Kader GMKI Biak Ajak Denominasi Gereja di Papua Dukung Masyarakat Adat

LIA HAMBALI

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Biak, Papua, AgaraNews . Net // Gelombang pemutaran film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono terus memicu perhatian publik di berbagai wilayah Indonesia. Di Kabupaten Biak Numfor, Papua, sejumlah kelompok mulai dari pemuda adat, organisasi kemahasiswaan, hingga pemuda gereja secara masif menggelar aksi Nonton Bareng (Nobar) yang dirangkaikan dengan diskusi publik.

Terbaru, Nobar dan diskusi publik sukses digelar oleh Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Biak melalui Bidang Aksi Pelayanan. Kegiatan ini diinisiasi bersama DPRP Papua, Seksi PAM GKI Biak Selatan dan Papuan Voice, pada Jumat (15/5/2026) di Halaman Kantor GKI Klasis Biak Selatan.

Menyusul agenda tersebut, gelombang Nobar terus berlanjut di lingkungan gereja. Salah satunya digelar oleh Pemuda Adat dan Jemaat GKI Abigail KBS Yafdas pada Minggu (17/5/2026) malam di Halaman GKI Abigail KBS Yafdas.

Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan (Akspel) BPC GMKI Biak, Jovan Yoga Fabanyo, menyatakan bahwa rangkaian kegiatan Nobar ini merupakan bentuk solidaritas dan perhatian nyata terhadap masyarakat adat di Papua Selatan, khususnya di Merauke dan sekitarnya.

Saat ini, mereka tengah berjuang mempertahankan ruang hidup dari ancaman oligarki yang bergerak di bawah dalih Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan pengawalan ketat aparat TNI.

Ruang hidup mereka dirampas tanpa adanya persetujuan dari tokoh atau pemimpin adat setempat. Film ini bukan hanya sekadar bukti perlawanan, tetapi juga sumber inspirasi bagi masyarakat adat lainnya di Nusantara untuk hidup rukun, kuat, dan kompak melawan praktik kolonialisme gaya baru di masa kemerdekaan ini,” ujar Jovan saat ditemui wartawan di lokasi Nobar GKI Abigail Yafdas, Minggu (17/5/2026).

Melihat urgensi tersebut, Jovan mendorong lembaga gereja untuk mengambil sikap tegas. Ia mendesak seluruh denominasi gereja di Indonesia, khususnya di Tanah Papua mulai dari Raja Ampat hingga Merauke, untuk terlibat aktif menyuarakan hak-hak masyarakat adat.

Secara khusus, Jovan berharap Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua memberikan atensi dengan menginstruksikan seluruh warga jemaat secara masif untuk menggelar Nobar film Pesta Babi sekaligus menyatakan sikap menolak PSN yang merusak hak hidup masyarakat adat.

“Mengapa gereja harus mengambil sikap? Karena ada hubungan eksistensial yang kuat di mana jemaat gereja adalah masyarakat adat itu sendiri. Di Indonesia Timur, pemisahan antara ‘jemaat’ dan ‘masyarakat adat’ itu hampir tidak ada. Orang yang beribadah di gereja setiap hari Minggu adalah orang yang sama yang tanah adatnya sedang terancam oleh proyek pembangunan atau konsesi korporasi,” tegas Jovan.

Jovan menambahkan, jika gereja hanya berdiam diri saat ruang hidup umatnya dihancurkan, maka gereja akan kehilangan relevansi dan kepercayaan dari jemaatnya. Menurutnya, gereja tidak bisa hanya menggembalakan jiwa manusia jika fisik dan ruang hidup manusia tersebut dihancurkan.

Lebih lanjut, kader GMKI Biak itu, menginginkan lembaga gereja secara resmi mengecam tindakan para petinggi negara dan mendesak penghentian PSN yang represif. Pemerintah dituntut untuk melakukan sosialisasi yang transparan dan humanis agar masyarakat adat dapat mendukung pembangunan nasional tanpa harus mengorbankan hak ulayat mereka.

“Lembaga gereja memiliki kewajiban moral dan iman untuk berdiri bersama masyarakat adat. Hak ulayat bukan hanya soal kepemilikan tanah, melainkan soal harga diri, identitas budaya, dan masa depan generasi. Ketika hak tersebut dirampas secara tidak adil—bahkan oleh negara sekalipun—gereja dipanggil untuk menjadi voice for the voiceless (suara bagi mereka yang tidak bisa bersuara),” pungkasnya.

Sebagai informasi, film Pesta Babi dengan tema “Kolonialisme di Zaman Kita” belakangan ini ramai diperbincangkan secara nasional. Pemutaran film dokumenter ini di beberapa kota di Indonesia sempat memicu polemik dan gesekan ruang publik antara masyarakat sipil dengan aparat keamanan. (C/Lia Hambali)

Berita Terkait

Kasdam Pimpin Paparan Rentinkon Kotama Ops TNI dalam Kunjungan Pasis Dikreg LV Sesko TNI ke Kodam XIX Tuanku Tambusai
Danrem 031/Wira Bima Hadiri Puncak Tradisi Bakar Tongkang, Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya
FORMAS, Laksanakan Launching Buku “Membangun Jalan Tol Pemberitaan Injil” di Perpus.RI Berjalan Penuh Persaudaraan 
Komandan Kodim 0308/Padang Pariaman Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Pariaman Peringati Hari Jadi ke-24 Kota Pariaman
Babinsa Koramil 05/Lubuk Alung Laksanakan Komsos, Dukung Pelaku UMKM Kerupuk Singkong
Koramil 03/Sungai Sariak Rayakan HUT Bhayangkara ke-80 Bersama Polsek Sungai Sariak, Wujud Nyata Sinergitas TNI-Polri
Babinsa Nagari Malai Suku Timur Laksanakan Komsos Untuk Monitor Perkembangan Wilayah
Babinsa Koramil 08/Sungai Geringging Hadiri Rapat Pembentukan Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tingkat Kecamatan

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 00:04 WIB

Kasdam Pimpin Paparan Rentinkon Kotama Ops TNI dalam Kunjungan Pasis Dikreg LV Sesko TNI ke Kodam XIX Tuanku Tambusai

Jumat, 3 Juli 2026 - 00:00 WIB

Danrem 031/Wira Bima Hadiri Puncak Tradisi Bakar Tongkang, Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:55 WIB

FORMAS, Laksanakan Launching Buku “Membangun Jalan Tol Pemberitaan Injil” di Perpus.RI Berjalan Penuh Persaudaraan 

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:45 WIB

Komandan Kodim 0308/Padang Pariaman Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Pariaman Peringati Hari Jadi ke-24 Kota Pariaman

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:40 WIB

Babinsa Koramil 05/Lubuk Alung Laksanakan Komsos, Dukung Pelaku UMKM Kerupuk Singkong

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:32 WIB

Babinsa Nagari Malai Suku Timur Laksanakan Komsos Untuk Monitor Perkembangan Wilayah

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:29 WIB

Babinsa Koramil 08/Sungai Geringging Hadiri Rapat Pembentukan Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tingkat Kecamatan

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:23 WIB

Di Era KDM Ruas Jalan Cikadu – Simpang Pancuh Tilu – Simpang Muara Cikadu-Cianjur Mulai Di Perbaiki 

Berita Terbaru