Aceh Tenggara – Agaranews.net Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Aprizal, mendampingi Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhry, dalam melakukan respons cepat terkait musibah kebakaran pemukiman yang melanda Desa Kute Kampung Bakti, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara. Kehadiran lintas jajaran pemerintahan ini bertujuan untuk memastikan langkah penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar korban berjalan optimal. Kamis (27/06/26)
Bencana kebakaran tersebut dilaporkan berdampak pada 14 unit rumah warga. Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, 12 unit rumah di antaranya dalam kondisi berpenghuni, sedangkan 2 unit lainnya merupakan bangunan kosong.
Di lokasi bencana, peninjauan bersama ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tenggara, Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, serta Ketua Tim Penggerak PKK (Istri Bupati Aceh Tenggara). Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menegaskan sinergitas yang kuat antara Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam manajemen bencana.
Sinergitas Data dan Penyaluran Bantuan Masa Panik
Dalam komitmen penanganan dampak bencana, Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Aprizal, menyatakan bahwa pihaknya fokus pada percepatan validasi data agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan komprehensif.
“Kami mendampingi langsung jalannya peninjauan ini untuk memastikan koordinasi berjalan taktis. Dinas Sosial Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Sosial setempat tengah melakukan pendataan mendalam. Bantuan logistik masa panik akan segera diturunkan secara kolaboratif guna meringankan beban warga terdampak,” tegas Budi Aprizal.
Aspek Spiritual dan Kepastian Logistik Korban
Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhry, memberikan penguatan moril dan spiritual kepada para korban. Ia mengimbau masyarakat untuk menyikapi musibah ini dengan kelapangan dada dan kesabaran.
“Musibah ini merupakan bagian dari ketetapan dan rencana Allah SWT. Di balik ujian ini, pemerintah berkomitmen penuh untuk hadir dan memastikan penanganan pascabencana dilakukan secara maksimal,” tutur Salim Fakhry.
Sebagai bentuk respons konkret terhadap lumpuhnya aktivitas domestik warga, Bupati Salim Fakhry secara instruktif memerintahkan Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara untuk menjamin pasokan pangan harian. Mengingat para korban kehilangan akses dan fasilitas untuk memasak, Dinas Sosial setempat diwajibkan menyediakan makanan siap saji sebanyak 55 porsi untuk setiap waktu makan.
Langkah taktis yang memadukan penguatan psikologis dan pemenuhan kebutuhan logistik mendasar ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kondisi sosial masyarakat Kute Kampung Bakti selama masa tanggap darurat berlangsung. (Husni)
































