Tanah Karo, AgaraNews. Net // Gunung Api Sinabung di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo kembali erupsi pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB. Kolom abu vulkanik terpantau mencapai ketinggian 3.500 meter di atas puncak.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert B Panjaitan bersama unsur Forkopimda langsung turun ke lokasi untuk memantau situasi, memberikan imbauan dan memastikan keamanan warga di sekitar lereng gunung.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi Gunung Sinabung saat ini adalah :
1. Kondisi Visual
Gunung Sinabung terpantau dalam kondisi cuaca cerah. Terjadi erupsi dengan ketinggian kolom erupsi kurang lebih 3.500 meter di atas puncak. Arah angin bergerak ke Timur dan Tenggara sehingga material abu vulkanik menyebar ke wilayah tersebut.
2. Aktivitas Kegempaan
Berdasarkan data seismograf, terpantau adanya peningkatan aktivitas kegempaan yang mengindikasikan terjadinya erupsi Gunung Api Sinabung.
3. Status dan Keamanan
Saat ini status Gunung Api Sinabung berada pada Level II (Waspada). Secara umum situasi dan kondisi di sekitar gunung untuk sementara masih *aman dan kondusif
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan dari pihak berwenang.
Peninjauan dipimpin langsung oleh :
1. Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert B Panjaitan
2. Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hutahean
3. Kabid BPBD Kab. Karo Jupri Nadeak
4. Danramil 04/SE Kapten Inf Gandhi N. Hartanto
Sebaran abu vulkanik akibat erupsi terpantau di 2 kecamatan :
Kecamatan Naman Teran:
– Desa Sukatepu
– Desa Sukanembi
Kecamatan Merdeka :
– Desa Ujung Teran
– Desa Deram
– Desa Merdeka
– Desa Gongsol
– Desa Jaranguda
– Desa Cinta Rakyat
– Desa Semangat Gunung
Untuk mengantisipasi dampak erupsi, jajaran TNI, Polri, BPBD dan instansi terkait langsung mengambil langkah-langkah:
1. Patroli dan Pemantauan Berkala
Satgas dan Babinsa melaksanakan patroli di wilayah sekitar Gunung Sinabung, khususnya di kawasan rawan bencana/zona merah radius 5 KM dari kawah.
2. Pembagian Masker
Personel membagikan masker kepada masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik untuk mengantisipasi gangguan pernapasan.
3. Himbauan Kepada Warga dan Wisatawan
Memberikan imbauan agar masyarakat yang berkebun/berladang meningkatkan kewaspadaan. Wisatawan juga diminta tidak melakukan aktivitas di zona merah.
4. Koordinasi Intensif
Meningkatkan koordinasi antara Babinsa, aparat kewilayahan, BPBD, PVMBG, BMKG, dan Pemerintah Daerah untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan dampaknya.
“Sampai saat ini situasi masih aman dan kondusif. Namun kami tetap siagakan personel untuk patroli, pemantauan dan memberikan imbauan. Koordinasi dengan BPBD dan PVMBG juga terus kami lakukan 24 jam,”ujar Dandim 0205/TK.
Warga di sekitar Gunung Sinabung diminta untuk :
1. Tidak memasuki/mendekati kawasan dalam radius 5 KM dari kawah/puncak sesuai rekomendasi PVMBG.
2. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah terutama di wilayah terdampak abu.
3. Tidak panik dan tidak menyebarkan informasi hoax*. Ikuti informasi resmi dari PVMBG, BPBD dan pemerintah daerah.
4. Segera melapor kepada Babinsa, kepala desa atau aparat terdekat jika melihat peningkatan aktivitas.
BPBD Kabupaten Karo bersama PVMBG dan BMKG terus memantau perkembangan Gunung Sinabung. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada.(Lia Hambali)


































