab.
Dengan didampingi para staf dan mandor lapangan, Kepala DLH kembali menekankan agar seluruh petugas menjalankan tugas secara sungguh-sungguh, menggunakan perlengkapan kerja yang telah diberikan, menaati aturan serta menghindari segala bentuk pelanggaran.
Bagi petugas kebersihan, hari kerja tidak berhenti ketika apel selesai. Setelah apel, mereka kembali bergerak ke wilayah tugas masing-masing, membawa perlengkapan dan menjalankan rutinitas pelayanan kebersihan.
Pesan yang disampaikan pimpinan pun sederhana, namun tegas: bekerja dengan disiplin, bekerja dengan ikhlas, bekerja sesuai aturan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ady


































