Dana Internasional 70M dari USA Kembali Mengalir ke Kas Pemprov Riau : Pertanggungjawaban dan Transparansi Dipertanyakan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:19 WIB

5071 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Riau, AgaraNews. Net // Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali menerima dana internasional sebesar 3.764.257 Dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp.66,2 Miliar dari United Nations Development Programme (UNDP) untuk Program Climate Action and Reduction of Emissions for Green Economy in Riau Province (CARE for Green Riau).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dana ini merupakan bagian dari Hibah Millennium Challenge Compact (MCC) dari Amerika Serikat, yang juga diterima oleh 4 provinsi lainnya di Indonesia, yaitu Kepri, Sumsel, Bali, dan Sulawesi Utara.Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, Larshen Yunus, menyatakan bahwa dana ini harus digunakan secara transparan dan akuntabel, serta dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Riau sudah dapat Dana Hibah Internasional sebesar Triliunan Rupiah dari Amerika Serikat dan Pemerintah Inggris, tetapi masih dipertanyakan Peruntukan, Kegunaan dan Pertanggung Jawabannya sampai saat ini,” kata Larshen Yunus.

Larshen Yunus juga menekankan bahwa mantan Gubernur Riau, Abdul Wahid, sebagai kepala daerah saat itu, harus bertanggung jawab atas pengelolaan dana internasional tersebut.

“Permasalahan tersebut seutuhnya dilakukan oleh mantan Gubernur Riau Abdul Wahid. Sebagai Kepala Daerah saat itu, beliau wajib mempertanggungjawabkan seluruh kebijakan, termasuk soal Penerimaan Bantuan Uang Segar Miliaran Rupiah dari Pemerintah Inggris maupun Lembaga internasional,” tegas Larshen Yunus.

Pemprov Riau diharapkan dapat menjalankan program CARE for Green Riau secara efektif dan efisien, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Riau.Namun, pencairan dana puluhan miliar rupiah pada Mei 2026 itu kini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Mulai dari siapa yang menerima dana puluhan miliar tersebut, bagaimana mekanisme penggunaannya, hingga sejauh mana program dijalankan di lapangan, semuanya menjadi perhatian serius publik.

Larshen Yunus meminta agar pengelolaan program CARE for Green Riau dilakukan secara terbuka dan transparan kepada publik, mengingat dana yang masuk bukanlah dana kecil dan melibatkan lembaga internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Jangan sampai Program internasional itu hanya menjadi kegiatan seremonial dan diskusi semata, sementara Dana terus dicairkan. Publik berhak mengetahui siapa Pengelolanya, bagaimana Realisasi Programnya, dan sejauh mana manfaatnya bagi Masyarakat Riau,” tutup Larshen Yunus.

Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus berharap, agar Aparat Penegak Hukum, termasuk KPK dan institusi terkait lainnya dapat segera mengusut tuntas seluruh persoalan tersebut secara transparan demi menjaga marwah Pemerintah Provinsi Riau serta menghindari kegaduhan politik yang berkepanjangan di tengah-tengah Aktivitas Masyarakat Riau.(JS/Tim)

Berita Terkait

BABINSA GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN PANTAI BERSAMA WARGA
Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Tentang Bahaya Karhutla Di Desa Binaan
Babinsa komsos dengan warga binaan
Babinsa Bersama Warga Angkat Mesin Molen Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis
Babinsa Bersama Warga Turunkan Gorong Gorong Pondasi Bangun Jembatan Beton
Personil Kodim 0108/Agara dan Warga Masyarakat Bahu-Membahu Lembur Bangun Jembatan
Babinsa Bersama Warga Turunkan Material Semen dan Papan Mal Cor Pondasi Jembatan Gantung Perintis
Babinsa Rutin Cek Harga Sembako Di Kios Dan Pasar

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:07 WIB

BABINSA GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN PANTAI BERSAMA WARGA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Tentang Bahaya Karhutla Di Desa Binaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:24 WIB

Babinsa komsos dengan warga binaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Babinsa Bersama Warga Angkat Mesin Molen Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Babinsa Bersama Warga Turunkan Gorong Gorong Pondasi Bangun Jembatan Beton

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Babinsa Bersama Warga Turunkan Material Semen dan Papan Mal Cor Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Babinsa Rutin Cek Harga Sembako Di Kios Dan Pasar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat

Berita Terbaru

ACEH

Babinsa komsos dengan warga binaan

Minggu, 4 Okt 2026 - 07:24 WIB