Nias.Agaranews.net // Sorotan terhadap Kepala Sekolah SDN 078509 Leweguru II, Desa Leweguru II, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, terkait dugaan jarang masuk sekolah terus bergulir. Tokoh Pemuda Kabupaten Nias, Oman Göri, meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Nias segera melakukan klarifikasi dan evaluasi terhadap informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Oman mengatakan, persoalan kehadiran kepala sekolah tidak boleh dianggap sepele karena kepala sekolah memiliki peran penting dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan di sekolah berjalan dengan baik. Menurutnya, kepala sekolah bukan hanya bertugas dalam administrasi, tetapi juga menjadi pemimpin yang memberikan arahan, motivasi, serta memastikan proses belajar mengajar berlangsung secara optimal.
“Kasihan masa depan anak-anak jika mereka tidak sepenuhnya mendapatkan pendidikan yang layak. Kalau benar ada kepala sekolah yang jarang masuk sekolah, tentu harus segera diperiksa dan dievaluasi. Jangan sampai kondisi seperti ini dibiarkan berlarut-larut,” kata Oman Göri saat diwawancarai wartawan, Jumat (4/9/2026).
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Kabupaten Nias perlu turun langsung ke sekolah untuk memastikan fakta sebenarnya. Menurut Oman, evaluasi sebaiknya dilakukan berdasarkan data dan kondisi di lapangan, termasuk memeriksa tingkat kehadiran kepala sekolah, guru, serta pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
“Kalau memang benar hanya beberapa kali hadir dalam satu bulan seperti yang disampaikan masyarakat, ini harus menjadi perhatian serius. Tetapi kalau informasi tersebut tidak benar, juga harus dijelaskan kepada publik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Oman menambahkan, apabila hasil pemeriksaan resmi nantinya membuktikan adanya pelanggaran disiplin atau ketidakmampuan menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala sekolah, maka pemerintah daerah diminta mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Bahkan, menurutnya, jika yang bersangkutan dinilai tidak mampu menjalankan amanah tersebut, jabatan kepala sekolah sebaiknya diberikan kepada orang yang benar-benar siap memimpin sekolah.
Sebelumnya, masyarakat Desa Leweguru II berinisial Hendik mengungkapkan kepada wartawan adanya dugaan Kepala SDN 078509 Leweguru II jarang berada di sekolah. Ia mengaku masyarakat kerap mempertanyakan kondisi tersebut karena kepala sekolah dinilai seharusnya menjadi teladan bagi guru dan siswa. Sementara itu, Kepala SDN 078509 Leweguru II, Desrianus Harefa, S.Pd., yang telah dihubungi melalui WhatsApp untuk meminta tanggapan terkait tudingan tersebut, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan respons. (Dika)


































