Indonesia Kehilangan Maestro : Selamat Jalan Guruh Soekarnoputra, Sang Penjaga Warisan Nusantara 

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 10:56 WIB

5087 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – AgaraNews. Net  – Sabtu, 26 September 2026 //Kabar duka menyelimuti dunia seni dan kebangsaan Indonesia. Maestro seni, musisi, koreografer, sekaligus politisi senior PDI Perjuangan, Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra berpulang.

Putra bungsu Proklamator, Presiden pertama RI Ir. Soekarno dari pernikahannya dengan Ibu Negara Fatmawati itu wafat pada Sabtu (26/9/2026) dini hari pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun. Kabar wafatnya dibenarkan oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan politisi PDIP Cyril Raoul Hakim.

Indonesia hari ini tidak hanya kehilangan putra seorang Proklamator. Indonesia kehilangan seorang seniman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahir di Jakarta, 13 Januari 1953, Guruh memilih jalan yang berbeda. Di tengah trah besar Soekarno yang lekat dengan politik, ia justru memilih jalan kesenian sejak usia 5 tahun. Tari Jawa, Sunda, Bali, ia pelajari. Musik, koreografi, teater, ia tekuni hingga ia sempat belajar Arkeologi di University of Amsterdam.

Pilihan itu melahirkan karya-karya yang tak lekang oleh waktu. Tahun 1977, bersama sahabatnya Chrisye, Keenan Nasution dan kawan-kawan, ia melahirkan album legendaris _Guruh Gipsy_ – album yang hingga kini dianggap sebagai salah satu album rock progresif terbaik Indonesia, yang berani mengawinkan rock dengan gamelan Bali.

Lalu ia mendirikan Swara Mahardhika. Dari sanalah lahir lagu-lagu yang menjadi memori kolektif bangsa: _Melati Suci, Kala Sang Surya Tenggelam, Lenggang Puspita, Galih dan Ratna, Janger 1897, Anak Jalanan._ Lagu-lagu yang modern, tetapi tidak pernah kehilangan akar tradisi. Lagu-lagu yang punya selera seni yang tinggi.

Pada 1991, pemerintah Perancis menganugerahinya gelar _Chevalier de L’Ordre des Arts et des Lettres_ atas dedikasinya pada dunia seni.

Guruh memang sempat terjun ke politik, menjadi anggota DPR RI pada 1992-1997 dan 1999-2024. Namun di parlemen pun, ia tetaplah seorang seniman. Pidatonya adalah tentang kebudayaan. Perjuangannya adalah tentang ke-Indonesia-an.

Yang ditinggalkannya hari ini bukan gelar dinasti, bukan pula kursi kekuasaan. Yang ditinggalkannya adalah bunyi, gerak, dan rasa. Keberanian untuk mempertemukan tradisi dengan sesuatu yang baru.

Negeri ini mungkin tidak pernah kekurangan politisi. Setiap lima tahun, ratusan nama baru bermunculan.

Tetapi ketika seorang maestro pergi, kita kembali sadar. Indonesia jauh lebih sering kekurangan maestro daripada kekurangan politisi.

Selamat jalan, Mas Guruh. Terima kasih telah mengajarkan kami bahwa menjadi Indonesia itu indah.

Karyamu akan terus berbicara, bahkan ketika penciptanya telah terbaring diam. Jejakmu abadi dalam nama Swara Mahardhika.(Ipul/Lia Hambali)

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”

Berita Terkait

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat
19 Pejabat Polres Aceh Timur Berganti, Kapolres Tekankan Sinergi Polisi dan Masyarakat
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan
Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan
Silaturahmi dan Koordinasi, Babinsa Posramil Tadu Raya Gelar Komsos Bersama Aparatur Desa Simpang Jaya
Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:57 WIB

19 Pejabat Polres Aceh Timur Berganti, Kapolres Tekankan Sinergi Polisi dan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Babinsa Bersama Warga Masyarakat Cor Tiang Pylon Tepi Dekat Jembatan Gantung Perintis

Berita Terbaru