Kutacane, agaranews.net// Suasana khidmat menyelimuti Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (3/7/2026) sore. Satu per satu nama dipanggil ke depan. Dengan wajah penuh harap dan rasa tanggung jawab, puluhan guru yang kini dipercaya mengemban jabatan baru mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Bupati Aceh Tenggara, HM. Salim Fakhry.
Sebanyak 55 kepala satuan pendidikan resmi dilantik dan diambil sumpahnya untuk memimpin sekolah di berbagai wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Mereka terdiri atas 11 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP), 41 Kepala Sekolah Dasar (SD), dan 3 Kepala Taman Kanak-kanak (TK).
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan. Di balik prosesi tersebut tersimpan harapan besar pemerintah daerah agar lahir kepemimpinan baru yang mampu membawa perubahan nyata bagi dunia pendidikan di Aceh Tenggara.
Acara pelantikan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, para asisten, staf ahli bupati, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala BKPSDM, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD), serta Camat Badar.
Dalam sambutannya, Bupati HM. Salim Fakhry menyampaikan pesan yang sarat makna. Menurutnya, jabatan kepala sekolah bukanlah bentuk penghargaan atas masa pengabdian, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada pemerintah, masyarakat maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Amanah ini bukan hadiah atau penghargaan, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan. Kepala sekolah adalah pemimpin satuan pendidikan yang memiliki peran sangat penting dalam menentukan arah dan kualitas kemajuan sekolah,” tegas Bupati.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa seorang kepala sekolah memegang peranan sentral dalam menentukan wajah pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Di tangan mereka, arah kebijakan pendidikan ditentukan, budaya kerja dibangun, kualitas tenaga pendidik ditingkatkan, hingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Bupati menilai, keberhasilan sebuah sekolah tidak lagi dapat diukur semata-mata dari tingginya nilai akademik para siswa. Lebih dari itu, sekolah harus mampu membentuk karakter, kedisiplinan, kreativitas, dan kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman.
Karena itu, seorang kepala sekolah dituntut menjadi motor penggerak perubahan. Ia harus mampu menghadirkan inovasi, membangun komunikasi yang harmonis dengan guru, komite sekolah, orang tua siswa, hingga masyarakat sekitar.
Menurut HM. Salim Fakhry, kepemimpinan yang kuat akan melahirkan budaya sekolah yang sehat. Sebaliknya, lemahnya kepemimpinan akan berdampak langsung terhadap kualitas proses belajar mengajar.
Ia pun meminta seluruh kepala sekolah yang baru dilantik agar tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi di tempat tugas masing-masing. Mereka diminta segera bekerja, menyusun program, mengenali karakter sekolah, serta merangkul seluruh tenaga pendidik demi menciptakan lingkungan pendidikan yang produktif.
“Kepala satuan pendidikan harus menjadi sosok yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan mampu memberikan teladan yang baik di lingkungan sekolah masing-masing. Kepemimpinan yang baik akan melahirkan sekolah yang berkualitas,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, hingga tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia mengharuskan setiap kepala sekolah memiliki kemampuan manajerial yang baik sekaligus jiwa kepemimpinan yang visioner.
Karena itu, ia mendorong para kepala sekolah untuk mengelola satuan pendidikan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan anggaran, administrasi, maupun proses pembelajaran harus dilakukan sesuai ketentuan dengan mengedepankan kepentingan peserta didik.
Selain meningkatkan kualitas guru melalui pembinaan berkelanjutan, kepala sekolah juga diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi pembelajaran agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh kepala sekolah memperkuat sinergi dengan masyarakat. Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak hanya dibebankan kepada pemerintah ataupun guru.
Kolaborasi antara sekolah, orang tua, komite sekolah, tokoh masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan mampu mencetak generasi yang unggul.
Pelantikan 55 kepala satuan pendidikan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam melakukan penguatan tata kelola pendidikan. Dengan kepemimpinan baru di berbagai sekolah, pemerintah berharap pelayanan pendidikan semakin merata, kualitas pembelajaran meningkat, serta lahir generasi muda Aceh Tenggara yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat sore itu pun menjadi awal dari tanggung jawab besar yang kini berada di pundak para kepala sekolah. Amanah telah diucapkan melalui sumpah jabatan, dan harapan masyarakat kini tertuju kepada mereka untuk menghadirkan perubahan nyata di sekolah masing-masing.
Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, pelantikan ini bukanlah garis akhir dari sebuah proses, melainkan titik awal untuk membangun pendidikan yang lebih berkualitas, berintegritas, dan mampu menjadi fondasi kemajuan daerah di masa mendatang.( Ady gegoyong)
#AcehTenggara
#BupatiAcehTenggara
#SalimFakhry
#PelantikanKepalaSekolah
#KepalaSekolah
#PendidikanAceh
#DinasPendidikan
#PendidikanIndonesia
#GuruIndonesia
#Sekolah
#SMP
#SD
#TK
#MutuPendidikan
#DuniaPendidikan
#ASN
#PemerintahDaerah
#PemkabAcehTenggara
#BeritaAceh
#Kutacane
































